Showing posts with label Koloni. Show all posts
Showing posts with label Koloni. Show all posts

Sunday, October 19, 2014

Tahukah Anda Semut Rangrang adalah Serangga yang Sangat Cerdas?

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Tahukah Anda Semut Rangrang adalah Serangga yang Sangat Cerdas? - Semut rangrang (Oecophylla Smaragdina) adalah serangga ordo Hymenoptera family Formicidae. Semut rangrang memiliki kemampuan yang luar biasa yang tidak dimiliki semut lain, yaitu mampu membangun sarang dengan menganyam daun tumbuhan menjadi sebuah sarang yang kuat pada dahan, ranting, ataupun pada pucuk pepohonan.

Dalam mempertahankan kehidupannya dari gangguan musuh, semut rangrang mengandalkan gigitannya yang sangat menyengat dan mengeluarkan zat feromon yang dapat menyerang sistem saraf musuhnya. Zat feromon tersebut bukan saja digunakan untuk menyerang musuhnya, namun juga sebagai tanda atau alat komunikasi antar semut rangrang dalam menghadapi bahaya atau dalam mencari makan.

Tahukah Anda Semut Rangrang adalah Serangga yang Sangat Cerdas?

Semut rangrang merupakan serangga yang spesial, unik, dan cerdas. Layaknya makhluk sosial lainnya, semut rangrang dalam melakukan segala kegiatannya selalu bergotong royong, seperti misalnya membangun sarang baru, mencari makan, membersihkan sarang dari sisa pakan, mempertahankan koloni dari serangan musuh, dan segala aktivitas lainnya. Sebagai makhluk sosial, semut rangrang memiliki sifat yang sangat unik dan menarik, yaitu cerdas, kuat, gesit, disiplin, dan pemberani.

Dalam mengusir pengganggu, semut rangrang tidak gentar menyerang organisme lain yang mengganggu meskipun ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari ukuran tubuh semut rangrang. Semut rangrang memiliki gerakan yang gesit dan dapat berlari naik turun pohon sepanjang waktu dalam mencari makan. Jika ada pekerjaan yang tidak bisa dilakukan sendiri, maka semut rangrang akan melakukannya secara berkelompok dengan penuh tanggung jawab hingga pekerjaan itu selesai dan mereka tidak akan pergi meninggalkan kelompoknya, seperti misalnya sedang menganyam daun untuk membangun sarang di pohon.

Semut rangrang adalah serangga yang sangat cerdas. Kelompok semut rangrang membangun sistem komunikasi di antara mereka dengan mengeluarkan zat feromon yang memiliki bau yang khas dan menyengat dan sentuhan tertentu. Dalam waktu singkat semua anggota kelompok dapat mengetahui apabila terjadi sesuatu dalam kelompoknya dan mereka akan langsung melakukan pembagian tugas apa yang harus dilakukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, semut rangrang digunakan sebagai predator alami dalam mengatasi hama pada perkebunan tropis untuk meningkatkan produksi tanaman karena sifatnya yang agresif. Pemanfaatan semut rangrang sebagai pengendali hama telah dilakukan oleh para petani mete di Australia dan petani kakao di Vietnam. Semut rangrang juga dapat dimanfaatkan langsung sebagai sumber protein bagi para pecinta burung ocehan, yaitu telurnya yang dikenal dengan sebutan kroto.

Berikut ini Anggota Koloni Semut Rangrang pada Sarang di Alam:

1. Kroto (telur, larva, dan pupa)

Di alam ratu semut rangrang dapat menghasilkan telur sebanyak 240 hingga 700 butir per hari secara terus-menerus selama kurang lebih satu tahun. Telur-telur ini akan disebarkan ke seluruh sarang oleh semut pekerja dengan menempelkan setiap telur ke dinding sarang. Dengan mengabsorsi oksigen di udara sekitarnya, kandungan protein dalam telur akan tumbuh menjadi embrio yang dibantu suntikan nutrisi berupa fruktosa oleh semut pekerja sampai menjadi larva dan akan menetas pada hari ke-16. Kulit bagian luar telur dimanfaatkan oleh semut dewasa untuk membuat jaring-jaring sutera yang digunakan untuk membuat ruang atau kamar-kamar di dalam sarang.

2. Raja dan Ratu semut

Ratu semut dan semut jantan berperan sangat penting dan sangat menentukan dalam  pekerbang-biakan sebuah koloni. Dari ratu akan dihasilkan semua elemen koloni, seperti calon  ratu, semut jantan, semut penjaga, maupun semut pekerja. Dibutuhkan kurang lebih 6 bulan terhitung setelah menetas bagi calon ratu untuk dapat mencapai kematangan dalam proses reproduksi

3. Semut Jantan

Semut jantan memiliki ukuran kurang lebih 1 cm dengan tubuh berwarna coklat tua dan memiliki sayap yang dapat digunakan untuk terbang. Umur semut jantan dewasa yang telah siap kawin yaitu antara 64 sampi 71 hari, dan akan mati setelah melakukan perkawinan selama 1-7 hari, dengan menempatkan sel telur ke dalam perut ratu semut dan calon ratu dewasa.

4. Ratu Semut Rangrang

Ratu semut rangrang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari semut jantang, yaitu kurang lebih sekitar 2 cm panjangnya dengan tubuh berwarna coklat tua dan sayapnya telah lepas. Ratu semut akan mulai bertelur dalam  sarang dengan suhu  23 hingga 27 derajat Celcius.
Jangan lupa baca juga:
Ciri-Ciri Ratu Semut Rangrang

5. Calon Ratu Dewasa

Calon ratu semut yang telah dewasa memiliki ukuran tubuh antara 15-16 mm dengan tubuh berwarna coklat dan masih memiliki sayap hingga saatnya dikawin oleh semut jantan dan sayapnya akan lepas yang menandakan siap bertelur. Calon ratu dewasa yang siap/sudah dibuahi biasanya menempati sarang turunan dalam koloni sebelum akhirnya terbang keluar sarang, menetap di wilayah baru yang ditandai dengan terlepasnya sayap dan akan membentuk koloni baru.

Di dalam sarang induk sebuah koloni besar ketika ratu tidak lagi bertelur, akan terjadi kompetisi dan seleksi dengan mekanisme yang sangat rumit dari beberapa calon ratu dewasa yang siap/sudah dibuahi untuk memilih ratu. Kadang terjadi pembantaian oleh semut penjaga terhadap calon ratu dewasa yang tidak terpilih dan tidak berhasil terbang keluar sarang.

6. Calon Ratu Muda

Calon ratu semut yang masih muda berukuran antara 15-16 mm dengan tubuh berwarna hijau kecoklatan dan masih memiliki sayap. Apabila dalam  koloni terdapat beberapa sarang turunan, perpindahan sarang yang dilakukan oleh calon ratu muda biasanya tidak akan diterima oleh semut penghuni sarang tersebut, meskipun masih dalam satu koloni.

7. Semut Prajurit

Semut prajurit ukurannya sekitar 8-10 mm dengan tubuh berwarna coklat tua, tidak bersayap, serta memiliki sifat lebih agresif dari semut lain. Semut prajurit menghabiskan sebagian besar waktunya berada diluar sekitar sarang, untuk melindungi anggota koloni dari benda/makhluk asing yang dianggap sebagai predator atau musuh yang membahayakan koloninya.

8. Semut Pekerja

Semut pekerja berukuran lebih kecil, yaitu antara 8-10 mm dengan tubuh berwarna coklat dan tidak bersayap. Semut pekerja bertugas memindahkan telur dan larva agar mendapat oksigen yang cukup, memperbesar atau membuat sarang baru disaat koloni semakin besar, serta mencari dan memberi makan seluruh elemen koloni.

Jika sebuah koloni tidak memiliki sang ratu semut, maka semut pekerja akan bertelur. Jika tidak dibuahi, telur yang dihasilkan oleh semut pekerja tidak akan menetas. Hal ini dilakukan bukan untuk menambah besar koloni, tetapi semut mengambil manfaat dari cairan yang dikeluarkan telur untuk membuat jaring-jaring pengikat sarang mereka.

Jangan lupa baca juga:
Readmore → Tahukah Anda Semut Rangrang adalah Serangga yang Sangat Cerdas?

Benarkah Ratu Semut Merupakan Anggota Koloni yang Paling Penting?

Benarkah Ratu Semut Merupakan Anggota Koloni yang Paling Penting? - Setiap anggota koloni dalam kerajaan semut rangrang, memiliki tugas dan tanggung jawab sensiri-sendiri. Misalnya tugas dalam membangun dan mengembangkan koloninya. Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah ratu semut rangrang. Ratu semut merupakan anggota koloni yang memegang peranan sangat penting yang berperan sebagai produsen kroto.

