Showing posts with label kroto. Show all posts
Showing posts with label kroto. Show all posts

Tuesday, December 16, 2014

Pasokan Kroto Berkurang Jangkrik Mulai Naik

Pasokan Kroto Berkurang Jangkrik Mulai Naik - Awal musim hujan sejak bulan November 2014 kemarin tanda-tanda berkurangnya pasokan kroto dari alam semakin jelas. Hal ini memberikan peluang kepada para peternak jangkrik. Ya, jangkrik adalah alternatif pakan burung ocehan setelah kroto. Kualitas jangkrik sebagai pakan burung kicauan memang sedikit di bawah kroto, namun demikian permintaan jangkrik oleh para hobiis burung pendendang tetap tinggi, mengingat harga kedua pakan tersebut terpaut cukup jauh.

Berkurangnya pasokan kroto dari alam sebenarnya menguntungkan bagi para peternak semut rangrang. Namun belum banyak peternak kroto yang berhasil, kebanyakan mereka masih uji coba, masih belajar budidayanya, dan tidak sedikit pula yang masih bingung karena selalu gagal dan gagal budidaya kroto.

Kondisi kurangnya pasokan kroto ini sebenarnya memberikan kesempatan dan peluang bagi yang belum berhasil ternak kroto. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mulai melirik usaha ternak jangkrik. Cukup mudah kalau menurut saya budidaya jangkrik itu. Dan telah banyak yang membuktikannya, bahwa ternak jangkrik juga sangat menguntungkan.


Secara hitung-hitungan modal, ternak jangkrik jauh lebih murah ketimbang ternak kroto. Dari bibitnya misalkan, kita dapat memulai budidaya jangkrik dengan modal awal membeli jangkrik Rp. 5.000,- saja, kemudian kita pelihara hingga berbulu. nah ketika jangkrik sudah berbulu, maka siap untuk berkembang biak.

Daur hidup jangkrik lebih cepat dari pada kroto. Kalau kehidupan jangkrik sangat mudah diamati, namun kroto sulit diamati, karena hidupnya bergerombol sangat banyak jumlah anggota koloninya. Semut rangrang hidup bersama antara semut rangrang yang baru menetas hingga semut rangrang yang paling tua dan tidak produktif, sehingga sangat sulit untuk mengamatinya.

Perkembangbiakan jangkrik terlihat jelas dari mulai menetas hingga menjadi jangkrik dewasa. Hal ini karena budidaya jangkrik itu dilakukan terpisah antara indukan dengan anakan. Penetasan jangkrik dilakukan manual oleh peternak, sehingga mudah pengontrolannya.

Jangkrik, mulai menetas hingga siap jual sebagai pakan burung membutuhkan waktu 20-25 hari saja, sedangkan kroto kita tidak tahu. Tahunya hanya jika sudah banyak terlihat kroto di dinding toples maka bisa dipanen.

Jika jangkrik dibudidayakan secara baik, maka kita bisa mengatur kapan kita akan panen? Dan seberapa banyak kita menginginkan panennya?

Asumsi keuntungan jangkrik bisa kita hitung, jika kita menghabiskan pakan ternak jangkrik 1,5 kg, maka kita akan mendapatkan jangkrik siap panen seberat 1 kg. Jika pakan jangkrik (vur ayam aduan 521) harganya Rp. 10.000,- per kg, maka biaya pakan yang dibutuhkan untuk 1 kg jangkrik adalah Rp. 15.000,- Harga jangkrik berkisar antara Rp. 30.000,- hingga Rp. 50.000,- per kg tergantung daerah masing-masing.

Keuntungannya lumayan dari pada ternak kroto gagal melulu bukan?

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Readmore → Pasokan Kroto Berkurang Jangkrik Mulai Naik

Friday, October 24, 2014

Benarkah Kroto Bisa Membuat Burung Rajin Berkicau Riang?

Benarkah Kroto Bisa Membuat Burung Rajin Berkicau Riang? - Akhir-akhir ini banyak teman saya yang mulai meminati burung ocehan. Menurut mereka, memelihara burung ocehan yang rajin berkicau bisa menghilangkan stress. Meskipun harganya mahal, mereka berani membeli, "Karena kesenangan dan kegemaran itu mahal harganya" ucap mereka.

