Showing posts with label Budidaya Kroto. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Kroto. Show all posts

Wednesday, November 5, 2014

Sejarah dan Asal Usul Semut Rangrang sebagai Serangga Pengendali Hama Tanaman

Sejarah dan Asal Usul Semut Rangrang sebagai Serangga Pengendali Hama Tanaman - Hampir semua orang pernah melihat semut rangrang yang memiliki warna tubuh merah. Semut rangrang telah dikenal di seluruh dunia yang memiliki nama ilmiah Oecophylla smaragdina. Semut rangrang memiliki sifat sangat agresif. Keagresifanya dimanfaatkan untuk mengendalikan hama tanaman.

Selain manfaat di atas, semut rangrang juga dapat menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan. Di alam, semut rangrang membangun sarangnya pada daun muda. Jumlah anggota koloni semut rangrang bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Koloni semut rangrang mempunyai daerah kekuasaan tertentu dan terkenal agresif dalam mempertahankan wilayahnya.

Semut Rangrang sangat unik dan berbeda dari jenis semut lainnya. Manusia telah menggunakan jasa mereka dalam perkebunan berabad-abad yang lalu. Tercatat, sekitar tahun 300 Masehi di Canton (China), semut rangrang dimanfaatkan untuk mengusir hama pada tanaman jeruk. Para petani jeruk di sana mengambil sarang-sarang semut rangrang dari hutan, memperjualbelikannya, lalu meletakkannya di pohon-pohon jeruk jenis unggul. Teknik yang sama tetap dilakukan sampai abad ke-12, dan masih diterapkan di selatan China sampai saat ini.

Sejarah dan Asal Usul Semut Rangrang sebagai Serangga Pengendali Hama Tanaman

Contoh lain pemanfaatan semut rangrang dalam mengendalikan hama tanaman adalah pada perkebunan kopi di Lampung, kita dapat menemukan koloni semut ini bersarang di daun-daun kopi. Ternyata, pada tanaman kopi yang ditempati sarang ini lebih baik keadaannya daripada tanaman yang tidak ditempati semut rangrang.

Seorang ahli serangga Ghana telah menggunakan jenis semut rangrang Afrika (Oecophylla longinoda) untuk mengendalikan hama tanaman cokelat. Keberadaan semut rangrang ternyata mampu mengurangi dua macam penyakit serius yang disebabkan oleh virus dan jamur, yaitu dengan jalan menyerang dan membunuh kutu daun yang menjadi penyebar penyakit ini. Kutu daun sangat merugikan, karena menghisap cairan tanaman sekaligus memakan jaringannya. Cara pengendalian hama seperti ini kita kenal sebagai “biological control” dan ini merupakan contoh tertua dalam sejarah pertanian.

Selain di Ghana, Thailand juga banyak memanfaatkan semut rangrang yang bisa dibaca pada:
Jika di Thailand Bisa Mengapa Indonesia Tidak?
 
Semut rangrang mempunyai perilaku yang kuat, yaitu pemberani. Semut rangrang dikenal berani menyerang organisme lain yang mengganggu meskipun ukuran tubuhnya 100 kali lebih besar dari mereka. Sebagai biokontrol ternyata sudah dilakukan pula oleh sebagian penduduk Indonesia, meskipun tidak besar-besaran. Misalnya jika pohon jambu atau pohon mangga di pekarangan terserang hama, mereka akan memindahkan sarang semut-semut rangrang ke pohon tersebut.

Masih banyak manfaat yang bisa kita ambil dari semut rangrang. Sifatnya yang sangat peka terhadap perubahan cuaca, telah digunakan oleh manusia sebagai indikator keadaan udara di suatu lingkungan. Semut rangrang menyukai lingkungan yang berudara bersih.

Semut rangrang tidak suka dengan adanya asap, seperti misalnya asap pabrik, asap kendaraan bermotor, dan asap pembakaran sampah. Oleh karena itu di kota-kota besar semakin sulit menemukan sarang semut rangrang di pepohonan.

Mengenal Kehidupan serangga yang berjasa ini memang cukup mengesankan. Serangga sosial ini membuat sarang di kanopi hutan-hutan tropis sampai kebun-kebun kopi maupun cokelat. Semut rangrang membentuk koloni yang anggotanya bisa mencapai 500.000 ekor, terdiri atas ratu yang sangat besar, anak-anak, dan para pekerja merangkap prajurit. Semuanya betina, kecuali beberapa semut jantan yang berperan kecil dalam kehidupan koloni. Semut-semut jantan itu segera pergi jika telah dewasa untuk melangsungkan perkawinan dengan terbang mencari mengawini ratu semut rangrang, lalu mereka tidak kembali lagi ke sarangnya.

Di antara anggota koloni, yang paling giat adalah kelompok pekerja. Mereka rajin mencari makan, membangun sarang, dan gigih melindungi wilayah mereka siang dan malam hari. Hampir setiap menit, salah satu pekerja memuntahkan makanan cair ke dalam mulut ratu. Mereka menyuapi ratu dengan makanan yang telah dilunakkan sehingga memungkinkan sang ratu menghasilkan ratusan telur per hari.

Jika ratu telah bertelur, para pekerja akan memindahkan telur-telur itu ke tempat yang terlindung, membersihkannya, dan memberi makan larva-larva halus jika telah menetas.

Semut Rangrang dikenal pula sebagai senyum penganyam, karena cara mereka membuat sarang seperti orang membuat anyaman. Sarang mereka terbuat dari beberapa helai daun yang dilekukkan dan dikaitkan bersama-sama membentuk ruang-ruang yang rumit dan menyerupai kemah. Dedaunan itu mereka tarik ke suatu arah, lalu dihubungkan dengan benang-benang halus yang diambil dari larva mereka sendiri.

Para pekerja bergerak bolak-balik dari satu daun ke daun lain membentuk anyaman. Hewan asing yang mencoba menyusup ke daerah sarang, akan mereka halau dengan sengatan asam format yang keluar dari kelenjar racun mereka. Kalau semut jenis lain sengaja membiarkan bahkan memelihara kutu daun hidup dalam wilayah kekuasaan mereka, maka semut rangrang justru sebaliknya. Mereka berusaha mati-matian menyingkirkan serangga lain yang hidup pada pohon tempat sarang mereka berada.

Oleh karena itu, jika kita membedah sarang mereka seringkali kita menemukan bangkai kumbang atau serangga lain yang lebih besar dari semut ini. Itulah keistimewaan yang dimiliki semut Rangrang sehingga membuat mereka memegang arti penting dalam pengendalian hama secara alami. Cukup sederhana, namun tidak berisiko terhadap lingkungan seperti halnya jika kita menggunakan insektisida kimia.

