Showing posts with label semut rangrang. Show all posts
Showing posts with label semut rangrang. Show all posts

Sunday, October 19, 2014

Inilah 6 Fakta Unik dan Menarik dari Kehidupan Semut Rangrang

Inilah 6 Fakta Unik dan Menarik dari Kehidupan Semut Rangrang - Semua makhluk hidup ciptaan Tuhan memiliki keunikan sendiri-sendiri dalam kehidupannya, demikian juga dengan semut rangrang.

Semut rangrang merupakan serangga paling unik di dunia. Bagaimana tidak? Serangga ini dijuluki serangga paling cerdas di dunia, bisa dibaca pada:

Semut rangrang secara tidak langsung telah membantu manusia dalam melawan hama tanaman perkebunan. Berikut ini 6 Fakta Unik dan Menarik dari Kehidupan Semut Rangrang:
  1. Fakta unik pertama datang dari negeri China. Penduduk China memanfaatkan semut rangrang sebagai predator alami untuk mengatasi hama tanaman perkebunan mereka. Mereka mencari sarang semut rangrang kemudian memindahkannya di perkebunan mereka. Agar populasi semut rangrang dapat menyebar ke seluruh tanaman, mereka membuat penghubung antar pohon dengan meletakkan bambu sebagai jembatan agar semut rangrang bisa melakukan ekspansi ke pohon lain, baik dalam mencari makan maupun untuk pengembangan koloninya.
  2. Fakta unik kedua adalah bahwa semut rangrang tergolong serangga yang memiliki kasih sayang yang tinggi. Salah satu contohnya adalah semut pekerja yang merawat larva dengan penuh kasih sayang dan sangat hati-hati. Selain itu mereka mencari pakan untuk kebutuhan larva ketika kelak menetas menjadi semut baru. Demi keamanan larva, mereka memindahkannya ke tempat yang aman ketika terjadi gangguan. Mereka menyediakan dan memberikan pakan kepada semut-semut bayi tersebut hingga dewasa.
  3. Fakta unik ketiga adalah bahwa larva berperan sebagai produsen serabut atau benang putih yang memiliki daya rekat kuat dari tubuh mereka yang kemudian dimanfaatkan oleh semut pekerja untuk merajut daun untuk membangun sarangnya.
  4. Fakta unitk keempat diketahui di negara Pilipina dan Thailand. Di sana masyarakatnya telah membudidayakan semut rangrang sejak dulu sebagai pakan burung, umpan memancing, makanan manusia. Mereka sangat menyukai sita rasa khas dari telur semut rangrang (kroto).
  5. Fakta unik kelima datang dari Indonesia tepatnya di pulau Kalimantan. Suku Dayak memanfaatkan semut rangrang sebagai lauk pendamping nasi. Mereka sangat menyukai sensasi pedas dari rasa semut rangrang.
  6. Fakta keenam uniknya semut rangrang adalah zat feromon. Dalam berkomunikasi antar anggota koloni feromon memegang peranan yang sangat penting, misalnya sebagai petunjuk arah sumber makanan. Selain itu zat ini juga dimanfaatkan oleh semut pekerja sebagai isyarat kepada anggota koloni lainnya jika datang bahaya. Ketika kita digigit semut rangrang, pada bekas gigitan tersebut terdapat cairan yang berbau menyengat, itulah yang namanya feromon. Bau menyengat itulah sebagai tanda bahaya, sehingga bala bantuanpun datang menyerbu kita.
Demikian 6 Fakta Unik dan Menarik dari Kehidupan Semut Rangrang, jangan lupa baca juga:
Readmore → Inilah 6 Fakta Unik dan Menarik dari Kehidupan Semut Rangrang

Monday, September 15, 2014

Semut Rangrang Budidaya Kroto Tak Kenal Maka Tak Sayang

Semut Rangrang Budidaya Kroto Tak Kenal Maka Tak Sayang - Semut rangrang merupakan serangga yang memiliki kemampuan luar biasa dalam membuat sarangnya untuk tempat tinggalnya sekaligus tempat berkembang biak. Semut rangrang merupakan serangga atau semut yang memiliki keistimewaan tersendiri. Keistimewaannya adalah bahwa semut rangrang merupakan penghasil telur yang memiliki harga atau nilai jual yang mahal, yaitu kroto.

