Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts

Friday, November 1, 2013

Budidaya Kroto Ide Kreatif Tambah Penghasilan

Budidaya Kroto Ide Kreatif Tambah Penghasilan - Ide Kreatif, Tambah Penghasilan Dengan Budidaya Semut. Di jaman sekarang ini mencari pekerjaan semakin sulit, meski titel di belakang nama berjejer panjang, tetap saja kalau koneksi, pengalaman, dan keterampilan tidak ada, susah juga mendapatkan pekerjaan.

Dari alasan tersebut, munculah ide-ide kreatif untuk tidak mencari pekerjaan, melainkan membuat pekerjaan. Salah satu ide tersebut adalah dengan budidaya kroto.

Pernahkah Anda membayangkan bahwa semut bisa dibudidayakan dan menjadi alternatif tambahan penghasilan? Jika belum, saatnya Anda perlu sedikit meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah Sukarmin, salah satu warga Padukuhan Blimbing, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Pasalnya sejak beberapa bulan lalu ia telah mencoba peruntungan dengan membudidayakan kroto dan kini hampir menuai sukses.

Mungkin bagi sebagian orang menganggap bahwa budidaya kroto merupakan sebuah ide gila yang tidak masuk akal. Tetapi lewat tangan dingin Sukarmin, semut yang notabene merupakan serangga yang dibenci sebagian orang, bisa jadi salah satu sumber pendapatan tambahan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, berawal dari ide gila atau kreatif, seseorang bisa meraup kocek ratusan ribu rupiah dalam sebulan hanya dari semut.

“Selain mudah dalam perawatan dan tidak memerlukan lahan luas, budidaya semut tidak membutuhkan modal besar tetapi bisa menambah penghasilan dari penjualan kroto (telur semut). Kami menangkap peluang bisnis itu berawal dari kebutuhan akan kroto di pasaran yang masih sangat minim, sedang permintaan membludak. Khususnya di Yogyakarta, kroto dijadikan sebagai pakan tambahan (extrafood) burung berkicau dan campuran umpan ikan,” kata Sukarmin menjawab pertanyaan Karangrejek.net di kediamannya, Jumat (23/3/2012).

Melihat kenyataan di pasaran, melirik usaha penjualan kroto merupakan pilihan yang tepat bahkan bisa menjadi alternatif usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini dipengaruhi mahalnya harga kroto dimana per 1 kilogramnya bisa mencapai Rp 70.000 – Rp 90.000 di tingkat pengepul. Padahal jika dalam kondisi normal, produktivitas telur semut mampu menghasilkan kroto antara 0,5 – 1 ons tiap toples/botol setiap 15 – 20 hari. Dengan demikian berarti, dalam budidaya semut bisa menghasilkan kroto siap jual setiap 15 – 20 hari sekali.

Dijelaskannya, untuk memulai usaha budidaya kroto seseorang harus menyiapkan beberapa komponen diantaranya adalah lahan sekitar 2 – 3 m2, rak, dan toples/botol untuk rumah semut. Kemudian pindahkan rumah semut dari alam (masih bentuk daun) ke dalam toples/botol. Setelah melalui proses adaptasi selama beberapa hari, semut menempati toples/botol dan pada saatnya nanti ratu semut akan mulai bertelur setelah dibuahi oleh beberapa pejantan. Sedang perawatannya hanya diberi makan berupa belalang, jangkrik maupun ulat berikut minuman berupa air gula secukupnya.

“Saat ini kami baru memiliki modal 95 toples semut, sebagian besar sudah menghasilkan kroto. Kemungkinan kami baru bisa melakukan panen kroto perdana sekitar Bulan Mei mendatang. Diperkirakan, hasil panen kroto 95 toples bisa menghasilkan kroto minimal 4,75 kilogram. Jika dirupiahkan sedikitnya mencapai Rp 332.500 tiap 20 hari sekali dengan asumsi harga kroto Rp 70.000 per kilogramnya,” ucap Sukarmin optimis mampu menutup target 300 toples indukan semut Rang – Rang pada tahun 2012 ini.