Jangan lupa baca juga:
Mana Saja Daerah Penghasil Kroto di Indonesia?
Readmore → Sejarah dan Asal Usul Semut Rangrang sebagai Serangga Pengendali Hama Tanaman

Friday, October 10, 2014

Dari Mana Asal Mula Terjadinya Koloni Semut Rangrang? (Siklus Hidup Semut Rangrang)

Dari Mana Asal Mula Terjadinya Koloni Semut Rangrang? (Daur Hidup Semut Rangrang) - Berikut ini sekilas tentang siklus hidup semut rangrang dalam membentuk sebuah koloni. Sebelum memulai budidaya semut rangrang, maka sebaiknya kita mengetahui dulu proses hidup dan kehidupan semut rangrang, agar kita memahami benar apa yang akan kita lakukan dalam melakukan penangkaran secara modern menggunakan sarang toples pada rak budidaya di rumah.

Semut rangrang memiliki daur hidup yang unik. Semut rangrang berkembang biak dengan cara bertelur tidak melahirkan. Dari telur tersebut semut rangrang tidak langsung menetas menjadi semut rangrang melainkan melalui siklus atau daur yang agak lama di dalam koloni atau sarangnya, oleh karena itu semut rangrang harus bisa menjaga koloninya selama proses siklus tersebut.

Semut rangrang merupakan hewan berjenis serangga yang sangat agresif karena harus melindungi sarangnya yang di dalamnya terdapat anggota koloninya yang bermacam-macam dari serangan musuhnya.

Kehidupan koloni semut rangrang dimulai dari seekor ratu semut yang telah dikawini dan kemudian bertelur sepanjang hidupnya untuk berkembang biak. Semut rangrang adalah hewan yang merupakan serangga yang memiliki sifat sosial yang tinggi yang hidup di pohon-pohon, baik di hutan, perkebunan, ataupun pemukiman di pedesaan.

Ratu semut rangrang setelah dikawini oleh pejantan, kemudian akan bertelur guna membentuk sebuah koloni baru dengan sarang baru pula. Telur semut rangrang atau kroto dari sang ratu akan dirawat supaya berkembang menjadi larva dan pupa yang kemudian menjadi semut rangrang sempurna.

Untuk mengetahui ciri-ciri ratu, bisa kita baca pada:

Selain ratu, anggota koloni semut rangrang lainnya adalah semut betina yang mandul yang bertugas menjadi semut pekerja. Anggota koloni semut rangrang lainnya adalah semut prajurit yang jumlahanya mencapai ratusan bahkan hingga ribuan.

Dalam mempertahankan kehidupannya, semut rangrang hidup secara berkelompok dengan saling membantu. Demikian juga dalam membuat sarangnya, semut rangrang menggunakan semacam benang halus yang memiliki perekan layaknya lem yang digunakan untuk merajut dedaunan menjadi sarang berbentuk ruangan.

Semut rangrang sering bersarang pada pohon yang tinggi dengan daun lebar dan lentur atau bersarang pada pohon yang berdaun kecil  tetapi jumlahnya banyak sehingga mudah dijalin menjadi sarang.

Sarang baru yang dihuni ratu akan memproduksi kroto besar-besaran untuk perkembangbiakan koloni tersebut. Dalam bertelur, ratu dilindungi oleh para semut prajurit, sementara semut pekerja bertugas mengumpulkan makanan untuk suplai sang ratu dalam memproduksi kroto.

Dalam mengumpulkan makanannya, semut rangrang memiliki kebiasaan unik, yaitu memelihara kutu atau kepik hijau yang dapat mengeluarkan cairan manis sebagai makanan semut rangrang. Cairan manis yang telah terkumpul akan dibawa ke dalam sarang sebagai suguhan sang ratu. Hewan yang dipelihara semut rangrang sebagai sumber makanan di antaranya adalah:
  1. Kutu putih
  2. Kutu sisik hijau
  3. Kutu sisik putih
  4. Kutu persik putih
  5. Kutu bor
  6. Kutu daun
Readmore → Dari Mana Asal Mula Terjadinya Koloni Semut Rangrang? (Siklus Hidup Semut Rangrang)

Apakah Sebenarnya Manfaat Semut Rangrang Bagi Manusia Itu?

Apakah Sebenarnya Manfaat Semut Rangrang Bagi Manusia Itu? - Semut Rangrang (Oecophylla Smaragdina) adalah serangga yang memiliki kemampuan yang laur biasa, yaitu mampu membuat sarang yang sangat unik di pohon terutama bagian pucuk sebagai markas utamanya. Semut rangrang memiliki senjata pertahanan sekaligus penyerangan yang sangat ampuh terhadap lawannya. Semut rangrang memiliki gigitan yang menyakitkan dan ampuh untuk mengusir musuhnya, karena racun yang dikeluarkanya mampu menyerang saraf.

Ciri-ciri fisik semut rangrang adalah memiliki tubuh besar memanjang bila dibandingkan dengan jenis semut lainnya, berwarna coklat kemerahan atau hijau. Semut rangrang adalah merupakan serangga sosial yang hidup dalam koloni. Spesies semut rangrang terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Oecophylla Smaragdina yang tersebar di India, Asia Tenggara sampai Australia dan Oecophylla Longinoda yang tersebar di benua Afrika.

Semut rangrang sebagai serangga sosial, segala aktivitasnya dilakukan secara bersama-sama oleh semua anggota koloni, misalnya mencari makanan, mencari tempat bersarang yang baru, penjelajahan wilayah, dan pengamanan koloni dari predator dan musuh.

Semut rangrang memiliki agresifitas yang sangat tinggi dan dikenal sebagai predator alami yang sangat efektif membasmi hama tanaman dan sering digunakan sebagai biokontrol agen pengendali hama pada perkebunan tropis untuk meningkatkan produksi tanaman, seperti yang dilakukan petani mete di Australia dan petani kakao di Vietnam.

Pada perkembangannya, semut rangrang tidak saja digunakan sebagai pengendali hama hayati, namun meluas pemanfaatannya sebagai sumber protein dan asam lemak, terutama larva semut yang dikenal dengan istilah kroto yang dapat dimakan langsung. Sebagai contoh di beberapa negara, semut rangrang mempunyai harga sangat tinggi karena memiliki citarasa yang khas sebagai cemilan.

Mengenai manfaat semut rangrang lainnya dapat dibaca pada:
Manfaat Semut Rangrang sebagai Predator Alami Pengusir Hama Tanaman

Harga kroto di Thailand Utara sangat tinggi, yaitu dua kali harga daging sapi yang berkualitas. di China dan India semut rangrang digunakan sebagai salah satu alat pengobatan herbal yang efektif. Sedangkan di Indonesia, kroto diburu dan dijual sebagai pakan burung ocehan yang memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan sangat digemari burung.