Ratu semut rangrang biasanya bisa dijumpai pada koloni semut rangrang yang terdiri dari beberapa sarang pada sebuah pohon. Biasanya ratu semut rangrang terdapat pada sarang yang posisinya paling atas, sedangkan sarang lainnya biasanya hanya digunakan sebagai tempat pertahanan dan transit ketika para semut pekerja mencari dan mengumpulkan makanan.

Pada musim kemarau, di setiap koloni semut rangrang terdapat satu ekor ratu semut, namun pada musim penghujan biasanya lebih dari satu. Namun pada musim penghujan kehidupan ratu semut rangrang sangat terancam. Benarkah demikian? Silahkan baca pada:
Tahukah Anda Populasi Semut Rangrang Menurun Ketika Musim Hujan?

Ratu semut memiliki bentuk yang sangat besar bila dibandingkan dengan semut rangrang biasa, sehingga mudah sekali dibedakan. Ukuran bentuk ratu semut rangrang panjangnya bisa mencapai 1,5 cm (15-17 mm) dengan warna tubuh kuning kehijauan dengan tubuh bagian perut menggelembung yang berisi calon telur yang siap dikeluarkan.

Ratu semut biasanya terdapat pada tempat yang sangat tinggi agar terhindar dari gangguan musuhnya. Hal ini juga agar aman dalam menghasilkan kroto. Telur yang dihasilkan ratu semut, kemudian akan diletakkan pada sarang-sarang lainnya oleh para semut prajurit. Ratu semut biasanya berada pada sarang yang cukup besar dan terlindung oleh dedaunan yang telah mengering. Umur ratu semut lebih lama dari umur semut lainnya.

Ratu semut rangrang memegang peranan yang sangat penting dalam perkerbangbiakan sebuah koloni. Dari ratu akan dihasilkan semua elemen koloni, seperti calon  ratu, semut jantan, semut penjaga, maupun semut pekerja. Waktu yang dibutuhkan oleh seekor ratu hingga dapat bertelur adalah kurang lebih 6 bulan sejak menetas.

Ciri-ciri ratu semut rangrang adalah memiliki ukuran panjang antara 15-17 mm dengan tubuh berwarna kuning kehijauan hingga coklat tua dan tidak memiliki sayap. Ratu akan mulai bertelur dalam sarang dalam kondisi suhu  23-27 derajat Celcius dengan intensitas cahaya sebesar 0,01-0,06 lm/m2.

Sebelum menjadi ratu, calon ratu biasanya berukuran antara 15-16 mm dengan tubuh berwarna coklat dan masih mempunyai sayap. Calon ratu dewasa yang telah dibuahi selanjutnya akan menempati sarang turunan dalam koloni sebelum akhirnya terbang keluar sarang, menetap di wilayah baru yang ditandai dengan terlepasnya sayap dan akan membentuk koloni baru.

Di dalam sarang induk sebuah koloni besar ketika ratu tidak lagi bertelur, akan terjadi kompetisi dan seleksi dengan mekanisme yang sangat rumit dari beberapa calon ratu dewasa yang telah dibuahi untuk memilih ratu. Kadang terjadi pembantaian oleh semut penjaga terhadap calon ratu dewasa yang tidak terpilih dan tidak berhasil terbang keluar sarang.

Sebelum menjadi ratu, calon ratu muda berukuran antara 15-16 mm dengan tubuh berwarna hijau kecoklatan dan bersayap. Jika dalam sebuah koloni terdapat beberapa sarang lainnya, perpindahan sarang yang dilakukan oleh calon ratu muda biasanya tidak akan diterima oleh semut penghuni sarang tersebut, meskipun masih dalam satu koloni.

Jangan lupa baca juga:
Readmore → Benarkah Ratu Semut Merupakan Anggota Koloni yang Paling Penting?

Tahukah Anda Populasi Semut Rangrang Menurun Ketika Musim Hujan?

Tahukah Anda Populasi Semut Rangrang Menurun Ketika Musim Hujan? - Kehidupan semut rangrang di alam sering terganggu, misalnya oleh ulah manusia maupun oleh alam itu sendiri. Ketika musim hujan populasinya akan menurun dengan drastis. Populasi semut rangrang di alam akan menurun tajam ketika musim penghujan tiba. Pada musim penghujan, air akan banyak menggenang dan semut rangrang tidak kuat dengan genangan air dan bisa menyebabkan kematian.