Semut rangrang adalah semut yang berwarna merah dengan ukuran besar yang dapat kita jumpai di pohon-pohon di sekitar rumah atau di pekarangan atau di hutan. Semut rangrang dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk anyaman untuk sarangnya. Semut rangrang mampu menarik dan membentuk daun untuk dijadikan sarang. Dalam bahasa Inggris ia disebut weaver ant atau "semut penganyam". Semut rangrang mampu membuat sarang dengan beberapa daun yang dianyam membentuk ruangan. Rangrang merupakan serangga sosial yang dalam hidupnya membentuk koloni. Koloni rangrang dapat sangat tinggi populasinya.

Kemampuan semut rangrang dalam membuat sarang memang sangat luar biasa, mereka bersama-sama menarik beberapa daun kemudian dibentuk melengkung, disatukan, membentuk suatu ruangan dengan beberapa kamar di dalamnya. Kamar-kamar tersebut terbentuk dengan bantuan semacam jaring laba-laba yang sangat rapat, sehingga bentuknya hampir mirip dangan kain mori putih yang kuat untuk berlindung dan berkembang biak.

Jaring-jaring atau langit-langit putih tersebut digunakan untuk menyimpan dan merawat telurnya sampai menetas menjadi semut rangrang baru. Sebuah bentuk kerjasama yang sangat besar dan luar biasa kompaknya saat beberapa semut menarik daun agar bisa dibentuk menjadi sarang. Mereka berjuang sekuat tenaga dengan semboyan bersatu kita teguh untuk membuat sarang.

Selain sebagai tempat berlindung dan berkembang biak, sarang semut rangrang di alam digunakan untuk merawat telurnya selama proses pematangan dan penetasan. Pada saat proses inilah, kelangsungan hidup semut rangrang terancam. Ancaman ini datang justru dari manusia yang seharusnya melindungi dan melestarikannya.


Readmore → Semut Rangrang Budidaya Kroto Tak Kenal Maka Tak Sayang

Sunday, May 25, 2014

Semut Rangrang Menghilang Hama Semakin Garang

Semut Rangrang Menghilang Hama Semakin Garang - Selamat datang dan selamat membaca artikel di blog budidayakrotos.blogspot.com. Keseimbangan alam lingkungan sekitar kita telah rusak, salah satu ditunjukkan dengan banyaknya tanaman buah yang mengalami kegagalan. Tiada lain penyebabnya adalah hama tanaman buah yang semakin meraja lela. Seperti contohnya pohon mangga di sebelah barat rumah saya. 90% buahnya jatuh sebelum matang. Jatuh karena termakan ulat buah. Buah menjadi berlobang dan busuk sehingga jatuh sebelum matang.

Mengerikan memang. Bagaimana kalau hal ini sampai berlarut-larut? Tragis. Ya memang ada solusinya, yaitu dengan semprotan obat pembasmi hama. Jika alam bisa bicara, mereka sebenarnya menjerit. Bagaimana tidak? Selama ini mereka (alam) telah dijejali dengan obat-obatan kimia yang merusak. Memang, dalam jangka pendek sepertinya mereka terbantu, namun dalam jangka panjang, mereka akan semakin rusak.

Semut Rangrang Menghilang Hama Semakin Garang

Siapa yang akan menaggung kerusakan alam? Tentu saja jawabannya adalah "Kita Manusia"

Tanpa kita sadari, kita telah memberikan racun kepada anak cucu kita dengan memberikan buah (makanan) yang mengandung bahan kimia. Padahal alam ini adalah merupakan titipan anak cucu kita yang harus kita jaga dan harus dikembalikan kepada mereka jika telah datang masanya dalam kondisi yang baik seperti sedia kala.

Budaya hidup instan yang berupa membasmi hama dengan cepat dengan menggunakan obat-obatan kimia adalah perbuatan yang sangat tidak menguntungkan. Lalu bagaimana solusinya?

Back to Nature, kembali ke alam, kita serahkan seluruhnya kepada alam, biarkan alam yang akan menentukan. Hubungannya dengan budidaya semut rangrang itu apa?