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa semut rangrang merupakan hewan yang istimewa, selain dapat dimanfaatkan secara tidak langsung terhadap kelestarian lingkungan kita sebagai predator alami, juga bisa dimanfaatkan secara langsung sebagai pakan burung yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi.

Autor: Mas Rin
Readmore → Apakah Sebenarnya Manfaat Semut Rangrang Bagi Manusia Itu?

Monday, September 15, 2014

Benarkah Budidaya Kroto Saat Ini Sulit Dilakukan?

Benarkah Budidaya Kroto Saat Ini Sulit Dilakukan - Siapa yang tidak ingin menikmati suksesnya budidaya kroto? Namun banyak di antara kita, terutama pembudidaya kroto baru yang mengalami kesulitan dalam budidaya kroto. Banyak sekali kendala yang mereka hadapi, termasuk juga saya.

Setelah sekian lama mencoba, bahkan hampir 2 tahun ini, dengan 2 kali percobaan, hasilnya masih belum terlihat memuaskan. Mungkin karena maksud budidaya kroto yang saya lakukan itu mencoba, jadi hasilnya juga coba-coba. Banyak yang menyampaikan di media online seperti di internet, bahwa budidaya kroto itu mudah dan dapat menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, namun pada kenyataannya, ternak semut rangrang sangat sulit dilakukan. Jangankan panen, supaya kroto dapat bertahan hidup saja susah.

Tidak mudah memang memindahkan makhluk hidup ke tempat lain yang bukan habitatnya. Banyak sekali yang harus diadaptasi, seperti misalnya:
  1. Tempat atau lingkungan yang baru
  2. Sarang baru
  3. Makanan baru
  4. Minuman baru
  5. Suasana baru
Baca juga: 2 Kendala Utama Budidaya Kroto

Kita, manusia saja, jika semalam saja tidur di tempat lain, rasanya gelisah. Mungkin semut rangrang juga merasa gelisah, namun sayangnya mereka tidak bisa bicara, sehingga kita tidak mengetahuinya kegundahan hati semut rangrang.

Saya sudah dua kali mencoba dalam budidaya semut rangrang:

Pertama:

Saya membeli bibit dari Yogyakarta 2 toples dengan harga pertoples Rp. 150.000,00. dengan modal Rp. 300.000,00 itu saya memulai budidaya kroto. Bibit datang lewat jasa pengiriman barang, segera saya tempatkan pada rak budidaya. Terlihat bagus memang, semut rangrang terlihat agresif mau memakan apa saja yang kita berikan. Di dalam toples terlihat banyak krotonya (telur semut rangrangnya). Ini merupakan harapan yang bagus.

Selang beberapa minggu, setelah kroto bawaan dari penjual menetas semua, mulai muncul permasalahan, yaitu tidak ada telur yang baru. Bukan hanya itu, semut rangrang menjadi susah makan. Lama-lama anggota koloni semakin berkurang, bukannya nambah malah berkurang. Mungkin sebagian mati dan sebagian keluar rak melalui kaki rak yang airnya sering kering tak terkontrol.

Akhirnya semut rangrang seharga Rp. 300.000,00 saya musnah, setelah 10 hari saya tinggal untuk berdagang di laut karena waktu itu hari raya Idul Fitri. Setelah selesai berdagang, semut rangrang telah habis, ternyata air di kaki rak mengering dan semut rangrang kabur semua.

Kedua

Saya kembali melakukan uji coba ternak semut rangrang. Kali ini dengan mengambil sarang langsung dari alam. Kebetulan di pohon dekat rumah saudara saya ada sarang yang cukup besar. Segera saya ambil dengan bantuan saudara saya. Sarang daun dari pohon segera saya letakkan di rak yang telah ada makanan, minuman, dan toplesnya.

Selang satu hari, semut rangrang telah menempati sarang barunya, terlihat banyak sekali krotonya di dinding toples bagian atas. Pakan saya beli dari pasar berupa ulat hongkong. Ketika baru pertama kali, semut rangrang terlihat lahap dan beringas menyantap ulat hongkong. Selang beberapa minggu kemudian sama seperti pada uji coba yang pertama, hasilnya setelah kroto menetas menjadi semut rangrang, tidak ada lagi telur baru.

Entah apa sebabnya, mungkin karena tempatnya kurang nyaman, makanannya kurang cocok, atau hal lain yang saya belum tahu.

Padahal, jika membaca artikel di internet terlihat mudah melakukan budidaya semut rangrang ini. Semua petunjuk dari internet sudah saya lakukan, dari mulai memberi pakan bermacam-macam dan lainnya. Namun hasilnya masih belum bisa saya peroleh.

Dari semua yang saya alami, ada beberapa hal penting yang harus kita lakukan dalam budidaya kroto, yaitu:
  1. Cari informasi sebanyak mungkin tentang cara budidaya kroto yang benar
  2. Jangan cuma membaca di internet, tapi berusaha untuk mendatangi langsung ke peternaknya
  3. Pelajari dan pahami semua ilmu tentang budidaya kroto dengan baik
  4. Jangan memulai budidaya kroto dengan membeli bibit, karena harganya tergolong mahal
  5. Jangan membeli bibit kroto jika kita belum tahu cara beternak kroto yang benar
  6. Lebih baik mulai dari yang kecil, mulai dari yang sedikit dengan mencari bibit kroto dari alam
  7. Pelajari segala kemungkinan
  8. Dan jangan pernah menyerah jika gagal, coba lagi, karena kegagalan adalah bagian dari kesuksesan
Hal ini juga sebelumnya telah saya tulis pada semutkrangrang.blogspot.com dengan harapan ada di antara teman yang telah sukses dalam budidaya kroto mau membagikan sedikit ilmunya untuk kesuksesan kita bersama.
Readmore → Benarkah Budidaya Kroto Saat Ini Sulit Dilakukan?

Benarkah Bisnis Kroto Memiliki Prospek Cerah Sekarang ini?

Benarkah Bisnis Kroto Memiliki Prospek Cerah Sekarang ini? - Siapa yang tak kenal dengan kroto? Kroto adalah telur semut rangrang. Kroto sudah bukan merupakan barang yang asing bagi kita. Bagi para peternak burung ocehan, para pecinta burung ocehan, dan para pemancing, kroto sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Kroto merupakan pakan burung yang sampai saat ini menjadi idola karena mutunya yang bagus dalam meningkatkan performa burung ketika manggung. Kroto bisa kita dapatkan dengan mudah di pasar atau toko pakan ternak/pakan burung.

Kroto yang dijual di pasaran selama ini adalah hasil tangkapan dari alam. Pasaran hanya mengandalkan para pencari kroto, sehingga ketika musim penghujan kroto menjadi sangat langka dan harganya akan sangat tinggi. Pada hari-hari besar tertentu juga kroto menjadi barang yang sangat langka, apalagi ketika hara raya Idul Fitri, karena para pencari kroto pada waktu itu akan libur.