Anggota sebuah sarang atau koloni semut rangrang yang banyak mati adalah semut pekerja yang kesehariannya bertugas di luar sarang untuk mencari dan mengumpulkan makanan keluarganya. Maka para semut pekerjalah yang tidak dapat bertahan hidup karena terpaan air hujan yang terkadang sepanjang hari turunnya.

Mengapa Populasi Semut Rangrang Menurun Drastis di Alam Ketika Musim Hujan?

Semut prajurit dan anggota koloni lainnya sedikit dapat bertahan karena mereka kebanyakan tinggal di dalam sarang untuk menjaga dan merawat ratu semut rangrang, sehingga mereka selamat dari terpaan dan genangan air hujan.

Selama musim penghujan, semut rangrang dan anggota koloninya akan bertahan dengan persediaan makanan yang mereka kumpulkan pada saat tidak hujan. Selama musim hujan mereka hanya mencoba untuk bisa bertahan agar selamat.

Apa saja makanan semut rangrang? Silahkan baca pada:
Jenis Pakan Disukai Semut Rangrang

Untuk dapat bertahan dari air hujan, biasanya semut rangrang membuat sarang yang banyak jumlahnya dalam satu pohon, selain untuk bertahan dari gangguan, juga untuk berlindung dari air hujan.

Jangan lupa baca juga:
Readmore → Tahukah Anda Populasi Semut Rangrang Menurun Ketika Musim Hujan?

Friday, October 10, 2014

Dari Mana Asal Mula Terjadinya Koloni Semut Rangrang? (Siklus Hidup Semut Rangrang)

Dari Mana Asal Mula Terjadinya Koloni Semut Rangrang? (Daur Hidup Semut Rangrang) - Berikut ini sekilas tentang siklus hidup semut rangrang dalam membentuk sebuah koloni. Sebelum memulai budidaya semut rangrang, maka sebaiknya kita mengetahui dulu proses hidup dan kehidupan semut rangrang, agar kita memahami benar apa yang akan kita lakukan dalam melakukan penangkaran secara modern menggunakan sarang toples pada rak budidaya di rumah.

Semut rangrang memiliki daur hidup yang unik. Semut rangrang berkembang biak dengan cara bertelur tidak melahirkan. Dari telur tersebut semut rangrang tidak langsung menetas menjadi semut rangrang melainkan melalui siklus atau daur yang agak lama di dalam koloni atau sarangnya, oleh karena itu semut rangrang harus bisa menjaga koloninya selama proses siklus tersebut.

Semut rangrang merupakan hewan berjenis serangga yang sangat agresif karena harus melindungi sarangnya yang di dalamnya terdapat anggota koloninya yang bermacam-macam dari serangan musuhnya.

Kehidupan koloni semut rangrang dimulai dari seekor ratu semut yang telah dikawini dan kemudian bertelur sepanjang hidupnya untuk berkembang biak. Semut rangrang adalah hewan yang merupakan serangga yang memiliki sifat sosial yang tinggi yang hidup di pohon-pohon, baik di hutan, perkebunan, ataupun pemukiman di pedesaan.

Ratu semut rangrang setelah dikawini oleh pejantan, kemudian akan bertelur guna membentuk sebuah koloni baru dengan sarang baru pula. Telur semut rangrang atau kroto dari sang ratu akan dirawat supaya berkembang menjadi larva dan pupa yang kemudian menjadi semut rangrang sempurna.

Untuk mengetahui ciri-ciri ratu, bisa kita baca pada:

Selain ratu, anggota koloni semut rangrang lainnya adalah semut betina yang mandul yang bertugas menjadi semut pekerja. Anggota koloni semut rangrang lainnya adalah semut prajurit yang jumlahanya mencapai ratusan bahkan hingga ribuan.

Dalam mempertahankan kehidupannya, semut rangrang hidup secara berkelompok dengan saling membantu. Demikian juga dalam membuat sarangnya, semut rangrang menggunakan semacam benang halus yang memiliki perekan layaknya lem yang digunakan untuk merajut dedaunan menjadi sarang berbentuk ruangan.