Semut Rangrang Menghilang Hama Semakin Garang

Tentu saja sangat erat hubungannya. 3 tahun yang lalu, hampir tidak saya temukan buah mangga jatuh sebelum matang alias busuk. mengapa demikian? Karena pohon mangga di samping rumah saya dihuni oleh ribuan semut rangrang yang tanpa kita sadari telah membantu kita merawat buah mangga sehingga tidak diserang hama ataupun ulat buah.

Sekarang ini nasib pohon mangga samping rumah saya sangat malang. 90% buahnya jatuh busuk karena terserang ulat buah. Setiap hari ada puluhan buah yang terjatuh karena busuk, dari buah yang masih kecil hingga buah yang sudah besar.

Saya Kang Kroto melalui blog budidayakrotos.blogspot.com mengajak para sedulur semua untuk melakukan gerakan kembali ke alam, yaitu untuk melindungi tanaman buah di sekitar kita .

Salah satu gerakan ayang ingin saya lakukan untuk memperoleh solusi semua masalah di atas adalah:
  1. dengan merawat dan memelihara semut rangrang yang berada di pohon, biarkan mereka tetap hidup di pohon.
  2. jika di pohon sudah tidak ada semut rangrang, maka kita harus menempatkan semut rangrang agar mau bersarang di pohon.
  3. jika secara bersama-sama kita lakukan dengan tetangga, maka lama-lama lingkungan kita akan aman dari serangan hama dan penyakit buah.
Lho katanya semut rangrang diternak supaya kita bisa mengambil keuntungan dengan memanen kroto?

Jangan khawatir, dengan memelihara semut rangrang di pohon secara alami, kita juga tetap akan bisa memanen kroto untuk tambahan penghasilan, namun tentunya dengan kearifan kita, yaitu dengan mengambil sebagian saja krotonya, jangan diambil semua agar kelangsungan hidup semut rangrang tetap bisa terpelihara.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menggugah hati sanubari kita untuk mengembalikan kondisi alam kita yang sedang sekarat ini.

Jangan lupa baca juga:
Sejarah dan Asal Usul Semut Rangrang sebagai Serangga Pengendali Hama Tanaman

Readmore → Semut Rangrang Menghilang Hama Semakin Garang

Saturday, January 25, 2014

Apa Itu Semut Rangrang?

Apa Itu Semut Rangrang? - Untuk memulai sesuatu, terlebih dahulu kita harus mengetahui sesuatu itu sendiri, bahkan harus memahaminya. Demikian juga dengan budidaya semut rangrang. Agar dapat berhasil membudidayakan semut rangrang, kita harus mengetahui dan memahami seluk beluk semut rangrang, dari mulai pakan, kebiasaan hidupnya, habitat aslinya, hama, penyakit, dan masih banyak hal lain lagi yang harus kita ketahui.

Slah satu hal pertama dan utama yang wajib kita ketahui dalam hal budidaya kroto adalah, Apa Itu Semut Rangrang?

Berikut ini penjelasannya yang diambil dari berbagai sumber.

(Semut) Rangrang atau kerangga (Oecophylla) adalah semut berukuran agak besar yang dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk anyaman untuk sarangnya. Dalam bahasa Inggris ia disebut weaver ant atau "semut penganyam". Rangrang sebagaimana banyak semut lain adalah serangga sosial dan membentuk koloni. Koloni rangrang dapat sangat tinggi populasinya.

Di dunia dikenal dua jenis rangrang yang masih menyintas. Sisanya ditemukan dalam bentuk fosil. Jenis pertama adalah rangrang asia (O. smaragdina) yang tersebar luas dari Pakistan sampai Australia bagian utara dan rangrang afrika (O. longinoda) yang menghuni kawasan tropis di Afrika.

Serangga ini bersifat teritorial (menjaga tempat hidupnya) dan bertemperamen "galak". Rangrang tidak segan-segan menyerang apa pun yang mendekati kawasan aktivitasnya. Karena perilaku ini, banyak pemilik pohon buah di Asia Tenggara memanfaatkannya untuk menjaga buah yang mulai ranum. Selain sebagai penjaga, rangrang dimanfaatkan manusia sebagai sumber pakan burung berkicau peliharaan. Larvanya dikenal sebagai kroto dan disukai oleh burung pemakan serangga. Kroto merupakan komoditas perdagangan sekunder sebagai tambahan penghasilan petani.