Melihat kondisi yang demikian, beberapa orang berpikir keras untuk menemukan solusi kelangkaan kroto tersebut. Al hasil, terciptalah budidaya kroto secara modern. Pada awalnya memang susah, kendala awalnya adalah:
  1. Bagaimana cara memindahkannya dari alam ke penangkaran?
  2. Bagaimana cara membuat kandangnya/tempat budidayanya?
  3. Bagaimana pakannya?
  4. Bagaimana cara perawatannya?
  5. Bagaimana mengatasi gigitan semut rangrang?
  6. Bagaimana dan masih banyak bagaimana beternak semut rangrang?
Beberapa kendala di atas seperti yang tertulis pada blog: http://semutkrangrang.blogspot.com/

Bukan manusia namanya kalau nyerah begitu saja. Dengan Trial and Error, akhirnya ada beberapa orang yang berhasil menemukan caranya. Memang terasa asing mendengarnya, masa semut rangrang diternakan? Ada-ada saja. Bagi sebagian orang ini terlihat mustahil. bagi yang suka tantangan, ini akan menjadi sebuah tantangan yang menyenangkan, karena ada harapan jika berhasil menangkarkan semut rangrang kita akan bisa meraup hasil yang begitu melimpah karena harga kroto yang fantastis.

Dari waktu ke waktu harga kroto cenderung naik, berbeda dengan produk pakan burung lainnya yang harganya fluktuatif, harga kroto cenderung naik karena ketersediaanya di alam semakin menipis. Perburuan kroto yang tanpa memperdulikan kelestariannya menjadi penyebab utama menghilangnya habitat semut rangrang di alam.

Hal ini merupakan kerugian bagi para petani, pasalnya semut rangrang adalah predator alami bagi hama dan pengganggu pohon, terutama pohon buah. Dengan adanya semut rangrang di pohon, buah akan menjadi aman dari serangan ulat.

Berdasarkan beberapa alasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa budidaya kroto ternak semut rangrang akan menjadi sebuah peluang usaha yang menjanjikan yang memiliki prospek sangat cerah.

Jangan lupa baca juga:  10 Hal yang Membuat Prospek Budidaya Kroto sangat Menguntungkan

Readmore → Benarkah Bisnis Kroto Memiliki Prospek Cerah Sekarang ini?

Sunday, June 22, 2014

Harga Kroto sangat Mahal karena Sulitnya Ternak Kroto

Harga Kroto sangat Mahal karena Sulitnya Ternak Kroto - Bagaimana sebenarnya budidaya kroto atau ternak semut rangrang itu? Mudah atau sulit? Saya mengatakan bahwa ternak kroto itu sangat sulit dilakukan. Selama belajar ternak kroto, banyak sekali kendala yang saya alami. Awalnya saya membaca di internet bahwa ternyata kroto bisa diternak dan mudah pula caranya. Saya sangat tertarik, karena saya mengetahui bahwa harga kroto sangat tinggi. Saya pernah menjual kroto segar ke daerah Pekalongan. Kroto saya dapatkan dari para pencari di alam di daerah Kebumen, kemudian saya bawa ke Pekolongan. Waktu itu sudah lama, tepatnya tahun berapa tidak ingat, saya membeli dari pencari kroto dengan harga Rp. 25.000,00 per kg dan saya jual di Pekalongan di toko pakan burung dengan harga Rp. 60.000,00.

Setelah saya mencoba beternak kroto dengan modal awal membeli 2 toples semut rangrang seharga Rp. 300.000,00 sebagai modal awal, saya kemudian mulai merawatnya sesuai petunjuk cara budidaya kroto di internet. Namun selang 6 bulan kemudia semut rangrang saya mulai berkurang jumlahnya, bahkan setelah putus asa, saya biarkan saja dan akhirnya semut rangrang bubar karena air di kaki rak kering.

Harga Kroto sangat Mahal karena Sulitnya Ternak Kroto

Saya masih penasaran, kemudian saya membaca lagi di internet tentang cara budidaya kroto terbaru. Kemudian saya mencari bibit lagi di alam. Kali ini saya tidak mengeluarkan modal seperti pada waktu pertama kali, karena bibit saya dapatkan gratis dari alam. Alasan saya tetap mencoba budidaya kroto bisa kita baca pada: 10 Alasan Mengapa Memilih Budidaya Kroto.

Hingga saat ini koloni semut rangrang yang saya miliki tetap saja belum berkembang. Justru jumlah semut rangrangnya semakin sedikit. Mengapa bisa demikian? Saya berusaha mencari jawabannya dengan membaca di internet. Saya menemukan satu jawaban tegas pada sebuah blog orang Kebumen yang tidak mencantumkan alamat pemiliknya.

Di blog tersebut tertulis dengan tegas bahwa budidaya kroto sangat sulit dilakukan. Memang banyak artikel di internet yang mengatakan bahwa budidaya kroto itu mudah, tidak terkecuali pada http://budidayakrotos.blogspot.com ini. Padahal belum tentu yang menulis artikel tersebut telah sukses dalam budidaya kroto.

Artikel di blog budidayakrotos.blogspot.com ini saya tulis berdasarkan pengalaman dan apa yang saya lakukan selama ini dalam melakukan ternak semut rangrang. Bukan berarti blog ini saya tulis untuk membohongi para pembaca, karena saya belum berhasil panen.

Tujuan saya menulis artikel di blog ini adalah sekedar membagikan apa yang saya alami yang mungkin juga sebagai sharing informasi untuk menemukan teknik yang paling tepat dalam budidaya kroto agar bisa sukses. Meskipun sulit, saya tetap akan belajar dan mencoba terus untuk menemukan trik dan tips terbaru dalam ternak kroto ini.

Mungkin jika pemerintah turut mendukung, budidaya kroto akan bisa dikembangkan menjadi salah satu alternatif usaha masyarakat yang menguntungkan, namun sayangnya belum seperti pada tulisan saya sebelumnya yang bisa kita baca pada:
Readmore → Harga Kroto sangat Mahal karena Sulitnya Ternak Kroto

Friday, May 2, 2014

Sayangnya Budidaya Kroto Belum Tersentuh Pemerintah

Sayangnya Budidaya Kroto Belum Tersentuh Pemerintah - Hubungan antara peternak dengan pemerintah terjalin melalui dinas terkait, yaitu DISTANNAK Dinas Pertanian dan Peternakan. Dinas ini mengurusi tentang segala macam permasalahan bidang pertanian dan peternakan. Dalam bidang peternakan, pemerintah menyediakan fasilitas layanan berupa, ilmu dan teknik tentang budidaya peternakan, pakan ternak, olahan ternak, pasaran ternak, bahkan sampai pemberian bantuan ternak.