Semut rangrang sering bersarang pada pohon yang tinggi dengan daun lebar dan lentur atau bersarang pada pohon yang berdaun kecil  tetapi jumlahnya banyak sehingga mudah dijalin menjadi sarang.

Sarang baru yang dihuni ratu akan memproduksi kroto besar-besaran untuk perkembangbiakan koloni tersebut. Dalam bertelur, ratu dilindungi oleh para semut prajurit, sementara semut pekerja bertugas mengumpulkan makanan untuk suplai sang ratu dalam memproduksi kroto.

Dalam mengumpulkan makanannya, semut rangrang memiliki kebiasaan unik, yaitu memelihara kutu atau kepik hijau yang dapat mengeluarkan cairan manis sebagai makanan semut rangrang. Cairan manis yang telah terkumpul akan dibawa ke dalam sarang sebagai suguhan sang ratu. Hewan yang dipelihara semut rangrang sebagai sumber makanan di antaranya adalah:
  1. Kutu putih
  2. Kutu sisik hijau
  3. Kutu sisik putih
  4. Kutu persik putih
  5. Kutu bor
  6. Kutu daun
Readmore → Dari Mana Asal Mula Terjadinya Koloni Semut Rangrang? (Siklus Hidup Semut Rangrang)

Saturday, February 15, 2014

Cara Penempatan Semut Rangrang dari Alam Beda Koloni

Cara Penempatan Semut Rangrang dari Alam Beda Koloni - Budidaya kroto memang masih menjadi peluang yang sangat menggiurkan saat ini. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena sering adanya komentar dan atau pertanyaan para pengunjung pada blog saya yang jelek ini budidayakrotos.blogspot.com.

Menanggapi komentar Mas Anonymous, tentang Cara Penempatan Semut Rangrang dari Alam yang berbeda Koloni atau berbeda pohon dan jaraknya jauh.

Bunyi komentarnya, "menurut saya klo menempatkan beda koloni dalam satu tempat akan terjadi perang antar semut, jadi antar koloni yg berbeda harus dikasih penghalang agar tidak saling bertemu"

Benar pendapat Mas Anonymous, bahwa 2 koloni semut rangrang yang berbeda, jika disatukan akan saling membunuh, akan terjadi perang antar koloni, karena insting mereka yang tidak ingin diganggu dan akan mempertahankan wilayah koloninya meski nyawa taruhannya.

Dengan kondisi seperti itu, kitalah para peternak yang dirugikan, karena kematian akibat perang antar koloni tersebut bisa mencapai 50% atau bahkan 70%.

Untuk menghindari hal itu, maka, ketika kita mendapatkan koloni baru dari alam, atau dari membeli, adalah:
  1. Sebaiknya kita tempatkan pada rak yang berbeda, dengan tujuan untuk menghindarkan terjadinya perang antar koloni.
  2. Jika terpaksa harus menempatkan koloni baru tersebut pada rak yang sudah berpenghuni, maka, sebaiknya:
  • Koloni baru tersebut di tempatkan pada rak paling bawah.
  • Koloni lama di tempatkan pada rak di atasnya.
  • Kemudian pada kaki rak antara rak paling bawah dan atasnya kita beri pembatas agar semut rangrang yang baru tidak naik ke rak kedua.
  • Ingat, insting semut rangrang akan berjalan ke atas untuk mencari makan.
  • Pembatas yang digunakan bisa kita buat dengan menggunakan kain yang dilumuri dengan oli bekas, kemudian diikatkan melingkar pada setiap kaki rak antara rak paling bawah dengan rak atasnya.
Dari 2 cara di atas, menurut saya, cara yang lebih baik adalah cara yang pertama, yaitu menempatkan koloni semut rangrang yang baru pada rak yang baru pula, atau rak yang belum ada penghuninya, sehingga kita tidak merasa was-was akan terjadi perang antar koloni.

Demikian tanggapan saya atas komentar tentang Cara Penempatan Semut Rangrang dari Alam Beda Koloni pada budidaya kroto.

Semoga bisa membantu, dan mohon bagi pengunjung yang budiman, sudilah kiranya untuk menambahkan, memberi masukan, komentar, dan pertanyaannya pada kotak komentar di bawah ini, agar informasi tentang budidaya kroto ini bisa semakin lengkap dan bermanfaat bagi para pembaca.

Readmore → Cara Penempatan Semut Rangrang dari Alam Beda Koloni