Rangrang memiliki perilaku memelihara beberapa jenis kutu sisik untuk diperah cairannya.

Dari keterangan tersebut diatas, saya mengambil 2 kesimpulan penting, yaitu:
  1. Semut rangrang selalu menjaga habitatnya dari gangguan musuh dengan sekuat tenaga, meski nyawa taruhannya.
  2. Semut rangang memanfaatkan kutu sisik untuk diperah cairannya.
Pertama

Semut rangrang selalu menjaga habitatnya dari gangguan musuh, oleh karena itu, dalam budidaya kroto rumahan, kita harus menyediakan tempat budidaya yang jauh dari jangkauan manusia dan hewan lain yang bisa mengganggu, agar semut rangrang bisa hidup tenang dan berproduksi melimpah.

Kedua

Semut rangang memanfaatkan kutu sisik untuk diperah cairannya. Seperti manusia dan makhluk hidup lainnya, semut rangrang juga membutuhkan cairan untuk bertahan hidup. Di habitat aslinya di alam, semut rangang memanfaatkan kutu sisik untuk diperah cairannya, oleh karena itu, dalam budidaya semut rangrang rumahan dengan media toples, kita harus menyediakan cairan gula sebagai minum semut rangrang, karena tidak bisa menyediakan sendiri.

Demikian Apa Itu Semut Rangrang? Semoga bermanfaat.

Readmore → Apa Itu Semut Rangrang?

Sunday, October 20, 2013

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Keuntungan budidaya kroto adalah karena mudahnya mendapatkan pakan semut rangrang dari sekitar kita. Salah satunya adalah serangga yaitu capung/kinjeng. Capung adalah serangga bangsa Odonata. Capung banyak terdapat di tempat yang banyak airnya. Capung adalah hewan bersayap dan bisa terbang menyerupai helikopter. Capung banyak terdapat di pinggir-pinggir sungai dan di sekitar rumah kita. Capung merupakan salah satu makanan kesukaan semut rangrang dalam budidaya kroto.

Capung banyak mengandung protein, untuk memenuhi kebutuhan 70% protein bagi semut rangrang. Selain protein, semut rangrang juga membutuhkan gula sebanyak 30% sebagai minumannya. Hewan lain sebagai makanan rangrang, di antaranya adalah jangkrik, ulat, kupu-kupu, dan masih banyak lagi termasuk hama tanaman buah seperti kepik.

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Semut rangrang adalah hewan karnivora, yaitu serangga pemakan daging. Kroto yang dihasilkan sangat banyak mengandung protein, sehingga sangat baik untuk makanan burung berkicau. Melihat begitu mudahnya makanan dan cara perawatan semut rangrang, maka ternak kroto menjadi semakin menguntungkan. Tetapi mengapa belum banyak orang yang melakukannya, sehingga pasokan kroto di pasaran masih sangat minim, hal ini yang menyebabkan melambungnya harga kroto. Di balik itu semua, ini menjadi sebuah keuntungan bagi para peternak kroto dan pencari kroto.

Dengan sedikit kerja keras, kita akan dapat memperoleh keuntungan yang besar, apalagi di musim penghujan dan hari raya, harga kroto sangat tinggi, bahkan di tingkat pengecer bisa mencapai Rp. 200.000,- per kilo gram. Berbeda dengan ternak lainnya, misalnya sapi, kambing, lele, gurame, dan lain-lain, yang membutuhkan biaya produksi yang sangat mahal dan waktu panen yang cukup lama. Bisa dikatakan bahwa, beternak semut rangrang penghasil kroto ini tidak membutuhkan biaya produksi, hanya modal awal saja ketika menyediakan bibit dan rak atau kandang tempat pemeliharaan.