Ternak apa saja yang masuk dalam program pemerintah? Pemerintah memberdayakan masyarakat untuk melakukan budidaya ternak tertentu, seperti ternak besar, yaitu sapi dan kerbau termasuk kambing. Demikian juga dengan unggas, seperti bebek, ayam kampung, ayam pedaging, ayam petelur, dan unggas lainnya.

Sayangnya Budidaya Kroto Belum Tersentuh Pemerintah

Namun sayangnya, pemerintah belum menyentuh ternak-ternak kecil yang baru bermunculan atas ide kreatif masyarakat, seperti misalnya budidaya kroto dan jangkrik sebagai pakan burung ocehan.

Padahan jika dibandingkan, keuntungan yang diperoleh peternak dari ternak kecil ini lebih banyak dari pada ternak besar. Berikut ini perbandingan ternak kecil dan ternak besar:
  1. Dari segi masa panen, ternak kecil lebih cepat panen dari pada ternak besar.
  2. Dari segi modal, ternak kecil lebih ringan dari pada ternak besar.
  3. Dari segi tempat, ternak kecil tidak membutuhkan tempat yang luas dari pada ternak besar.
  4. Dari segi waktu perawatan, ternak kecil tidak membutuhkan waktu yang lama dari pada ternak besar.
  5. Dari segi SDM dan teknik budidayanya, ternak kecil lebih sederhana dan simpel dari pada ternak besar.
Dari ke-5 alasan tersebut di atas, semestinya pemerintah juga mulai melirik dan membina ternak-ternak kecil ini. Paling tidak pemerintan mau melakukan riset untuk menemukan teknik budidaya yang tepat dan baik agar hasilnya memuaskan, syukur-syukur juga mau menyediakan tambahan permodalan lewat Bantuan Sosial (BANSOS).

Memang peluang pasar ternak besar lebih luas dari pada ternak kecil seperti budidaya kroto ini yang pasarannya hanya dikalangan pecinta burung ocehan dan para pemancing saja, sedangkan ternak besar seperti sapi, kerbau, dan kambing pasarannya sangat luas, karena hampir semua manusia di muka bumi ini mengkonsumsi dagingnya.

Namun paling tidak, dengan ikut mendukung ternak kecil ini, pemerintah memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat, yang saat ini banyak yang kebingungan untuk melakukan usaha apa?

Demikian, semoga pemerintah ke depannya mau melirik usaha budidaya kroto sebagai peluang usaha yang menjanjikan penghasilan lumayan untuk mengurangi angka pengangguran di negara tercinta ini.


Readmore → Sayangnya Budidaya Kroto Belum Tersentuh Pemerintah

Thursday, May 1, 2014

Cara Mencari Uang dengan Budidaya Kroto 2014

Cara Mencari Uang dengan Budidaya Kroto 2014 - Banyak cara yang bisa kita tempuh untuk mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk kebutuhan keluarga. Sebagian orang mengeluh, betapa sulitnya mencari uang atau mencari penghasilan. Kita bisa maklum adanya, itu mungkin karena persaingan semakin ketat. Persaingan dalam mencari pekerjaan, persaingan dalam berbisnis, dagang misalnya, persaingan dalam usaha jasa, taylor, travel, barber shop, dan masih banyak lagi.

Untuk menghadapi persaingan tersebut di atas, ada beberapa solusi yang mungkin bisa kita gunakan untuk memperoleh penghasilan atau uang, salah satunya adalah dengan mengandalkan kroto sebagai sumber penghasilan. Bagaimana caranya kroto bisa mendatangkan penghasilan buat kita? Masa bisa kroto memberikan penghasilan buat kita?

Cara Mencari Uang dengan Budidaya Kroto 2014

Seperti kita ketahui bersama, sejak dulu kroto sudah diperdagangkan, yaitu sebagai pakan burung kicauan atau burung ocehan, seperti kacer, cucak rowo, jalak, anis, prenjak, dan jenis-jenis burung kicauan lainnya.

Dari hal yang mungkin kita anggap sepele tersebut (kroto) ternyata dapat mendatangkan penghasilan yang lumayan. Harga kroto (harga kroto tahun 2014 di tingkat pengecer sekitar Rp. 170.000,00 per kg) yang mahal telah membuka peluang usaha baru bagi yang mengetahuinya. Lalu kemudian bagaimana kita bisa mendapatkan uang dari kroto. Ada 2 cara yang bisa kita lakukan supaya bisa mendapatkan uang dari kroto, yaitu:
  1. dengan mencari kroto langsung dari alam dan dijual ke pasar burung atau toko pakan burung
  2. dengan melakukan budidaya kroto secara modern, yaitu budidaya kroto dengan media toples di rumah.
Mencari kroto langsung dari alam adalah cara cepat mendapatkan uang, namun di era sekarang ini menjadi sangat sulit untuk dilakukan. Keberadaan kroto di alam sudah semakin sedikit, bahkan bisa dikatakan hampir punah. Mengapa demikian? Pencarian kroto secara brutal dan besar-besaran menyebabkan rusaknya habitat alami semut rangrang di alam, sehingga perkembangbiakannya sangat terganggu. Namun di daerah tertentu, masih bisa ditemukan banyak sarang semut rangrang kroto di alam.

Selain mencari kroto langsung dari alam, melakukan budidaya kroto juga dapat mendatangkan penghasilan untuk kita. Budidaya kroto telah banyak dilakukan. Teknik budidaya kroto telah banyak ditulis oleh para peternak di internet. Memang ada beberapa yang menghendaki agar kita membeli panduan budidaya krotonya, baik yang berupa VCD budidaya kroto, maupun ebook cara beternak kroto.

Namun jangan khawatir, masih banyak para blogger yang bersedia memberikan ilmu tentang cara dan teknik budidaya kroto dalam toples secara gratis, silahkan browsing di internet, hasilnya banyak sekali blog yang menyajikan informasi tentang budidaya kroto secara gratis.

Untuk teknik atau cara budidaya kroto dalam toples selengkapnya, bisa kita pelajari atau baca-baca pada artikel lain di blog http://budidayakrotos.blogspot.com ini, bisa juga kita lihat di arsip blog, di sana kita bisa mencari apa yang kita perlukan.

Demikian Cara Mencari Uang dengan Budidaya Kroto 2014, semoga bisa membantu. Untuk memulai usaha budidaya kroto bisa kita baca pada:

Readmore → Cara Mencari Uang dengan Budidaya Kroto 2014

Friday, April 25, 2014

Budidaya Kroto Ternyata Sulit Dilakukan

Hari ini Jumat tanggal 25 April 2014 ada sebuah pertanyaan dari Mas Nur Hasyim S Anam yang ditulis pada kotak komentar pada postingan yang berjudul Budidaya Kroto Gak Ada Matinya yang berbunyi "Mas bro, saya tertarik mencoba budadaya kroto, tapi saya kesulitan karena ternyata praktek di lapangan tidak semudah angan-angan. Kalau boleh tau posisi mas bro di mana ya? Please help me!

Jawaban saya atas komentar tersebut adalah:

Sama Mas Broo, saya juga lagi belajar dan masih mempelajari tentang bagaimana agar bisa sukses budidaya kroto. Saya juga belum pernah panen, selama ini saya masih mengadakan observasi. Saya baru mempunyai 2 toples koloni semut rangrang, itu saya ambil dari alam langsung.

Budidaya Kroto Ternyata Sulit Dilakukan

Dulu tahun 2013 saya sudah pernah membeli bibit dari Jogja 2 toples Rp. 300.000,- Karena kesibukan, saya tidak bisa merawatnya, sehingga semut pada minggat, karena airnya yang ada di kaki rak kering.

Sekarang ini saya memulai lagi dengan mencari langsung dari alam. Saya sedang observasi, pakan apa yang cocok dan baik buat semut rangrang agar bisa berproduksi banyak. Jadi kesimpulannya, memang budidaya kroto masih sangat sulit untuk berhasil bagi pemula seperti saya.

Jika Mas Broo mau ke rumah saya, silahkan saja, tapi Mas Broo akan kecewa karena tidak seperti yang Mas Bro harapkan.

Apa yang saya tulis diblog ini adalah benar berdasarkan pengalaman saya selama ini, apa yang saya alami saya tuliskan semua, kecuali tentang penjelasan panen dan hasilnya yang belum saya tulis karena memang saya belum pernah panen.

Sekali lagi mohon maaf.

Jika ingin bersilaturahmi silahkan berkunjung ke rumah saya Mas, saya akan dengan senang hati menerima Mas Broo.

Alamat saya: Rinoto. Desa Tambaharjo. Kecamatan Adimulyo. Kabupaten Kebumen. Jawa Tengah.

Untuk memulai budidaya kroto, bisa kita baca pada:

Demikian Budidaya Kroto Ternyata Sulit Dilakukan, semoga bermanfaat.
Readmore → Budidaya Kroto Ternyata Sulit Dilakukan

Monday, February 10, 2014

Cara Budidaya Kroto Terbaru 2014 sebagai Peluang Usaha Bagus Mengatasi Pengangguran

Cara Budidaya Kroto Terbaru 2014 sebagai Peluang Usaha Bagus Mengatasi Pengangguran - Tahun 2014 ini merupakan tahun yang penuh tantangan dan mencemaskan. Bagaimana tidak? sulitnya mencari pekerjaan menjadi masalah sebagian orang. Untuk mngatasi kesulitan mencari pekerjaan, kita harus berusaha mencari peluang usaha swasta mandiri agar tidak tergantung pada orang lain.

salah satu peluang usaha tersebut yang memiliki prospek bagus di tahun 2014 ini adalah budidaya semut rangrang.

Cara Budidaya Kroto Terbaru 2014 sebagai Peluang Usaha Bagus Mengatasi Pengangguran

Bagaimana caranya? Berikut ini Cara Budidaya Kroto Terbaru 2014 sebagai Peluang Usaha Bagus Mengatasi Pengangguran.

Sebelum beternak atau budidaya kroto kita harus mengetahui dulu seluk beluk tentang semut rangrang atau kroto. Berikut ini penjelasannya.


Di alam bebas, sarang semut rangrang dihuni oleh:
  1. Ratu semut yang memiliki warna hijau muda kemerah-merahan yang bertugas menghasilkan telur.
  2. Semut pejantan yang bertugas mengawini ratu agar telurnya bisa menetas untuk memperbesar koloni.
  3. Semut pekerja besar yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan yang bertugas untuk mencari pakan, mempertahankan dan mengelola sarang, dan memperbesar koloni.
  4. Semut pekerja kecil yang bertugas merawat dan mengasuh semut-semut muda.
Tidak seperti manusia, semut rangrang tidak mengumpulkan pakan dalam sarangnya, tetapi mencari pakan langsung dari alam bebas dengan cara memerah cairan manis dari kutu-kutuan atau larva kupu-kupu, yang selanjutnya diangkut ke dalam sarang untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota koloni di dalam sarang.

Jika kita amati di alam, koloni semut rangrang tersebar di seluruh cabang pohon, bahkan sampai menyeberang ke pohon lain. Hal itu merupakan sifat semut rangrang yang selalu melebarkan sayapnya untuk membuat koloni sebanyak-banyaknya, agar mudah mencari makan dan berkembang biak.

Untuk memulai budidaya kroto agar sukses, kita harus bisa meniru keadaan sarang di alam, paling tidak mendekati keadaan habitat aslinya di alam. Berikut ini beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam budidaya kroto:
  1. Kandang berupa rak
  2. Sarang buatan berupa toples
  3. Peralatan berupa tutup toples sebagai tempat minum, sarung tangan karet, gunting tanaman
  4. Mencari sarang semut rangrang dari alam
  5. Setelah kita mendapatkan sarang, selanjutnya dilakukan pengadaptasian
  6. Pemindahansemut dari sarang daun ke toples
  7. Hal terpenting adalah pemelirahaan untuk mendapatkan hasil berupa kroto
Kandang


Kandang sebaiknya:
  1. Tidak terkena sinar matahari secara langsung dan terus-menerus
  2. Tempatkan rak atau kandang di tempat yang teduh, bersih, dan media tidak bersentuhan langsung dengan benda di sekelilingnya
  3. Jika kita mendapatkan sarang dari alam yang berbeda lokasi, maka kita harus menempatkan koloni tersebut pada rak yang berbeda agar tidak terjadi perang antar koloni karena idra penciuman mereka sangat tajam untuk mengenali mana teman sekoloni dan yang bukan
  4. Posisikan rak jauh dari lalu lalang penghuni rumah
  5. Tempat/ruangan rak harus bebas dari semut lain atau hewan pengganggu yang lainya seperti tikus dan kucing
  6. Terhindar dari cahaya langsung karena semut rangrang suka tempat yang gelap untuk berkembang biak
Membuat Rak
  1. Rak dapat dibuat bersusun dengan kaki 4 dan masing-masing kaki diberi ember berisi air untuk membatasi agar semut tidak keluar dari rak.
  2. Gunakan ember atau wadah lainnya yang cukup besar, agar bibir ember atau wadah lainnya jauh dari kaki rak.
  3. Mengapa bibir ember harus jauh dari kaki rak? Semut rangrang bisa membuat jembatan hidup yang menghubungkan kaki rak dengan bibir ember, sehingga semut rangrang bisa kabur dengan melewati jembatan hidup itu.
  4. Jembatan hidup itu terbuat dari susunan semut rangrang yang saling membantu mencapai bibir rak dengan saling bertumpuk dan maju sedikit demi sedikit yang akhirnya sampai ke bibir ember.
Membuat Sarang Buatan dari Toples



Untuk cara membuat sarang buatan dari toples, bisa anda baca pada postingan saya terdahulu yang bisa anda temukan pada arsip (archives) atau daftar isi blog ini.

Cara Memindahkan Semut rangrang dari sarang daun dari alam ke sarang toples juga bisa anda baca pada postingan saya terdahulu yang bisa anda temukan pada arsip (archives) atau daftar isi blog ini.

Pemeliharaan

Bagian terpenting dalam suatu budidaya adalah pemeliharaan. Tujuan pemeliharaan adalah agar semut rangrang bisa selalu dalam keadaan sehat sehingga mampu berproduksi banyak dalam waktu yang lama.

Syarat pemeliharaan yang baik adalah:
  1. Jaga selalu kebersihan kanda, rak, dan sarang toples dari segala macam kotoran, seperti sisa pakan yang tidak habis.
  2. Pemberian pakan jangan sampai terlambat, agar semut rangrang tidak mengalami kelaparan yang akibatnya semut bisa saling bunuh.
  3. Keterlambatan pemberian pakan juga bisa berakibat semut rangrang tidak dapat berproduksi secara maksimal.
  4. Pakan harus selalu tersedia dan baru, maksudnya pakan harus selalu ada dan jika pakan yang ada sudah lama, maka harus diganti dengan yang baru, karena semut rangrang di alam menyukai makanan yang masih segar dan baru.
  5. Seperti halnya ternak lainnya, semut rangrang juga membutuhkan air untuk minum.
  6. Air yang dibutuhkan semut rangrang untuk minum adalah cairan manis yang bisa kita buat dengan menggunakan gula pasir yang diberi sedikit air agar mencair tetapi kental.
Perkembangbiakan

Untuk dapat berproduksi maksimal sehingga menghasilkan kroto yang banyak, sarat utamanya adalah memiliki banyak koloni atau sarang toples.

Cara agar memiliki banyak sarang adalah dengan mencari sarang dari alam sebanyak-banyaknya.

Jika tidak bisa karena memang habitat asli di alam sudah mulai menghilang, maka kita bisa memproduksi sendiri, yaitu dengan membiarkan kroto menetas menjadi semut rangrang, sehingga anggota koloni semakin banyak dan padat.

Jika anggota sebuah koloni toples semakin banyak dan padat, maka kita harus menempatkan toples kosong di samping koloni yang telah padat tersebut agar semut rangrang berpindah sebagian dari koloni ke koloni baru untuk dapat berkembang biak secara maksimal.

Demikian sedikit cara budidaya semut rangrang penghasil kroto, mudah-mudahan bisa membantu.

Jika ada yang kurang jelas, silahkan tulis pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini.
Jika ada yang memiliki cara budidaya kroto lebih baik dari saya, mohon sudilah kiranya sharing di kotak komentar di bawah ini.

Mari kita saling bertukar pengetahuan dan pengalaman, agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dan menjadi ilmu yang berguna sehingga memberikan pahala bagi kita baik di dunia ini maupun sampai diakhirat nanti, amiin.

Readmore → Cara Budidaya Kroto Terbaru 2014 sebagai Peluang Usaha Bagus Mengatasi Pengangguran

Sunday, November 3, 2013

2 Pakan Semut Rangrang Budidaya Kroto

Budidaya kroto adalah salah satu peluang usaha yang menguntungkan dala budidaya peternakan saat ini. Salah satu keuntungannya adalah pakan yang diperlukan sangat murah dan mudah didapatkan. Ada 2 macam Pakan Semut Rangrang dalam Budidaya Kroto, yaitu dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu:
  1. Protein
  2. Gula
Pakan Semut RangrangYang Pertama adalah Protein

Makanan semut rangrang dalam budidaya kroto yang utama adalah protein karena semut rangrang lebih suka protein sebagai pakannya dari pada gula. Protein sebagai pakan semut rangrang diperoleh dari ulat, daging, tulang, ikan, ayam, tikus dan serangga seperti jangkrik, capung, belalang, dan masih banyak lagi. Para prajurit semut rangrang mencari makanan kemudian membawanya ke dalam sarang untuk kebutuhan makan seluruh anggota koloni, baik untuk bertahan hidup maupun untuk perkembangbiakan.

2 Pakan Semut Rangrang Budidaya Kroto

Semut rangrang di alam sangat menguntungkan bagi manusia karena semut rangrang dapat memangsa berbagai jenis hama, misalnya ngengat yang aktif pada malam hari maupun yang bersembunyi di bawah daun pada siang hari.

Pakan Semut Rangrang yang Kedua adalah Gula

Seperti halnya semut-semut lainnya, semut rangrang juga memerlukan gula. Biasanya semut rangrang mencari cadangan gula dari embun madu yaitu cairan yang dikeluarkan oleh serangga pengisap cairan tanaman yang lebih dikenal dengan nama nektar. Cairan embun madu digunakan sebagai energi tambahan untuk pembuatan sarang.

Kalau kita perhatikan di alam, sarang baru semut rangrang terbuat dari daun-daun muda di pucuk pohon.
Mengapa demikian?
Jawabannya adalah karena daun-daun muda dihuni oleh serangga penghasil embun madu seperti kutu daun, kutu perisai, dan kutu putih yang sekaligus nantinya dimanfaatkan oleh semut rangrang sebagai sumber makanan di dalam sarang.

Untuk memenuhi kebutuhan zat gula pada budidaya kroto, bisa diberikan dengan cairan gula yang kental dan ditempatkan pada wadah yang kecil, misalnya tutup galon air minum dan wadah kecil lainnya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, budidaya kroto sangatlah mudah dilakukan dan tidak memerlukan biaya yang banyak seperti halnya budidaya lele dan ternak lainnya.

Syarat yang mutlak dibutuhkan adalah ketelatenan dan ketekunan.

Demikian 2 Pakan Semut Rangrang Budidaya Kroto, semoga bermanfaat

Readmore → 2 Pakan Semut Rangrang Budidaya Kroto

Tuesday, October 8, 2013

Penyebab Tingginya Harga Kroto

Penyebab Tingginya Harga Kroto - Orang menyebutnya "Kroto" adalah larva dan pupa dalam proses metamorfosis semut dari telur menjadi semut. Kroto pada masyarakat umum adalah telur semut rangrang yang berwarna putih seukuran beras. Kroto digunakan untuk pakan burung berkicau, sebagian orang menggunakan kroto untuk umpan memancing. Konsumen kroto rata-rata adalah para penghobi yang mereka akan membeli kroto dengan harga seberapapun yang penting kesenangannya terpenuhi.

Hal itu yang menyebabkan harga kroto di pasaran semakin melambung. Sementara kroto hasil pencarian dari alam semakin sedikit. Hal ini menarik sebagai peluang usaha yang menjanjikan dengan budidaya kroto.

Kandungan protein pada kroto sangat tinggi dan vitamin untuk menjaga kesehatan dan stamina burung kicauan. Kroto adalah pakan paling berkualitas untuk burung kicauan meskipun di pasaran telah banyak dijual pakan burung buatan, namun penggunaan kroto sebagai pakan burung tetap menjadi pilihan utama karena masih alami.

Semut rangarang bersarang pada pohon, baik yang tinggi, maupun pohon yang rendah. Semut rangrang biasanya bersarang pada pohon jambu, mahoni, rambutan, mangga, jati, sukun, mengkudu, dan lain-lain.

Berkurangnya populasi semut rangrang di alam sangat merugikan kita, karena semut rangrang adalah predator alami yang dapat memberantan hama pengganggu tanaman, khususnya tanaman buah. Tanaman yang dihuni oleh semut rangrang biasanya tidak terserang ulat karena semut rangrang akan memakan ulat dan hama lain yang mengganggu dan menyerang tanaman.

Kroto merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat sebagai penghasilan tambahan, sehingga banyak masyarakat yang berlomba berburu kroto yang memiliki harga selangit ini. Sebenarnya ini merugikan bagi alam, pengambilan kroto dari alam akan mengganggu kelestarian populasi semut rangrang, yang akibatnya predator alami menjadi berkurang dan justru hama tanaman yang akan timbul.

Berdasarkan alasan di atas maka bermunculan ide kreatif untuk melakukan budidaya kroto. Untuk mengetahui bagaimana cara budidayanya, dapat dibaca pada:

Cara Memulai Budidaya Kroto

5 Cara Memulai Budidaya kroto

Demikian Penyebab Tingginya Harga Kroto, semoga bermanfaat.

Readmore → Penyebab Tingginya Harga Kroto

Tuesday, October 1, 2013

2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam - Kelangkaan sarang semut rangrang di alam dipicu oleh beberapa hal. Berikut ini penyebab kelangkaan sarang semut rangrang di alam yang telah dirangkum menjadi 2 penyebab kelangkaan kroto di alam.
  1. Perburuan secara sembrono. Semakin banyaknya para pemburu kroto di alam menyebabkan persaingan perburuan yang semakin banyak, sehingga menyebabkan periode pengambilan kroto yang terlalu cepat dan akibatnya semut rangrang tidak bisa berkembang biak secara baik, sehingga kelangsungan hidupnya terancam. Selain itu terdapat perbedaan perburuan kroto di alam jaman dulu dengan sekarang. Pada jaman dulu para pemburu dalam mengambil kroto dilakukan dengan hati-hati agar sarang tidak rusak dan semut rangrang tidak bubar sehingga dalam periode waktu tertentu semut sudah bertelur kembali dan dapat dipanen kembali. Namun sekarang ini para pemburu tidak memperdulikan hal itu, yang penting saya dapat kroto, sarangnya mau rusak atau semutnya bubar tidak perduli, sehingga akibatnya sarang rusak dan semut tidak bisa berkembang biak lagi.
  2. Penebangan pohon. Pertumbuhan penduduk yang meningkat menuntut untuk pembukaan lahan pekarangan atau ladang untuk pembuatan rumah, akibatnya banyak pohon yang ditebang, baik untuk membuka lahan membuat rumah ataupun untuk membuat kayu bahan bangunan. Semakin sedikitnya keberadaan pohon di lingkungan, menyebabkan habitat semut rangrang terganggu dan akibatnya tidak bisa berkembang biak secara baik.
2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

Keadaan semacam ini sangat membahayakan habitat semut rangrang di alam. Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, sudah dapat dipastikan, semut rangrang penghasil kroto akan punah juga. Atas dasar alasan tersebut, maka solusinyan adalah dengan melakukan budidaya semut rangrang atau budidaya kroto di rumah dengan bantuan sarang buatan berupa toples atau botol bekas air mineral.

Untuk memulai usaha budidaya kroto, Anda dapat membaca artikel Cara Memulai Budidaya Kroto dan 5 Syarat Sukses Budidaya Kroto.

Demikian 2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam semoga dapat bermanfaat bagi kita dalam menjaga kelestarian alam di sekitar kita.
Readmore → 2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

Tuesday, June 25, 2013

Budidaya Kroto

Budidaya kroto adalah suatu usaha membudidayakan atau ternak semut rangrang secara modern untuk menghasilkan telur atau yang terkenal dengan nama kroto yang dilakukan di dalam rumah dnegan menggunakan sarang buatan. Budidaya kroto sekarang ini telah banyak dilakukan oleh para peternak, baik yang baru maupun peternak lama dari ternak lain yang pindah ke ternak semut rangrang penghasil kroto.

Budidaya kroto adalah peluang usaha yang sangat menjanjikan keuntungan besar jika ditangani dengan tekun dan serius. Akan tetapi tekun dan serius saja belum cukup untuk mendapatkan hasil yang maksimal, para peternak atau pembudidaya kroto harus benar-benar memiliki ilmu tentang semut rangrang penghasil kroto, mulai dari kebiasaan hidupnya di alam, makanannya, perilakunya, dan hal-hal lain tentang semut rangrang. Dengan mengetahui segala hal tentang semut rangrang penghasil kroto ini, niscaya, para peternak akan dapat memahami apa yang harus dilakukan agar usaha budidaya kroto ini dapat memberikan keuntungan yang besar.

Budidaya Kroto

Untuk mendapatkan segala ilmu dan pengetahuan tentang budidaya kroto ini tidak mudah, para peternak harus mendapatkannya dengan cara kursus atau membeli CD pembelajarannya yang ditawarkan dengan harga yang mahal. Memang bisa saja, hanya dengan belajar sendiri dengan cara uji coba, namun biasanya, para peternak kroto yang melakukan budidaya dengan belajar sendiri dengan uji coba tidak akan bertahan lama, karena berbagai kendala akan ditemui ketika melakukan budidaya ini.

Untuk mengatasi permasalahan sulitnya mendapatkan ilmu tentang teknik budidaya kroto, blog ini akan mengupas tuntas segala sesuatu tentang budidaya kroto dengan transparan tanpa ditutup-tutupi, tanpa imbalan apapun, dan yang terpenting para pembudidaya kroto akan mendapatkannya di sini dengan gratis, karena blog ini dibangun dengan tujuan untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman bagi para pembacanya.

Silahkan cari apa-apa yang anda butuhkan di blog ini, semoga bermanfaat dan apa yang anda cari bisa ditemukan di blog ini, jika kurang jelas, silahkan anda bisa menanyakannya dengan cara menulis pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini.

Demikian semoga bermanfaat.
Readmore → Budidaya Kroto