Sudah selayaknya, burung mahal tentu saja harus dirawat dengan mahal pula agar performa manggungnya tetap konsisten menghibur pemiliknya. Salah satu syarat agar burung tetap rajin berkicau dengan tetap terjaga kondisi fisik dan performanya adalah dengan menjaga pakannya. Pakan harus memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.

Merawat burung agar tetap rajin ngoceh bukan hal yang gampang. Jika tidak tepat dalam merawat dan memeliharanya, maka burung kesayangan yang harganya mahal dan bahkan mungkin burung yang tadinya sudah pernah menjuarai kompetisi atau kontes burung akan mengalami drop mentalnya dan kembali menjadi burung bakalan biasa yang bisu.

Hal itulah yang paling ditakutkan oleh para hobiis burung ocehan.
Baca juga: 10 Cara Pemberian Kroto sebagai Pakan Burung Ocehan yang Harus Kita ketahui

Seperti halnya manusia, burung juga memerlukan pakan atau nutrisi tambahan agar tetap terjaga kesehatan dan performanya sehingga tetap rajin berkicau riang setiap harinya. Salah satu pakan berkualitas tinggi yang mengandung banyak protein adalah kroto.

Kandungan protein pada kroto sangat tinggi yang dapat menjaga stamina burung kicauan dan dapat pula memancing agar burung semakin rajin ngoceh. Kadar protein yang tinggi, yaitu kurang lebih 48 persen, mampu membantu agar kondisi fisik burung semakin terjaga kesehatan dan performanya.

Intinya, kroto harus tetap tersedia setiap hari sebagai pakan burung ocehan yang berkualitas agar burung selalu dapat memanjakan pemiliknya dengan berkicau merdu setiap harinya.
Jangan lupa baca juga:

Readmore → Benarkah Kroto Bisa Membuat Burung Rajin Berkicau Riang?

Tuesday, September 16, 2014

Mengapa Kroto Menjadi Pakan Burung yang Sangat Disukai

Mengapa Kroto Menjadi Pakan Burung yang Sangat Disukai? - Kroto adalah sebutan telur semut rangrang. Kroto terdiri dari 2 jenis, yaitu larva dan pupa. Kroto berwarna putih bersih seperti butiran nasi. Kroto yang sering kita lihat umumnya berukuran kurang lebih panjang 0,5 hingga 0,7 cm dengan diameter 3 mili meter. Namun kadang-kadang ada juga kroto yang berukuran besar yang panjangnya 1 sampai dengan 1,5 cm dengan diameter 0.5 - 0.7 cm.

Kroto yang kecil biasanya setelah menetas akan menjadi semut rangrang, namun kroto yang besar biasanya setelah menetas akan menjadi ratu semut. Menurut perkiraan kroto calon ratu ini muncul sekitar bulan September hingga Januari, namun pada sistem budidaya dengan toples yang saya alami, kroto calon ratu muncul pada bulan Juni dan berkembang hingga menetas menjadi ratu muda (calon ratu) pada bulan Juli. Calon ratu tersebut terus berkembang hingga dapat menghasilkan telur sekitar 4 - 6 bulan lamanya.

Kroto yang dijadikan pakan burung biasanya adalah kroto yang kecil. Sebagai pakan burung, kroto sangat disukai oleh beberapa jenis burung pemakan serangga, seperti burung beo, cucak rowo, kutilang, jalak, murai batu, kacer, dan burung prenjak.

Jangan lupa baca juga: 10 Jenis PAkan Semut Rangrang Budidaya Kroto

Mengapa kroto menjadi pakan burung yang sangat disukai? Karena kroto mengandung protein yang sangat tinggi. Kroto juga mengandung zat gizi lengkap yang diperlukan burung untuk tumbuh dan berkembang. Berdasarkan penelitian, kandungan protein kroto basah adalah 47,8%. Kandungannya sangat tinggi jika dibandingkan dengan pakan lainnya.

Jenis-jenis kroto bisa digolongkan menjadi kroto basah, kroto kroto halus, dan kroto kasar. Kroto basah yang umumnya dijual di toko pakan ternak terdiri dari larva dan pupa, namun jenis kroto basah ini tidak tahan lama, biasanya jika sudah dipanen atau diambil dari sarangnya di pohon, kroto ini hanya dapat bertahan selama kurang lebih 1 - 2 hari saja.

Berbeda dengan jika masih berada di sarang, kroto bisa bertahan lama hingga menetas karena kroto dijaga telur suhu dan kelembabanya oleh para semut rangrang. Ketika telah dipanen, kroto tidak lagi terawat oleh semut rangrang, sehingga mudah busuk karena suhu dan kelembabanya tidak terjaga, apalagi sering terkena goncangan karena pindah wadah. Untuk itu agar kroto sedikit lebih awet, upayakan untuk membersihkannya dari benda asing, misalnya sisa pakan, ranting pohon dan daun jika dari alam. Jika kondisinya bersih dan kering, maka kroto akan dapat bertahan sedikit lebih lama agar tetap segar.

Jangan lupa baca juga: Kroto Pakan Burung Wajib yang Harus Dibeli oleh Pecinta Burung Ocehan
 
Readmore → Mengapa Kroto Menjadi Pakan Burung yang Sangat Disukai

Tuesday, July 8, 2014

Berapa Lama Proses Penangkaran Semut Rangrang dari Alam Hingga Dapat Bertelur

Berapa Lama Proses Penangkaran Semut Rangrang dari Alam Hingga Dapat Bertelur - Menurut pengalaman saya, kalau bibit semut rangrang dari alam biasanya telah membawa kroto atau telur, kemudian setelah dipelihara atau ditangkarkan, terjadi proses penatasan telur yang biasanya memakan waktu 17 sampai 25 hari hingga telur menetas semua.

Jika bibit dari alam yang kita dapatkan tidak ada ratunya maka, setelah telur bawaan dari alam menetas semua, biasanya semut prajurit beralih tugas menggantikan fungsi ratu untuk bertelur.

Namun jika dari bibit alam itu telah ada ratunya, biasanya akan segera bertelur jika telah melakukan adaptasi atau jika adaptasinya berhasil.

Mengapa demikian?

Karena sudah barang tentu, bibit dari alam terutama ratu akan mencoba beradaptasi dulu terhadap sarang baru yang berupa toples, jika adaptasinya berhasil, maka akan segera bertelur, namun jika tidak berhasil maka ratu semut rangrang akan bisa stress yang akibatnya ratu bisa mati.

Untuk itu, sebaiknya lakukan pemindahan dengan hati-hati, setelah semut rangrang dan koloninya mau menempati sarang toples, sebaiknya jangan sering dilihat karena bisa mengganggu proses adaptasinya.

Lama waktu yang dibutuhkan semut rangrang untuk berproduksi juga tergantung pada pakan dan minuman yang kita berikan, karena syarat mutlak hewan untuk bertelur adalah jika ada asupan makanan yang baik, dalam hal ini yang mendukung produksi telur.

Di alam, semut rangrang memakan serangga kecil dan hama tanaman, seperti kutu daun, ulat, kepik, dan hewan kecil lainnya. Untuk itu kita harus bisa meniru kebiasaan makan semut di alam.

Yang sudah saya berikan kepada semut rangrang yang saya tangkar adalah ulat hongkong dan jangkrik, selain itu kadang juga saya berikan cicak. Sedangkan untuk minumnya adalah cairan gula pasir kental.

Demikian Berapa Lama Proses Penangkaran Semut Rangrang dari Alam Hingga Dapat Bertelur, semoga bisa membantu.
Readmore → Berapa Lama Proses Penangkaran Semut Rangrang dari Alam Hingga Dapat Bertelur

Friday, November 1, 2013

Budidaya Kroto Ide Kreatif Tambah Penghasilan

Budidaya Kroto Ide Kreatif Tambah Penghasilan - Ide Kreatif, Tambah Penghasilan Dengan Budidaya Semut. Di jaman sekarang ini mencari pekerjaan semakin sulit, meski titel di belakang nama berjejer panjang, tetap saja kalau koneksi, pengalaman, dan keterampilan tidak ada, susah juga mendapatkan pekerjaan.

Dari alasan tersebut, munculah ide-ide kreatif untuk tidak mencari pekerjaan, melainkan membuat pekerjaan. Salah satu ide tersebut adalah dengan budidaya kroto.

Pernahkah Anda membayangkan bahwa semut bisa dibudidayakan dan menjadi alternatif tambahan penghasilan? Jika belum, saatnya Anda perlu sedikit meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah Sukarmin, salah satu warga Padukuhan Blimbing, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Pasalnya sejak beberapa bulan lalu ia telah mencoba peruntungan dengan membudidayakan kroto dan kini hampir menuai sukses.

Mungkin bagi sebagian orang menganggap bahwa budidaya kroto merupakan sebuah ide gila yang tidak masuk akal. Tetapi lewat tangan dingin Sukarmin, semut yang notabene merupakan serangga yang dibenci sebagian orang, bisa jadi salah satu sumber pendapatan tambahan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, berawal dari ide gila atau kreatif, seseorang bisa meraup kocek ratusan ribu rupiah dalam sebulan hanya dari semut.

“Selain mudah dalam perawatan dan tidak memerlukan lahan luas, budidaya semut tidak membutuhkan modal besar tetapi bisa menambah penghasilan dari penjualan kroto (telur semut). Kami menangkap peluang bisnis itu berawal dari kebutuhan akan kroto di pasaran yang masih sangat minim, sedang permintaan membludak. Khususnya di Yogyakarta, kroto dijadikan sebagai pakan tambahan (extrafood) burung berkicau dan campuran umpan ikan,” kata Sukarmin menjawab pertanyaan Karangrejek.net di kediamannya, Jumat (23/3/2012).

Melihat kenyataan di pasaran, melirik usaha penjualan kroto merupakan pilihan yang tepat bahkan bisa menjadi alternatif usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini dipengaruhi mahalnya harga kroto dimana per 1 kilogramnya bisa mencapai Rp 70.000 – Rp 90.000 di tingkat pengepul. Padahal jika dalam kondisi normal, produktivitas telur semut mampu menghasilkan kroto antara 0,5 – 1 ons tiap toples/botol setiap 15 – 20 hari. Dengan demikian berarti, dalam budidaya semut bisa menghasilkan kroto siap jual setiap 15 – 20 hari sekali.

Dijelaskannya, untuk memulai usaha budidaya kroto seseorang harus menyiapkan beberapa komponen diantaranya adalah lahan sekitar 2 – 3 m2, rak, dan toples/botol untuk rumah semut. Kemudian pindahkan rumah semut dari alam (masih bentuk daun) ke dalam toples/botol. Setelah melalui proses adaptasi selama beberapa hari, semut menempati toples/botol dan pada saatnya nanti ratu semut akan mulai bertelur setelah dibuahi oleh beberapa pejantan. Sedang perawatannya hanya diberi makan berupa belalang, jangkrik maupun ulat berikut minuman berupa air gula secukupnya.

“Saat ini kami baru memiliki modal 95 toples semut, sebagian besar sudah menghasilkan kroto. Kemungkinan kami baru bisa melakukan panen kroto perdana sekitar Bulan Mei mendatang. Diperkirakan, hasil panen kroto 95 toples bisa menghasilkan kroto minimal 4,75 kilogram. Jika dirupiahkan sedikitnya mencapai Rp 332.500 tiap 20 hari sekali dengan asumsi harga kroto Rp 70.000 per kilogramnya,” ucap Sukarmin optimis mampu menutup target 300 toples indukan semut Rang – Rang pada tahun 2012 ini.

Secara terpisah Kepala Desa Karangrejek, Kasdi Siswo Pranoto mengharapkan agar peluang usaha budidaya semut Rang – Rang tersebut segera mendapat perhatian dan bimbingan dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam hal pengembangannya. Selain merupakan usaha yang masih terbilang menjanjikan, program budidaya semut juga dinilai dapat memberikan peluang kerja dan tambahan pendapatan masyarakat di masa mendatang. (Wheny Marissa).

Demikian,  Budidaya Kroto Ide Kreatif Tambah Penghasilan, semoga menginspirasi.
Sumber: Gunungkidul – Karangrejek.net.
Readmore → Budidaya Kroto Ide Kreatif Tambah Penghasilan

Sunday, October 20, 2013

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Keuntungan budidaya kroto adalah karena mudahnya mendapatkan pakan semut rangrang dari sekitar kita. Salah satunya adalah serangga yaitu capung/kinjeng. Capung adalah serangga bangsa Odonata. Capung banyak terdapat di tempat yang banyak airnya. Capung adalah hewan bersayap dan bisa terbang menyerupai helikopter. Capung banyak terdapat di pinggir-pinggir sungai dan di sekitar rumah kita. Capung merupakan salah satu makanan kesukaan semut rangrang dalam budidaya kroto.

Capung banyak mengandung protein, untuk memenuhi kebutuhan 70% protein bagi semut rangrang. Selain protein, semut rangrang juga membutuhkan gula sebanyak 30% sebagai minumannya. Hewan lain sebagai makanan rangrang, di antaranya adalah jangkrik, ulat, kupu-kupu, dan masih banyak lagi termasuk hama tanaman buah seperti kepik.

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Semut rangrang adalah hewan karnivora, yaitu serangga pemakan daging. Kroto yang dihasilkan sangat banyak mengandung protein, sehingga sangat baik untuk makanan burung berkicau. Melihat begitu mudahnya makanan dan cara perawatan semut rangrang, maka ternak kroto menjadi semakin menguntungkan. Tetapi mengapa belum banyak orang yang melakukannya, sehingga pasokan kroto di pasaran masih sangat minim, hal ini yang menyebabkan melambungnya harga kroto. Di balik itu semua, ini menjadi sebuah keuntungan bagi para peternak kroto dan pencari kroto.

Dengan sedikit kerja keras, kita akan dapat memperoleh keuntungan yang besar, apalagi di musim penghujan dan hari raya, harga kroto sangat tinggi, bahkan di tingkat pengecer bisa mencapai Rp. 200.000,- per kilo gram. Berbeda dengan ternak lainnya, misalnya sapi, kambing, lele, gurame, dan lain-lain, yang membutuhkan biaya produksi yang sangat mahal dan waktu panen yang cukup lama. Bisa dikatakan bahwa, beternak semut rangrang penghasil kroto ini tidak membutuhkan biaya produksi, hanya modal awal saja ketika menyediakan bibit dan rak atau kandang tempat pemeliharaan.

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Biaya produksi yang sangat murah, bahkan bisa dikatakan tidak ada membuat keuntungan beternak kroto menjadi semakin menguntungkan, coba bayangkan hanya dengan diberi makan capung atau orang jawa bila kinjeng, kita bisa memelihara semut rangrang sampai bisa menghasilkan telur emas. Capung atau kinjeng, jangkrik, belalang, dan ulat bisa kita dapatkan dengan mudah dari alam, kalaupun harus membeli jangkrik, dengan uang Rp. 5.000,- saja kita dapat memperoleh jangkrik dalam jumlah yang banyak, bahkan jangkrik tersebut, jika dibiarkan hidup untuk stok makan dapat dibiakkan pula.

Demikian Serangga Makanan Budidaya Kroto, semoga bermanfaat.
Readmore → Serangga Makanan Budidaya Kroto

Tuesday, October 8, 2013

Penyebab Tingginya Harga Kroto

Penyebab Tingginya Harga Kroto - Orang menyebutnya "Kroto" adalah larva dan pupa dalam proses metamorfosis semut dari telur menjadi semut. Kroto pada masyarakat umum adalah telur semut rangrang yang berwarna putih seukuran beras. Kroto digunakan untuk pakan burung berkicau, sebagian orang menggunakan kroto untuk umpan memancing. Konsumen kroto rata-rata adalah para penghobi yang mereka akan membeli kroto dengan harga seberapapun yang penting kesenangannya terpenuhi.

Hal itu yang menyebabkan harga kroto di pasaran semakin melambung. Sementara kroto hasil pencarian dari alam semakin sedikit. Hal ini menarik sebagai peluang usaha yang menjanjikan dengan budidaya kroto.

Kandungan protein pada kroto sangat tinggi dan vitamin untuk menjaga kesehatan dan stamina burung kicauan. Kroto adalah pakan paling berkualitas untuk burung kicauan meskipun di pasaran telah banyak dijual pakan burung buatan, namun penggunaan kroto sebagai pakan burung tetap menjadi pilihan utama karena masih alami.

Semut rangarang bersarang pada pohon, baik yang tinggi, maupun pohon yang rendah. Semut rangrang biasanya bersarang pada pohon jambu, mahoni, rambutan, mangga, jati, sukun, mengkudu, dan lain-lain.

Berkurangnya populasi semut rangrang di alam sangat merugikan kita, karena semut rangrang adalah predator alami yang dapat memberantan hama pengganggu tanaman, khususnya tanaman buah. Tanaman yang dihuni oleh semut rangrang biasanya tidak terserang ulat karena semut rangrang akan memakan ulat dan hama lain yang mengganggu dan menyerang tanaman.

Kroto merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat sebagai penghasilan tambahan, sehingga banyak masyarakat yang berlomba berburu kroto yang memiliki harga selangit ini. Sebenarnya ini merugikan bagi alam, pengambilan kroto dari alam akan mengganggu kelestarian populasi semut rangrang, yang akibatnya predator alami menjadi berkurang dan justru hama tanaman yang akan timbul.

Berdasarkan alasan di atas maka bermunculan ide kreatif untuk melakukan budidaya kroto. Untuk mengetahui bagaimana cara budidayanya, dapat dibaca pada:

Cara Memulai Budidaya Kroto

5 Cara Memulai Budidaya kroto

Demikian Penyebab Tingginya Harga Kroto, semoga bermanfaat.

Readmore → Penyebab Tingginya Harga Kroto

Tuesday, October 1, 2013

2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam - Kelangkaan sarang semut rangrang di alam dipicu oleh beberapa hal. Berikut ini penyebab kelangkaan sarang semut rangrang di alam yang telah dirangkum menjadi 2 penyebab kelangkaan kroto di alam.
  1. Perburuan secara sembrono. Semakin banyaknya para pemburu kroto di alam menyebabkan persaingan perburuan yang semakin banyak, sehingga menyebabkan periode pengambilan kroto yang terlalu cepat dan akibatnya semut rangrang tidak bisa berkembang biak secara baik, sehingga kelangsungan hidupnya terancam. Selain itu terdapat perbedaan perburuan kroto di alam jaman dulu dengan sekarang. Pada jaman dulu para pemburu dalam mengambil kroto dilakukan dengan hati-hati agar sarang tidak rusak dan semut rangrang tidak bubar sehingga dalam periode waktu tertentu semut sudah bertelur kembali dan dapat dipanen kembali. Namun sekarang ini para pemburu tidak memperdulikan hal itu, yang penting saya dapat kroto, sarangnya mau rusak atau semutnya bubar tidak perduli, sehingga akibatnya sarang rusak dan semut tidak bisa berkembang biak lagi.
  2. Penebangan pohon. Pertumbuhan penduduk yang meningkat menuntut untuk pembukaan lahan pekarangan atau ladang untuk pembuatan rumah, akibatnya banyak pohon yang ditebang, baik untuk membuka lahan membuat rumah ataupun untuk membuat kayu bahan bangunan. Semakin sedikitnya keberadaan pohon di lingkungan, menyebabkan habitat semut rangrang terganggu dan akibatnya tidak bisa berkembang biak secara baik.
2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

Keadaan semacam ini sangat membahayakan habitat semut rangrang di alam. Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, sudah dapat dipastikan, semut rangrang penghasil kroto akan punah juga. Atas dasar alasan tersebut, maka solusinyan adalah dengan melakukan budidaya semut rangrang atau budidaya kroto di rumah dengan bantuan sarang buatan berupa toples atau botol bekas air mineral.

Untuk memulai usaha budidaya kroto, Anda dapat membaca artikel Cara Memulai Budidaya Kroto dan 5 Syarat Sukses Budidaya Kroto.

Demikian 2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam semoga dapat bermanfaat bagi kita dalam menjaga kelestarian alam di sekitar kita.
Readmore → 2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

Monday, September 30, 2013

2 Keuntungan Budidaya Kroto

2 Keuntungan Budidaya Kroto - Budidaya kroto adalah usaha ternak semut rangrang untuk menghasilkan telur yang disebut kroto yang berguna sebagai alternatif pakan burung pendendang atau burung kicauan. Melakukan usaha budidaya kroto memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi karena harganya yang mahal hingga mencapai kisaran Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) per kg-nya.

Budidaya kroto merupakan peluang usaha yang dapat mendatangkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah perbulan. Perkembangan dunia bisnih yang pesat berpengaruh pula pada tujuan utama budidaya semut rangrang penghasil kroto.

2 Keuntungan Budidaya Kroto

Berikut ini 2 Keuntungan Budidaya Kroto yang dapat mendatangkan banyak uang:
  1. Menghasilkan kroto. Pada mulanya budidaya kroto atau semut rangrang bertujuan untuk menghasilkan kroto, mengingat pasokan kroto dari alam semakin terbatas, karena semakin sedikitnya sarang semut rangrang di pohon atau habitat aslinya. Alasan tersebut menuntut kreatifitas para konsumen kroto berpikir keras untuk mencoba membudidayakan kroto.
  2. Menghasilkan Bibit Kroto. Selain menhasilkan telur atau kroto, budidaya semut rangrang juga mendatangkan keuntungan lain, yaitu dapat dijual sebagai bibit, yaitu dengan usaha pembibitan. Mengapa demikian? alasanya, semakin banyaknya peminat budidaya kroto pemula yang kesulitan untuk mendapatkan bibit semut rangrang dari alam, maka dari itu mereka mencari solusinya dengan membeli bibit dari peternak lain yang sudah berhasil.
Kentungan pertama sudah jelas, dengan menjual telur atau kroto kita dapat menghasilkan pendapatan yang banyak, apalagi harga kroto sekarang di pasaran cukup tinggi dan permintaan pasar juga sangat tinggi dan belum terpenuhi.

Keuntungan kedua adalah bahwa harga bibit kroto pertoplesnya sangat mahal, yaitu hingga mencapai Rp. 175.000,- toples ukuran 2 liter. Semakin banyaknya peternak pemula menimbulkan peluang usaha baru pembibitan kroto.

Untuk memaksimalkan hasil budidaya kroto, Anda dapat membaca artikel:
Cara meningkatkan produksi kroto,
kemudian artikel selanjutnya yang dapat dijadikan acuan dalam budidaya kroto adalah:
5 syarat sukses budidaya kroto.
Anda juga mungkin dapat membaca:
Cara memperbanyak sarang kroto

Demikian 2 Keuntungan Budidaya Kroto semoga menginspirasi para pembaca.
Readmore → 2 Keuntungan Budidaya Kroto

Wednesday, July 10, 2013

2 Cara Memulai Budidaya Kroto

2 Cara Memulai Budidaya Kroto - Sekarang ini banyak orang yang mencari alternatif usaha sampingan untuk menambah inkam keluarga. beberapa orang masih bingung untuk memulai usaha, di samping tidak tahu harus usaha apa, mereka juga takut akan memulai usaha, takut gagal, takut tidak bisa, dan takut modal. Salah satu alternatif peluang usaha untuk menambah penghasilan keluarga adalah dengan budidaya kroto. Budidaya kroto adalah usaha pemeliharaan dan pengembangan ternak semut rangrang penghasil kroto yang dilakukan sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga.

Sebagai usaha sampingan, budidaya kroto tidak memerlukan tenaga, biaya, dan waktu yang banyak, sehingga budidaya kroto ini dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk membantu menambah penghasilan suami dalam mencukupi kebutuhan keluarga. Kroto adalah telur semut rangrang yang memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai pakan burung kicauan. Harganya yang sangat tinggi hingga menembus kisaran Rp. 150.000,- per kg, membuat para pemburu kroto di alam semakin banyak, hal ini menyebabkan habitat semut rangrang di alam semakin menghilang. Hal ini mendatangkan dan menciptakan peluang usaha baru yang sangat menjanjikan sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga.

2 Cara Memulai Budidaya Kroto
Peluang usaha budidaya kroto semakin banyak dilakukan sebagai usaha sampingan. Kurangnya pasokan kroto dari alam menambah semangat para pembudidaya kroto untuk semakin mengembangakan peluang usaha yang satu ini. Bukan hanya laki-laki, perempuanpun ada yang sudah terjun dan berhasil membudidayakan semut rangrang penghasil kroto ini. Alasan memilih budidaya kroto adalah biaya produksinya yang sangat murah, perawatan yang sangat mudah, dan tidak memerlukan tempat yang luas, yang lebih penting, dapat dijadikan usaha sampingan yang bisa ditinggal atau tidak perlu ditunggui.

Berikut ini 2 Cara memulai budidaya kroto

Ada dua cara memulai budidaya kroto, yaitu:
  1. Dengan embeli bibit semut rangrang dari peternak lain
  2. Dengan mencari bibit sendiri di alam.
 2 cara tersebut di atas memiliki kelebihan dan kelemahan.
Kelebihan memulai budidaya kroto dengan membeli bibit dari peternak lain:

Kelebihannya adalah lebih praktis, semut rangrang sudah teradaptasi pada sarang toples dengan baik, dan yang terpenting adalah langsung bisa menghasilkan.

Kelemahan memulai budidaya kroto dengan membeli bibit dari peternak lain:


Kelemahannya adalah bahwa bibit semut rangrang yang dibeli dari peternak harganya cukup mahal, berkisar antara Rp. 150.000,- hingga Rp. 175.000,- per toples, jika dikalikan dengan jumlah toples yang ingin kita miliki, sudah bisa kita hitung berapa modal usaha yang harus kita keluarkan.

Kelebihan memulai budidaya kroto dengan mencari bibit dari alam:

Kelebihannya adalah, kita tidak memerlukan modal usaha yang besar seperti pada cara pertama tadi.

Kelemahan memulai budidaya kroto dengan mencari bibit dari alam:

Kelemahannya adalah kita harus rela repot alias ribet dan siap diserang dengan gigitan semut rangrang ketika kita mencari bibit semut rangrang sendiri langsung dari alam, dan juga mungkin keberadaanya sekarang sudah semakin sulit ditemukan.

Untuk memulai budidaya kroto anda bisa membaca 5 Syarat Sukses Budidaya Kroto

Jika ingin sukses dalam budidaya kroto atau budidaya semut rangrang Anda bisa juga membaca Cara Memperbanyak Sarang Kroto. Jumlah koloni atau sarang toples sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya kroto, karena semakin banyak sarang toples yang kita miliki, maka semakin banyak pula kroto yang kita hasilkan, dan pada akhirnya, dengan banyaknya kroto yang dihasilkan, maka banyak pula uang yang akan kita dapatkan dari penjualan kroto tersebut.

Harga Kroto

Ini yang paling penting, yaitu harga kroto. Harga kroto di masing-masing wilayah berbeda-beda, di sebagian wilayah ada yang mencapai Rp. 150.000,- per kg, bahkan di Pekalongan kabarnya hingga Rp. 175.000,- per kg. Tertarikkah anda?

Keberhasilan budidaya kroto tak lepas dari cara mengatasi kendala yang timbul, untuk itu, untuk mengetahui dan mengatasi kendala yang timbul, Anda bisa membaca 10 Permasalahan dalam Budidaya Kroto.

Demikian semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Readmore → 2 Cara Memulai Budidaya Kroto