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Biaya produksi yang sangat murah, bahkan bisa dikatakan tidak ada membuat keuntungan beternak kroto menjadi semakin menguntungkan, coba bayangkan hanya dengan diberi makan capung atau orang jawa bila kinjeng, kita bisa memelihara semut rangrang sampai bisa menghasilkan telur emas. Capung atau kinjeng, jangkrik, belalang, dan ulat bisa kita dapatkan dengan mudah dari alam, kalaupun harus membeli jangkrik, dengan uang Rp. 5.000,- saja kita dapat memperoleh jangkrik dalam jumlah yang banyak, bahkan jangkrik tersebut, jika dibiarkan hidup untuk stok makan dapat dibiakkan pula.

Demikian Serangga Makanan Budidaya Kroto, semoga bermanfaat.
Readmore → Serangga Makanan Budidaya Kroto

Thursday, October 10, 2013

SEMUT RANGRANG ADALAH

Semut Rangrang adalah serangga yang memiliki nama latin Oecophylla. Semut rangrang adalah semut yang berwarna merah hingga merah tua yang berukuran besar yang dapat menghasilkan telur yaitu kroto. Semut rangrang adalah serangga yang memiliki kemampuan tinggi dalam membangun rumahnya yang berupa anyaman untuk sarangnya.

Semut rangrang disebut juga semut penganyam atau bahasa Inggrisnya weaver ant. Semut rangrang adalah serangga yang memiliki sifat sosial dalam hidupnya yaitu dengan membentuk koloni yang memiliki populasi yang sangat tinggi.

Dalam kehidupan, semut rangrang memiliki fungsi dan manfaat yang sangat banyak bagi para petani. Semut rangrang dapat membantu petani dengan memangsa berbagai jenis hama seperti lalat buah, kepik hijau, ulat pemakan daun, hama tanaman buah, hama tungau, penggerek daun dan penyakit greening pada kebun jeruk. Selain itu, semut rangrang juga dapat melindungi eucalyptus dan tanaman kayu.

SEMUT RANGRANG ADALAH

Bagi para petani jeruk dan mete, semut rangrang sangat berjasa karena dapat mengendalikan hama yang menyerang tanaman jeruk dan mete, selain itu dapat juga menjaga tanaman kelapa dan kakao dari serangan kepik. Hebatnya lagi, semut rangrang dapat mengusir tikus yang akan menyerang tanaman.

Semut rangrang memiliki sifat pemberani, yaitu menjaga tempat hidupnya dari serangan dan gangguan musuhnya. Jika ada yang mengusik tempat tinggalnya atau daerah kekuasaannya, semut rangrang akan langsung menyerang dengan sangat cepat dan kilat menggigit para pengganggunya.

Masih banyak manfaat yang bisa diambil dari semut rangrang. Manfaat tambahan yang paling populer dan dapat mendatangkan penghasilan yang melimpah adalah telurnya yang disebut kroto sebagai pakan burung peliharaan atau burung kontes atau burung berkicau.

Sebagai pakan burung, kroto semut rangrang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. kisaran harga dipasaran sekarang adalah mencapai Rp. 150.000,- per kg.

Dengan alasan tersebut di atas, sekarang ini telah banyak para petani yang melakukan budidaya kroto yang dilakukan secara modern yaitu dengan sarang buatah berupa toples yang diletakkan di atas rak di rumah.

Untuk mengetahui bagaimana cara budidaya kroto, dapat anda baca pada:



Demikian artikel tentang SEMUT RANGRANG ADALAH, semoga bermanfaat.

Readmore → SEMUT RANGRANG ADALAH

Tuesday, October 8, 2013

Penyebab Tingginya Harga Kroto

Penyebab Tingginya Harga Kroto - Orang menyebutnya "Kroto" adalah larva dan pupa dalam proses metamorfosis semut dari telur menjadi semut. Kroto pada masyarakat umum adalah telur semut rangrang yang berwarna putih seukuran beras. Kroto digunakan untuk pakan burung berkicau, sebagian orang menggunakan kroto untuk umpan memancing. Konsumen kroto rata-rata adalah para penghobi yang mereka akan membeli kroto dengan harga seberapapun yang penting kesenangannya terpenuhi.

Hal itu yang menyebabkan harga kroto di pasaran semakin melambung. Sementara kroto hasil pencarian dari alam semakin sedikit. Hal ini menarik sebagai peluang usaha yang menjanjikan dengan budidaya kroto.

Kandungan protein pada kroto sangat tinggi dan vitamin untuk menjaga kesehatan dan stamina burung kicauan. Kroto adalah pakan paling berkualitas untuk burung kicauan meskipun di pasaran telah banyak dijual pakan burung buatan, namun penggunaan kroto sebagai pakan burung tetap menjadi pilihan utama karena masih alami.

Semut rangarang bersarang pada pohon, baik yang tinggi, maupun pohon yang rendah. Semut rangrang biasanya bersarang pada pohon jambu, mahoni, rambutan, mangga, jati, sukun, mengkudu, dan lain-lain.

Berkurangnya populasi semut rangrang di alam sangat merugikan kita, karena semut rangrang adalah predator alami yang dapat memberantan hama pengganggu tanaman, khususnya tanaman buah. Tanaman yang dihuni oleh semut rangrang biasanya tidak terserang ulat karena semut rangrang akan memakan ulat dan hama lain yang mengganggu dan menyerang tanaman.

Kroto merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat sebagai penghasilan tambahan, sehingga banyak masyarakat yang berlomba berburu kroto yang memiliki harga selangit ini. Sebenarnya ini merugikan bagi alam, pengambilan kroto dari alam akan mengganggu kelestarian populasi semut rangrang, yang akibatnya predator alami menjadi berkurang dan justru hama tanaman yang akan timbul.

Berdasarkan alasan di atas maka bermunculan ide kreatif untuk melakukan budidaya kroto. Untuk mengetahui bagaimana cara budidayanya, dapat dibaca pada:

Cara Memulai Budidaya Kroto

5 Cara Memulai Budidaya kroto

Demikian Penyebab Tingginya Harga Kroto, semoga bermanfaat.

Readmore → Penyebab Tingginya Harga Kroto

Tuesday, October 1, 2013

2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam - Kelangkaan sarang semut rangrang di alam dipicu oleh beberapa hal. Berikut ini penyebab kelangkaan sarang semut rangrang di alam yang telah dirangkum menjadi 2 penyebab kelangkaan kroto di alam.
  1. Perburuan secara sembrono. Semakin banyaknya para pemburu kroto di alam menyebabkan persaingan perburuan yang semakin banyak, sehingga menyebabkan periode pengambilan kroto yang terlalu cepat dan akibatnya semut rangrang tidak bisa berkembang biak secara baik, sehingga kelangsungan hidupnya terancam. Selain itu terdapat perbedaan perburuan kroto di alam jaman dulu dengan sekarang. Pada jaman dulu para pemburu dalam mengambil kroto dilakukan dengan hati-hati agar sarang tidak rusak dan semut rangrang tidak bubar sehingga dalam periode waktu tertentu semut sudah bertelur kembali dan dapat dipanen kembali. Namun sekarang ini para pemburu tidak memperdulikan hal itu, yang penting saya dapat kroto, sarangnya mau rusak atau semutnya bubar tidak perduli, sehingga akibatnya sarang rusak dan semut tidak bisa berkembang biak lagi.
  2. Penebangan pohon. Pertumbuhan penduduk yang meningkat menuntut untuk pembukaan lahan pekarangan atau ladang untuk pembuatan rumah, akibatnya banyak pohon yang ditebang, baik untuk membuka lahan membuat rumah ataupun untuk membuat kayu bahan bangunan. Semakin sedikitnya keberadaan pohon di lingkungan, menyebabkan habitat semut rangrang terganggu dan akibatnya tidak bisa berkembang biak secara baik.
2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

Keadaan semacam ini sangat membahayakan habitat semut rangrang di alam. Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, sudah dapat dipastikan, semut rangrang penghasil kroto akan punah juga. Atas dasar alasan tersebut, maka solusinyan adalah dengan melakukan budidaya semut rangrang atau budidaya kroto di rumah dengan bantuan sarang buatan berupa toples atau botol bekas air mineral.

Untuk memulai usaha budidaya kroto, Anda dapat membaca artikel Cara Memulai Budidaya Kroto dan 5 Syarat Sukses Budidaya Kroto.

Demikian 2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam semoga dapat bermanfaat bagi kita dalam menjaga kelestarian alam di sekitar kita.
Readmore → 2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam