Showing posts with label ternak kroto. Show all posts
Showing posts with label ternak kroto. Show all posts

Sunday, October 20, 2013

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Keuntungan budidaya kroto adalah karena mudahnya mendapatkan pakan semut rangrang dari sekitar kita. Salah satunya adalah serangga yaitu capung/kinjeng. Capung adalah serangga bangsa Odonata. Capung banyak terdapat di tempat yang banyak airnya. Capung adalah hewan bersayap dan bisa terbang menyerupai helikopter. Capung banyak terdapat di pinggir-pinggir sungai dan di sekitar rumah kita. Capung merupakan salah satu makanan kesukaan semut rangrang dalam budidaya kroto.

Capung banyak mengandung protein, untuk memenuhi kebutuhan 70% protein bagi semut rangrang. Selain protein, semut rangrang juga membutuhkan gula sebanyak 30% sebagai minumannya. Hewan lain sebagai makanan rangrang, di antaranya adalah jangkrik, ulat, kupu-kupu, dan masih banyak lagi termasuk hama tanaman buah seperti kepik.

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Semut rangrang adalah hewan karnivora, yaitu serangga pemakan daging. Kroto yang dihasilkan sangat banyak mengandung protein, sehingga sangat baik untuk makanan burung berkicau. Melihat begitu mudahnya makanan dan cara perawatan semut rangrang, maka ternak kroto menjadi semakin menguntungkan. Tetapi mengapa belum banyak orang yang melakukannya, sehingga pasokan kroto di pasaran masih sangat minim, hal ini yang menyebabkan melambungnya harga kroto. Di balik itu semua, ini menjadi sebuah keuntungan bagi para peternak kroto dan pencari kroto.

Dengan sedikit kerja keras, kita akan dapat memperoleh keuntungan yang besar, apalagi di musim penghujan dan hari raya, harga kroto sangat tinggi, bahkan di tingkat pengecer bisa mencapai Rp. 200.000,- per kilo gram. Berbeda dengan ternak lainnya, misalnya sapi, kambing, lele, gurame, dan lain-lain, yang membutuhkan biaya produksi yang sangat mahal dan waktu panen yang cukup lama. Bisa dikatakan bahwa, beternak semut rangrang penghasil kroto ini tidak membutuhkan biaya produksi, hanya modal awal saja ketika menyediakan bibit dan rak atau kandang tempat pemeliharaan.

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Biaya produksi yang sangat murah, bahkan bisa dikatakan tidak ada membuat keuntungan beternak kroto menjadi semakin menguntungkan, coba bayangkan hanya dengan diberi makan capung atau orang jawa bila kinjeng, kita bisa memelihara semut rangrang sampai bisa menghasilkan telur emas. Capung atau kinjeng, jangkrik, belalang, dan ulat bisa kita dapatkan dengan mudah dari alam, kalaupun harus membeli jangkrik, dengan uang Rp. 5.000,- saja kita dapat memperoleh jangkrik dalam jumlah yang banyak, bahkan jangkrik tersebut, jika dibiarkan hidup untuk stok makan dapat dibiakkan pula.

Demikian Serangga Makanan Budidaya Kroto, semoga bermanfaat.
Readmore → Serangga Makanan Budidaya Kroto

Tuesday, October 8, 2013

Penyebab Tingginya Harga Kroto

Penyebab Tingginya Harga Kroto - Orang menyebutnya "Kroto" adalah larva dan pupa dalam proses metamorfosis semut dari telur menjadi semut. Kroto pada masyarakat umum adalah telur semut rangrang yang berwarna putih seukuran beras. Kroto digunakan untuk pakan burung berkicau, sebagian orang menggunakan kroto untuk umpan memancing. Konsumen kroto rata-rata adalah para penghobi yang mereka akan membeli kroto dengan harga seberapapun yang penting kesenangannya terpenuhi.

Hal itu yang menyebabkan harga kroto di pasaran semakin melambung. Sementara kroto hasil pencarian dari alam semakin sedikit. Hal ini menarik sebagai peluang usaha yang menjanjikan dengan budidaya kroto.

Kandungan protein pada kroto sangat tinggi dan vitamin untuk menjaga kesehatan dan stamina burung kicauan. Kroto adalah pakan paling berkualitas untuk burung kicauan meskipun di pasaran telah banyak dijual pakan burung buatan, namun penggunaan kroto sebagai pakan burung tetap menjadi pilihan utama karena masih alami.

Semut rangarang bersarang pada pohon, baik yang tinggi, maupun pohon yang rendah. Semut rangrang biasanya bersarang pada pohon jambu, mahoni, rambutan, mangga, jati, sukun, mengkudu, dan lain-lain.

Berkurangnya populasi semut rangrang di alam sangat merugikan kita, karena semut rangrang adalah predator alami yang dapat memberantan hama pengganggu tanaman, khususnya tanaman buah. Tanaman yang dihuni oleh semut rangrang biasanya tidak terserang ulat karena semut rangrang akan memakan ulat dan hama lain yang mengganggu dan menyerang tanaman.

Kroto merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat sebagai penghasilan tambahan, sehingga banyak masyarakat yang berlomba berburu kroto yang memiliki harga selangit ini. Sebenarnya ini merugikan bagi alam, pengambilan kroto dari alam akan mengganggu kelestarian populasi semut rangrang, yang akibatnya predator alami menjadi berkurang dan justru hama tanaman yang akan timbul.

Berdasarkan alasan di atas maka bermunculan ide kreatif untuk melakukan budidaya kroto. Untuk mengetahui bagaimana cara budidayanya, dapat dibaca pada:

Cara Memulai Budidaya Kroto

5 Cara Memulai Budidaya kroto

Demikian Penyebab Tingginya Harga Kroto, semoga bermanfaat.

Readmore → Penyebab Tingginya Harga Kroto

Tuesday, October 1, 2013

2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam - Kelangkaan sarang semut rangrang di alam dipicu oleh beberapa hal. Berikut ini penyebab kelangkaan sarang semut rangrang di alam yang telah dirangkum menjadi 2 penyebab kelangkaan kroto di alam.
  1. Perburuan secara sembrono. Semakin banyaknya para pemburu kroto di alam menyebabkan persaingan perburuan yang semakin banyak, sehingga menyebabkan periode pengambilan kroto yang terlalu cepat dan akibatnya semut rangrang tidak bisa berkembang biak secara baik, sehingga kelangsungan hidupnya terancam. Selain itu terdapat perbedaan perburuan kroto di alam jaman dulu dengan sekarang. Pada jaman dulu para pemburu dalam mengambil kroto dilakukan dengan hati-hati agar sarang tidak rusak dan semut rangrang tidak bubar sehingga dalam periode waktu tertentu semut sudah bertelur kembali dan dapat dipanen kembali. Namun sekarang ini para pemburu tidak memperdulikan hal itu, yang penting saya dapat kroto, sarangnya mau rusak atau semutnya bubar tidak perduli, sehingga akibatnya sarang rusak dan semut tidak bisa berkembang biak lagi.
  2. Penebangan pohon. Pertumbuhan penduduk yang meningkat menuntut untuk pembukaan lahan pekarangan atau ladang untuk pembuatan rumah, akibatnya banyak pohon yang ditebang, baik untuk membuka lahan membuat rumah ataupun untuk membuat kayu bahan bangunan. Semakin sedikitnya keberadaan pohon di lingkungan, menyebabkan habitat semut rangrang terganggu dan akibatnya tidak bisa berkembang biak secara baik.
2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

Keadaan semacam ini sangat membahayakan habitat semut rangrang di alam. Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, sudah dapat dipastikan, semut rangrang penghasil kroto akan punah juga. Atas dasar alasan tersebut, maka solusinyan adalah dengan melakukan budidaya semut rangrang atau budidaya kroto di rumah dengan bantuan sarang buatan berupa toples atau botol bekas air mineral.

Untuk memulai usaha budidaya kroto, Anda dapat membaca artikel Cara Memulai Budidaya Kroto dan 5 Syarat Sukses Budidaya Kroto.

Demikian 2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam semoga dapat bermanfaat bagi kita dalam menjaga kelestarian alam di sekitar kita.
Readmore → 2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam