Benarkah Kroto Bisa Membuat Burung Rajin Berkicau Riang?

Posted by Kang Kroto on Friday, October 24, 2014

Benarkah Kroto Bisa Membuat Burung Rajin Berkicau Riang? - Akhir-akhir ini banyak teman saya yang mulai meminati burung ocehan. Menurut mereka, memelihara burung ocehan yang rajin berkicau bisa menghilangkan stress. Meskipun harganya mahal, mereka berani membeli, "Karena kesenangan dan kegemaran itu mahal harganya" ucap mereka.

Sudah selayaknya, burung mahal tentu saja harus dirawat dengan mahal pula agar performa manggungnya tetap konsisten menghibur pemiliknya. Salah satu syarat agar burung tetap rajin berkicau dengan tetap terjaga kondisi fisik dan performanya adalah dengan menjaga pakannya. Pakan harus memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.

Merawat burung agar tetap rajin ngoceh bukan hal yang gampang. Jika tidak tepat dalam merawat dan memeliharanya, maka burung kesayangan yang harganya mahal dan bahkan mungkin burung yang tadinya sudah pernah menjuarai kompetisi atau kontes burung akan mengalami drop mentalnya dan kembali menjadi burung bakalan biasa yang bisu.

Hal itulah yang paling ditakutkan oleh para hobiis burung ocehan.

Seperti halnya manusia, burung juga memerlukan pakan atau nutrisi tambahan agar tetap terjaga kesehatan dan performanya sehingga tetap rajin berkicau riang setiap harinya. Salah satu pakan berkualitas tinggi yang mengandung banyak protein adalah kroto.

Kandungan protein pada kroto sangat tinggi yang dapat menjaga stamina burung kicauan dan dapat pula memancing agar burung semakin rajin ngoceh. Kadar protein yang tinggi, yaitu kurang lebih 48 persen, mampu membantu agar kondisi fisik burung semakin terjaga kesehatan dan performanya.

Intinya, kroto harus tetap tersedia setiap hari sebagai pakan burung ocehan yang berkualitas agar burung selalu dapat memanjakan pemiliknya dengan berkicau merdu setiap harinya.
Jangan lupa baca juga:

More aboutBenarkah Kroto Bisa Membuat Burung Rajin Berkicau Riang?

Inilah 10 Burung Pemakan Kroto

Posted by Kang Kroto on Thursday, October 23, 2014

Inilah 10 Burung Pemakan Kroto - Kroto sampai saat ini masih menjadi primadona sebagai pakan burung nomor satu yang berkualitas. Oleh sebab itu harganya menjadi sangat fantastis (Rp. 150.000,- hingga Rp. 200.000,- per kg).

Harga semahal itu sebanding dengan kandungan proteinnya yang sangat tinggi sebagai pakan burung ocehan. Lalu burung apa saja yang suka dengan hidangan lezat dan menyehatkan berupa kroto ini?

Berikut ini Inilah 10 Burung Pemakan Kroto:

1. Murai Batu
 
Inilah 10 Burung Pemakan Kroto
Murai batu dikenal juga sebagai Kucica hutan (Copsychus malabaricus) yang merupakan burung pengicau yang keadaanya terancam akibat perburuan. Termasuk ke dalam famili Muscicapidae atau burung cacing. Tersebar di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa. Beberapa pakar menganggap ras dari Kalimantan Utara Kucica Alis-putih (Copsychus malabaricus stricklandii) sebagai spesies tersendiri. Memiliki tubuh hampir seluruhnya hitam, kecuali bagian bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Terdapat sedikit semburat biru di bagian kepala. Ekor panjang ditegakkan dalam keadaan terkejut atau berkicau. Badan berukuran 14-17 cm.

2. Anis Merah

Inilah 10 Burung Pemakan Kroto
Anis punggung-merah (Zoothera erythronota) adalah spesies burung dari keluarga Turdidae. Secara tradisional, termasuk Anis Merah ( Z. mendeni ) sebagai subspesies. Burung ini endemik di Sulawesi Indonesia dan pulau-pulau sekitarnya termasuk Buton dan Kabaena. Burung ini berukuran 19 sampai 21 cm. Tubuh bagian atas dari mahkota sampai tunggir merah-kadru; sayap hitam dengan dua garis putih yang lebar; pada muka terdapat noktah putih di depan dan belakang mata; tenggorokan dan dada hitam; perut putih berloreng hitam. Sub-spesies kabaena mirip dengan sub-spesies utama, tetapi bagian mahkota dan punggung hitam.

3. Pleci

Inilah 10 Burung Pemakan Kroto
Burung pleci atau yang biasa juga disebut dengan burung kacamata merupakan jenis burung yang saat ini sangat populer di pelihara dikalangan pencinta burung di tanah air. Selain bentuk fisiknya yang unik karena memiliki garis lingkaran mata yang seperti menggunakan kacamata, burung ini juga disinyalir memiliki suara kicauan yang merdu.

4. Kacer

Inilah 10 Burung Pemakan Kroto
Kacer adalah burung salah satu jens berkicau yang sebelumnya dikelompokkan sebagai anggota keluarga Turdidae (Murai), tetapi kini dianggap sebagai anggota Muscicapidae. Burung ini berwarna hitam dan putih dengan ekor yang panjang. Ekornya terangkat ke atas jika mereka sedang mencari makanan di tanah atau kadang ketika sedang bertengger. Burung ini banyak ditemukan di Asia selatan tropis dari Bangladesh, India, Sri Lanka dan Pakistan, Indonesia, Thailand, Cina selatan, Malaysia, Singapura dan Filipina. Juga kacer telah diperkenalkan ke Australia.Jadi kurang tepat kalau kita mengklaim Kacer adalah burung asli Indonesia, karena saat kami di China jenis kacer malah terbang diantara perumahan penduduk.
5. Pentet

Inilah 10 Burung Pemakan Kroto
Burung Pentet adalah burung predator alami karena burung ini adalah jenis burung yang suka memakan serangga dan binatang kecil lainnya. sehingga keberadaan burung Pentet ini di alam liar adalah untuk menjaga keseimbangan lingkungan sehingga di alam liar keberadaan serangga pemakan tanaman petani dapat dikendalikan secara alami.

6. Cucak Rowo
7. Prenjak
8. Tlendekan
9. Crocokan
10. Beo

More aboutInilah 10 Burung Pemakan Kroto

Kroto Pakan Burung Wajib yang Harus Dibeli oleh Pecinta Burung Ocehan

Posted by Kang Kroto

Kroto Pakan Burung Wajib yang Harus Dibeli oleh Pecinta Burung Ocehan - Sejak dulu ketika saya masih kecil, sudah banyak orang yang memelihara burung berkicau sebagai hobi. Bahkan sekarang ini hobi tersebut sudah berkembang menjadi gaya hidup. memiliki burung antik dengan kicauannya yang merdu memberikan kebahagiaan dna kepuasan tersendiri bagi para pecinta burung ocehan.

Mereka berani merogoh kocek dalam untuk bisa mendapatkan burung ocehan. Ini merupakan keuntungan besar bagi para peternak kroto. Bagaiman tidak, burung yang dibeli dengan harga mahal, tentu saja harus dirawat dengan mahal juga supaya tetap terjaga kesehatan dan performanya dalam manggung atau berdendang atau berkicau.

Supaya burung mahal nan elok yang mereka miliki tetap dalam performa maksimal, maka mereka juga harus menyediakan pakan berkualitas dan sehat bagi burungnya, yang salah satunya adalah kroto, oleh karena itu kroto menjadi wajib ada setiap hari untuk pakan burung ocehan.

Baca juga: Mengapa Kroto Menjadi Pakan Burung yang Sangat Disukai?

Maraknya pecinta burung ocehan yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia menambah prospek cerah budidaya kroto. Pecinta burung ocehan kian hari kian meningkat jumlahnya, bahkan sekarang ini sudah banyak komunitas yang mewadai para pecinta burung ocehan di seluruh daerah Indonesia.

Hobi mengoleksi burung kicauan ini sekarnag sudah berkembang menjadi gaya hidup, bahkan telah banyak dilakukan kompetisi suara burung kicauan di berbagai daerah dengan hadian yang fantastis, tidak tanggung-tanggung hadiahnya mobil.

Berdasarkan alasan di atas maka ini adalah sebuah peluang usaha yang bagus bagi para peternak kroto, karena pasaran kroto sangat terbuka lebar, sementara stok atau ketersediaan kroto di pasaran sangat terbatas.

Jangan lupa baca juga: 10 Jenis PAkan Semut Rangrang Budidaya Kroto
 
More aboutKroto Pakan Burung Wajib yang Harus Dibeli oleh Pecinta Burung Ocehan

Inilah 10 Pertanyaan Orang yang Akan Memulai Budidaya Kroto

Posted by Kang Kroto on Tuesday, October 21, 2014

Inilah 10 Pertanyaan Orang yang Akan Memulai Budidaya Kroto - Bagi mereka yang belum tahu, budidaya kroto dianggap lucu. Masa semut diternak? Yang benar saja. Namun bagi mereka yang telah mengerti manfaatnya, budidaya kroto memiliki potensi penghasilan yang luar biasa.

Berikut ini 10 Pertanyaan yang biasanya muncul dalam pikiran orang yang akan memulai budidaya kroto:
  1. Keuntungan apa yang kita peroleh dengan budidaya kroto?
  2. Bagaimana cara memulai budidaya kroto?
  3. Mudah apa sulit budidaya kroto itu?
  4. Berapa modalnya?
  5. Butuh lahan yang luas atau tidak?
  6. Butuh waktu yang banyak atau tidak untuk mengurusnya?
  7.  Bagaimana cara mendapatkan bibitnya?
  8. Jika sudah berhasil, siapa yang akan membelinya? Ke mana harus dijual krotonya?
  9. Ribet apa tidak dalam merawatnya?
  10. Siapa saja orang yang mau membeli kroto?
Jawaban dari pertanyaan di atas mungkin seperti berikut ini:
  1. Keuntungan budidaya kroto bagi para pecinta dan peternak burung kicauan jelas tidak perlu membeli kroto di pasar, keuntungan bagi pembudidaya kroto adalah penghasilan yang lumayan besar karena harga kroto yang sangat mahal antara Rp. 150.000,- hingga Rp. 200.000,- per kg.
  2. Cara memulai budidaya kroto yang kami rekomendasikan adalah dengan mengambil bibit kroto dari alam, kemudian untuk panduannya bisa dibaca pada: 5 Cara Memulai Budidaya Kroto.
  3. Budidaya kroto itu gampang-gampang susah. Maksudnya, jika kita tekun dan ulet dalam mempelajarinya maka akan menjadi gampang, namun jika niat kita dalam budidaya kroto setengah-setengah, maka akan menjadi sulit, karena panduan budidaya kroto belum ada yang baku seperti budidaya lainnya yang telah tersentuh pemerintah. Dalam budidaya kroto selain belajar dari internet, kita harus bisa belajar sendiri dengan memperhatikan dengan teliti budidaya yang kita lakukan. Dari sana kita akan memperoleh ilmu yang tepat dalam budidaya kroto.
  4. Untuk skala kecil sebagai uji coba, tidak ada modal yang kita keluarkan, karena semua bahan dan alat bisa memanfaatkan barang bekas di rumah kita, namun untuk skala besar maka besar pula modalnya. Saya sarankan untuk memulai dengan skala kecil sambil mempelajarinya, jika memang telah menemukan caranya yang ampuh, silahkan untuk memperbesar.
  5. Budidaya kroto tidak membutuhkan lahan yang luas karena menggunakan rak bersusun atau tingkat. Kita cukup menyediakan ruangan 3 x 3 meter saja untuk skala menengah.
  6. Waktu perawatan budidaya kroto tiap harinya tidak begitu lama, kita hanya mengawasi apakah pakan habis apa belum, kemudian apakah ada yang mengganggu apa tidak, misalnya cicak, jika aman, maka tidak perlu pengawasan ketat. Untuk mengetahui kendala apa saja yang mungkin dialami dalam budidaya kroto bisa dibaca pada: 10 Permasalahan dalam Budidaya Kroto.
  7. Bibit kroto bisa kita dapatkan dengan 2 cara, yaitu mencari di alam dan membeli dari penjual bibit. Bagi pemula lebih baik mencari bibit di alam, karena harga bibit kroto di pasaran lumayan mahal, berkisar antara Rp. 30.000,- hingga Rp. 50.000,- per toples bekas sosis yang kecil.
  8. Jika sudah berhasil, kita tidak perlu ribet menjualnya, karena para pedagang kroto akan datang sendirinya, karena permintaan banyak sedangkan stok kroto sedikit. Ya paling pertama kita tawarkan ke pasar ke pedagang pakan burung, selanjutnya mereka akan datang sendiri, karena memang keberadaan kroto sekarang ini sangat langka.
  9. Perawatannya cukup simpel, yaitu memberi makan, bisa 3 hari sekali, memberi minum juga bisa 3 hari sekali, dan membersihkan rak dari kotoran sisa pakan juga bisa 3 hari sekali atau tergantung kondisi rak.
  10. Orang yang membeli kroto, yaitu pedagang pakan burung, para pecinta burung ocehan, para penjual burung, para peternak burung, dan para tukang mancing.
Demikian kira-kira jawabannya, jangan lupa baca juga: Benarkah Bisnis Kroto Memiliki Prospek Cerah Sekarang ini?
 
More aboutInilah 10 Pertanyaan Orang yang Akan Memulai Budidaya Kroto

Inilah 6 Fakta Unik dan Menarik dari Kehidupan Semut Rangrang

Posted by Kang Kroto on Sunday, October 19, 2014

Inilah 6 Fakta Unik dan Menarik dari Kehidupan Semut Rangrang - Semua makhluk hidup ciptaan Tuhan memiliki keunikan sendiri-sendiri dalam kehidupannya, demikian juga dengan semut rangrang.

Semut rangrang merupakan serangga paling unik di dunia. Bagaimana tidak? Serangga ini dijuluki serangga paling cerdas di dunia, bisa dibaca pada:

Semut rangrang secara tidak langsung telah membantu manusia dalam melawan hama tanaman perkebunan. Berikut ini 6 Fakta Unik dan Menarik dari Kehidupan Semut Rangrang:
  1. Fakta unik pertama datang dari negeri China. Penduduk China memanfaatkan semut rangrang sebagai predator alami untuk mengatasi hama tanaman perkebunan mereka. Mereka mencari sarang semut rangrang kemudian memindahkannya di perkebunan mereka. Agar populasi semut rangrang dapat menyebar ke seluruh tanaman, mereka membuat penghubung antar pohon dengan meletakkan bambu sebagai jembatan agar semut rangrang bisa melakukan ekspansi ke pohon lain, baik dalam mencari makan maupun untuk pengembangan koloninya.
  2. Fakta unik kedua adalah bahwa semut rangrang tergolong serangga yang memiliki kasih sayang yang tinggi. Salah satu contohnya adalah semut pekerja yang merawat larva dengan penuh kasih sayang dan sangat hati-hati. Selain itu mereka mencari pakan untuk kebutuhan larva ketika kelak menetas menjadi semut baru. Demi keamanan larva, mereka memindahkannya ke tempat yang aman ketika terjadi gangguan. Mereka menyediakan dan memberikan pakan kepada semut-semut bayi tersebut hingga dewasa.
  3. Fakta unik ketiga adalah bahwa larva berperan sebagai produsen serabut atau benang putih yang memiliki daya rekat kuat dari tubuh mereka yang kemudian dimanfaatkan oleh semut pekerja untuk merajut daun untuk membangun sarangnya.
  4. Fakta unitk keempat diketahui di negara Pilipina dan Thailand. Di sana masyarakatnya telah membudidayakan semut rangrang sejak dulu sebagai pakan burung, umpan memancing, makanan manusia. Mereka sangat menyukai sita rasa khas dari telur semut rangrang (kroto).
  5. Fakta unik kelima datang dari Indonesia tepatnya di pulau Kalimantan. Suku Dayak memanfaatkan semut rangrang sebagai lauk pendamping nasi. Mereka sangat menyukai sensasi pedas dari rasa semut rangrang.
  6. Fakta keenam uniknya semut rangrang adalah zat feromon. Dalam berkomunikasi antar anggota koloni feromon memegang peranan yang sangat penting, misalnya sebagai petunjuk arah sumber makanan. Selain itu zat ini juga dimanfaatkan oleh semut pekerja sebagai isyarat kepada anggota koloni lainnya jika datang bahaya. Ketika kita digigit semut rangrang, pada bekas gigitan tersebut terdapat cairan yang berbau menyengat, itulah yang namanya feromon. Bau menyengat itulah sebagai tanda bahaya, sehingga bala bantuanpun datang menyerbu kita.
Demikian 6 Fakta Unik dan Menarik dari Kehidupan Semut Rangrang, jangan lupa baca juga:
More aboutInilah 6 Fakta Unik dan Menarik dari Kehidupan Semut Rangrang

Tahukah Anda Semut Rangrang adalah Serangga yang Sangat Cerdas?

Posted by Kang Kroto

Tahukah Anda Semut Rangrang adalah Serangga yang Sangat Cerdas? - Semut rangrang (Oecophylla Smaragdina) adalah serangga ordo Hymenoptera family Formicidae. Semut rangrang memiliki kemampuan yang luar biasa yang tidak dimiliki semut lain, yaitu mampu membangun sarang dengan menganyam daun tumbuhan menjadi sebuah sarang yang kuat pada dahan, ranting, ataupun pada pucuk pepohonan.

Dalam mempertahankan kehidupannya dari gangguan musuh, semut rangrang mengandalkan gigitannya yang sangat menyengat dan mengeluarkan zat feromon yang dapat menyerang sistem saraf musuhnya. Zat feromon tersebut bukan saja digunakan untuk menyerang musuhnya, namun juga sebagai tanda atau alat komunikasi antar semut rangrang dalam menghadapi bahaya atau dalam mencari makan.

Semut rangrang merupakan serangga yang spesial, unik, dan cerdas. Layaknya makhluk sosial lainnya, semut rangrang dalam melakukan segala kegiatannya selalu bergotong royong, seperti misalnya membangun sarang baru, mencari makan, membersihkan sarang dari sisa pakan, mempertahankan koloni dari serangan musuh, dan segala aktivitas lainnya. Sebagai makhluk sosial, semut rangrang memiliki sifat yang sangat unik dan menarik, yaitu cerdas, kuat, gesit, disiplin, dan pemberani.

Dalam mengusir pengganggu, semut rangrang tidak gentar menyerang organisme lain yang mengganggu meskipun ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari ukuran tubuh semut rangrang. Semut rangrang memiliki gerakan yang gesit dan dapat berlari naik turun pohon sepanjang waktu dalam mencari makan. Jika ada pekerjaan yang tidak bisa dilakukan sendiri, maka semut rangrang akan melakukannya secara berkelompok dengan penuh tanggung jawab hingga pekerjaan itu selesai dan mereka tidak akan pergi meninggalkan kelompoknya, seperti misalnya sedang menganyam daun untuk membangun sarang di pohon.

Semut rangrang adalah serangga yang sangat cerdas. Kelompok semut rangrang membangun sistem komunikasi di antara mereka dengan mengeluarkan zat feromon yang memiliki bau yang khas dan menyengat dan sentuhan tertentu. Dalam waktu singkat semua anggota kelompok dapat mengetahui apabila terjadi sesuatu dalam kelompoknya dan mereka akan langsung melakukan pembagian tugas apa yang harus dilakukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, semut rangrang digunakan sebagai predator alami dalam mengatasi hama pada perkebunan tropis untuk meningkatkan produksi tanaman karena sifatnya yang agresif. Pemanfaatan semut rangrang sebagai pengendali hama telah dilakukan oleh para petani mete di Australia dan petani kakao di Vietnam. Semut rangrang juga dapat dimanfaatkan langsung sebagai sumber protein bagi para pecinta burung ocehan, yaitu telurnya yang dikenal dengan sebutan kroto.

Berikut ini Anggota Koloni Semut Rangrang pada Sarang di Alam:

1. Kroto (telur, larva, dan pupa)

Di alam ratu semut rangrang dapat menghasilkan telur sebanyak 240 hingga 700 butir per hari secara terus-menerus selama kurang lebih satu tahun. Telur-telur ini akan disebarkan ke seluruh sarang oleh semut pekerja dengan menempelkan setiap telur ke dinding sarang. Dengan mengabsorsi oksigen di udara sekitarnya, kandungan protein dalam telur akan tumbuh menjadi embrio yang dibantu suntikan nutrisi berupa fruktosa oleh semut pekerja sampai menjadi larva dan akan menetas pada hari ke-16. Kulit bagian luar telur dimanfaatkan oleh semut dewasa untuk membuat jaring-jaring sutera yang digunakan untuk membuat ruang atau kamar-kamar di dalam sarang.

2. Raja dan Ratu semut

Ratu semut dan semut jantan berperan sangat penting dan sangat menentukan dalam  pekerbang-biakan sebuah koloni. Dari ratu akan dihasilkan semua elemen koloni, seperti calon  ratu, semut jantan, semut penjaga, maupun semut pekerja. Dibutuhkan kurang lebih 6 bulan terhitung setelah menetas bagi calon ratu untuk dapat mencapai kematangan dalam proses reproduksi

3. Semut Jantan

Semut jantan memiliki ukuran kurang lebih 1 cm dengan tubuh berwarna coklat tua dan memiliki sayap yang dapat digunakan untuk terbang. Umur semut jantan dewasa yang telah siap kawin yaitu antara 64 sampi 71 hari, dan akan mati setelah melakukan perkawinan selama 1-7 hari, dengan menempatkan sel telur ke dalam perut ratu semut dan calon ratu dewasa.

4. Ratu Semut Rangrang

Ratu semut rangrang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari semut jantang, yaitu kurang lebih sekitar 2 cm panjangnya dengan tubuh berwarna coklat tua dan sayapnya telah lepas. Ratu semut akan mulai bertelur dalam  sarang dengan suhu  23 hingga 27 derajat Celcius.
 
Baca Juga:
Ciri-Ciri Ratu Semut Rangrang

5. Calon Ratu Dewasa

Calon ratu semut yang telah dewasa memiliki ukuran tubuh antara 15-16 mm dengan tubuh berwarna coklat dan masih memiliki sayap hingga saatnya dikawin oleh semut jantan dan sayapnya akan lepas yang menandakan siap bertelur. Calon ratu dewasa yang siap/sudah dibuahi biasanya menempati sarang turunan dalam koloni sebelum akhirnya terbang keluar sarang, menetap di wilayah baru yang ditandai dengan terlepasnya sayap dan akan membentuk koloni baru.

Di dalam sarang induk sebuah koloni besar ketika ratu tidak lagi bertelur, akan terjadi kompetisi dan seleksi dengan mekanisme yang sangat rumit dari beberapa calon ratu dewasa yang siap/sudah dibuahi untuk memilih ratu. Kadang terjadi pembantaian oleh semut penjaga terhadap calon ratu dewasa yang tidak terpilih dan tidak berhasil terbang keluar sarang.

6. Calon Ratu Muda

Calon ratu semut yang masih muda berukuran antara 15-16 mm dengan tubuh berwarna hijau kecoklatan dan masih memiliki sayap. Apabila dalam  koloni terdapat beberapa sarang turunan, perpindahan sarang yang dilakukan oleh calon ratu muda biasanya tidak akan diterima oleh semut penghuni sarang tersebut, meskipun masih dalam satu koloni.

7. Semut Prajurit

Semut prajurit ukurannya sekitar 8-10 mm dengan tubuh berwarna coklat tua, tidak bersayap, serta memiliki sifat lebih agresif dari semut lain. Semut prajurit menghabiskan sebagian besar waktunya berada diluar sekitar sarang, untuk melindungi anggota koloni dari benda/makhluk asing yang dianggap sebagai predator atau musuh yang membahayakan koloninya.

8. Semut Pekerja

Semut pekerja berukuran lebih kecil, yaitu antara 8-10 mm dengan tubuh berwarna coklat dan tidak bersayap. Semut pekerja bertugas memindahkan telur dan larva agar mendapat oksigen yang cukup, memperbesar atau membuat sarang baru disaat koloni semakin besar, serta mencari dan memberi makan seluruh elemen koloni.

Jika sebuah koloni tidak memiliki sang ratu semut, maka semut pekerja akan bertelur. Jika tidak dibuahi, telur yang dihasilkan oleh semut pekerja tidak akan menetas. Hal ini dilakukan bukan untuk menambah besar koloni, tetapi semut mengambil manfaat dari cairan yang dikeluarkan telur untuk membuat jaring-jaring pengikat sarang mereka.

Jangan lupa baca juga:
More aboutTahukah Anda Semut Rangrang adalah Serangga yang Sangat Cerdas?

Benarkah Semut Rangrang Jantan Umurnya Pendek?

Posted by Kang Kroto

Benarkah Semut Rangrang Jantan Umurnya Pendek? -  Selain ratu semut, semut jantan juga memiliki peranan yang tidak kalah pentingnya dalam mengembangkan koloni semut rangrang. Semut jantan memiliki ukuran sekitar 8 mm hingga 10 mm dengan tubuh berwarna coklat tua dan memiliki sepasang sayap untuk terbang. Ukuran tubuh semut jantan biasanya lebih kecil bila dibandingkan dengan ukuran tubuh ratu semut rangrang.

Semut rangrang jantan yang telah siap kawin biasanya berumur antara 64 sampai 71 hari sejak menetas. Tugas semut jantan hanya satu, yaitu mengawini sang ratu. Proses perkawinan antara semut jantan dan ratu biasanya dilakukan selama 1 hingga 7 hari.

Perkawinan semut rangrang adalah proses penempatan sel telur ke dalam kantong-kantong penyimpanan telur pada tubuh sang ratu dan calon ratu dewasa. Setelah selesai melakukan perkawinan, semut jantan akan mati.

Semut jantan tergolong pada semut produktif karena memiliki tugas yang sangat penting dalam kelangsungan koloni sebuah sarang semut rangrang. Selain semut jantan, yang termasuk semut produktif adalah ratu semut.

Meskipun memegang peranan yang sangat penting, anehnya semut jantan tidak bisa hidup lama, setelah mengawini ratu semut, semut jantan akan mati, namun dari hasil perkawinannya itu akan menghasilkan ribuan bahkan puluhan ribu telur yang kemudian akan berkembang menjadi larva dan pupa dan akhirnya menetas menjadi semut rangrang.

Pentingnya tugas semut jantan ini juga karena, dari telur hasil perkawinannya, tidak hanya menghasilkan semut rangrang biasa, melainkan ada beberapa jenis, seperti ratu semut, semut jantan, semut pekerja, dan semut prajurit yang nantinya akan memiliki tugas penting sendiri-sendiri dalam mempertahankan koloninya.

Jangan lupa baca juga:
More aboutBenarkah Semut Rangrang Jantan Umurnya Pendek?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...