Secara terpisah Kepala Desa Karangrejek, Kasdi Siswo Pranoto mengharapkan agar peluang usaha budidaya semut Rang – Rang tersebut segera mendapat perhatian dan bimbingan dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam hal pengembangannya. Selain merupakan usaha yang masih terbilang menjanjikan, program budidaya semut juga dinilai dapat memberikan peluang kerja dan tambahan pendapatan masyarakat di masa mendatang. (Wheny Marissa).

Demikian,  Budidaya Kroto Ide Kreatif Tambah Penghasilan, semoga menginspirasi.
Sumber: Gunungkidul – Karangrejek.net.
Readmore → Budidaya Kroto Ide Kreatif Tambah Penghasilan

Sunday, October 20, 2013

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Keuntungan budidaya kroto adalah karena mudahnya mendapatkan pakan semut rangrang dari sekitar kita. Salah satunya adalah serangga yaitu capung/kinjeng. Capung adalah serangga bangsa Odonata. Capung banyak terdapat di tempat yang banyak airnya. Capung adalah hewan bersayap dan bisa terbang menyerupai helikopter. Capung banyak terdapat di pinggir-pinggir sungai dan di sekitar rumah kita. Capung merupakan salah satu makanan kesukaan semut rangrang dalam budidaya kroto.

Capung banyak mengandung protein, untuk memenuhi kebutuhan 70% protein bagi semut rangrang. Selain protein, semut rangrang juga membutuhkan gula sebanyak 30% sebagai minumannya. Hewan lain sebagai makanan rangrang, di antaranya adalah jangkrik, ulat, kupu-kupu, dan masih banyak lagi termasuk hama tanaman buah seperti kepik.

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Semut rangrang adalah hewan karnivora, yaitu serangga pemakan daging. Kroto yang dihasilkan sangat banyak mengandung protein, sehingga sangat baik untuk makanan burung berkicau. Melihat begitu mudahnya makanan dan cara perawatan semut rangrang, maka ternak kroto menjadi semakin menguntungkan. Tetapi mengapa belum banyak orang yang melakukannya, sehingga pasokan kroto di pasaran masih sangat minim, hal ini yang menyebabkan melambungnya harga kroto. Di balik itu semua, ini menjadi sebuah keuntungan bagi para peternak kroto dan pencari kroto.

Dengan sedikit kerja keras, kita akan dapat memperoleh keuntungan yang besar, apalagi di musim penghujan dan hari raya, harga kroto sangat tinggi, bahkan di tingkat pengecer bisa mencapai Rp. 200.000,- per kilo gram. Berbeda dengan ternak lainnya, misalnya sapi, kambing, lele, gurame, dan lain-lain, yang membutuhkan biaya produksi yang sangat mahal dan waktu panen yang cukup lama. Bisa dikatakan bahwa, beternak semut rangrang penghasil kroto ini tidak membutuhkan biaya produksi, hanya modal awal saja ketika menyediakan bibit dan rak atau kandang tempat pemeliharaan.

Serangga Makanan Budidaya Kroto

Biaya produksi yang sangat murah, bahkan bisa dikatakan tidak ada membuat keuntungan beternak kroto menjadi semakin menguntungkan, coba bayangkan hanya dengan diberi makan capung atau orang jawa bila kinjeng, kita bisa memelihara semut rangrang sampai bisa menghasilkan telur emas. Capung atau kinjeng, jangkrik, belalang, dan ulat bisa kita dapatkan dengan mudah dari alam, kalaupun harus membeli jangkrik, dengan uang Rp. 5.000,- saja kita dapat memperoleh jangkrik dalam jumlah yang banyak, bahkan jangkrik tersebut, jika dibiarkan hidup untuk stok makan dapat dibiakkan pula.

Demikian Serangga Makanan Budidaya Kroto, semoga bermanfaat.
Readmore → Serangga Makanan Budidaya Kroto

Tuesday, October 8, 2013

Penyebab Tingginya Harga Kroto

Penyebab Tingginya Harga Kroto - Orang menyebutnya "Kroto" adalah larva dan pupa dalam proses metamorfosis semut dari telur menjadi semut. Kroto pada masyarakat umum adalah telur semut rangrang yang berwarna putih seukuran beras. Kroto digunakan untuk pakan burung berkicau, sebagian orang menggunakan kroto untuk umpan memancing. Konsumen kroto rata-rata adalah para penghobi yang mereka akan membeli kroto dengan harga seberapapun yang penting kesenangannya terpenuhi.

Hal itu yang menyebabkan harga kroto di pasaran semakin melambung. Sementara kroto hasil pencarian dari alam semakin sedikit. Hal ini menarik sebagai peluang usaha yang menjanjikan dengan budidaya kroto.

Kandungan protein pada kroto sangat tinggi dan vitamin untuk menjaga kesehatan dan stamina burung kicauan. Kroto adalah pakan paling berkualitas untuk burung kicauan meskipun di pasaran telah banyak dijual pakan burung buatan, namun penggunaan kroto sebagai pakan burung tetap menjadi pilihan utama karena masih alami.

Semut rangarang bersarang pada pohon, baik yang tinggi, maupun pohon yang rendah. Semut rangrang biasanya bersarang pada pohon jambu, mahoni, rambutan, mangga, jati, sukun, mengkudu, dan lain-lain.

Berkurangnya populasi semut rangrang di alam sangat merugikan kita, karena semut rangrang adalah predator alami yang dapat memberantan hama pengganggu tanaman, khususnya tanaman buah. Tanaman yang dihuni oleh semut rangrang biasanya tidak terserang ulat karena semut rangrang akan memakan ulat dan hama lain yang mengganggu dan menyerang tanaman.

Kroto merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat sebagai penghasilan tambahan, sehingga banyak masyarakat yang berlomba berburu kroto yang memiliki harga selangit ini. Sebenarnya ini merugikan bagi alam, pengambilan kroto dari alam akan mengganggu kelestarian populasi semut rangrang, yang akibatnya predator alami menjadi berkurang dan justru hama tanaman yang akan timbul.

Berdasarkan alasan di atas maka bermunculan ide kreatif untuk melakukan budidaya kroto. Untuk mengetahui bagaimana cara budidayanya, dapat dibaca pada:

Cara Memulai Budidaya Kroto

5 Cara Memulai Budidaya kroto

Demikian Penyebab Tingginya Harga Kroto, semoga bermanfaat.

Readmore → Penyebab Tingginya Harga Kroto

Tuesday, October 1, 2013

2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam - Kelangkaan sarang semut rangrang di alam dipicu oleh beberapa hal. Berikut ini penyebab kelangkaan sarang semut rangrang di alam yang telah dirangkum menjadi 2 penyebab kelangkaan kroto di alam.
  1. Perburuan secara sembrono. Semakin banyaknya para pemburu kroto di alam menyebabkan persaingan perburuan yang semakin banyak, sehingga menyebabkan periode pengambilan kroto yang terlalu cepat dan akibatnya semut rangrang tidak bisa berkembang biak secara baik, sehingga kelangsungan hidupnya terancam. Selain itu terdapat perbedaan perburuan kroto di alam jaman dulu dengan sekarang. Pada jaman dulu para pemburu dalam mengambil kroto dilakukan dengan hati-hati agar sarang tidak rusak dan semut rangrang tidak bubar sehingga dalam periode waktu tertentu semut sudah bertelur kembali dan dapat dipanen kembali. Namun sekarang ini para pemburu tidak memperdulikan hal itu, yang penting saya dapat kroto, sarangnya mau rusak atau semutnya bubar tidak perduli, sehingga akibatnya sarang rusak dan semut tidak bisa berkembang biak lagi.
  2. Penebangan pohon. Pertumbuhan penduduk yang meningkat menuntut untuk pembukaan lahan pekarangan atau ladang untuk pembuatan rumah, akibatnya banyak pohon yang ditebang, baik untuk membuka lahan membuat rumah ataupun untuk membuat kayu bahan bangunan. Semakin sedikitnya keberadaan pohon di lingkungan, menyebabkan habitat semut rangrang terganggu dan akibatnya tidak bisa berkembang biak secara baik.
2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

Keadaan semacam ini sangat membahayakan habitat semut rangrang di alam. Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, sudah dapat dipastikan, semut rangrang penghasil kroto akan punah juga. Atas dasar alasan tersebut, maka solusinyan adalah dengan melakukan budidaya semut rangrang atau budidaya kroto di rumah dengan bantuan sarang buatan berupa toples atau botol bekas air mineral.

Untuk memulai usaha budidaya kroto, Anda dapat membaca artikel Cara Memulai Budidaya Kroto dan 5 Syarat Sukses Budidaya Kroto.

Demikian 2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam semoga dapat bermanfaat bagi kita dalam menjaga kelestarian alam di sekitar kita.
Readmore → 2 Penyebab Kelangkaan Kroto di Alam

Wednesday, July 10, 2013

2 Cara Memulai Budidaya Kroto

2 Cara Memulai Budidaya Kroto - Sekarang ini banyak orang yang mencari alternatif usaha sampingan untuk menambah inkam keluarga. beberapa orang masih bingung untuk memulai usaha, di samping tidak tahu harus usaha apa, mereka juga takut akan memulai usaha, takut gagal, takut tidak bisa, dan takut modal. Salah satu alternatif peluang usaha untuk menambah penghasilan keluarga adalah dengan budidaya kroto. Budidaya kroto adalah usaha pemeliharaan dan pengembangan ternak semut rangrang penghasil kroto yang dilakukan sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga.

Sebagai usaha sampingan, budidaya kroto tidak memerlukan tenaga, biaya, dan waktu yang banyak, sehingga budidaya kroto ini dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk membantu menambah penghasilan suami dalam mencukupi kebutuhan keluarga. Kroto adalah telur semut rangrang yang memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai pakan burung kicauan. Harganya yang sangat tinggi hingga menembus kisaran Rp. 150.000,- per kg, membuat para pemburu kroto di alam semakin banyak, hal ini menyebabkan habitat semut rangrang di alam semakin menghilang. Hal ini mendatangkan dan menciptakan peluang usaha baru yang sangat menjanjikan sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga.

2 Cara Memulai Budidaya Kroto
Peluang usaha budidaya kroto semakin banyak dilakukan sebagai usaha sampingan. Kurangnya pasokan kroto dari alam menambah semangat para pembudidaya kroto untuk semakin mengembangakan peluang usaha yang satu ini. Bukan hanya laki-laki, perempuanpun ada yang sudah terjun dan berhasil membudidayakan semut rangrang penghasil kroto ini. Alasan memilih budidaya kroto adalah biaya produksinya yang sangat murah, perawatan yang sangat mudah, dan tidak memerlukan tempat yang luas, yang lebih penting, dapat dijadikan usaha sampingan yang bisa ditinggal atau tidak perlu ditunggui.

Berikut ini 2 Cara memulai budidaya kroto

Ada dua cara memulai budidaya kroto, yaitu:
  1. Dengan embeli bibit semut rangrang dari peternak lain
  2. Dengan mencari bibit sendiri di alam.
 2 cara tersebut di atas memiliki kelebihan dan kelemahan.
Kelebihan memulai budidaya kroto dengan membeli bibit dari peternak lain:

Kelebihannya adalah lebih praktis, semut rangrang sudah teradaptasi pada sarang toples dengan baik, dan yang terpenting adalah langsung bisa menghasilkan.

Kelemahan memulai budidaya kroto dengan membeli bibit dari peternak lain:


Kelemahannya adalah bahwa bibit semut rangrang yang dibeli dari peternak harganya cukup mahal, berkisar antara Rp. 150.000,- hingga Rp. 175.000,- per toples, jika dikalikan dengan jumlah toples yang ingin kita miliki, sudah bisa kita hitung berapa modal usaha yang harus kita keluarkan.

Kelebihan memulai budidaya kroto dengan mencari bibit dari alam:

Kelebihannya adalah, kita tidak memerlukan modal usaha yang besar seperti pada cara pertama tadi.

Kelemahan memulai budidaya kroto dengan mencari bibit dari alam:

Kelemahannya adalah kita harus rela repot alias ribet dan siap diserang dengan gigitan semut rangrang ketika kita mencari bibit semut rangrang sendiri langsung dari alam, dan juga mungkin keberadaanya sekarang sudah semakin sulit ditemukan.

Untuk memulai budidaya kroto anda bisa membaca 5 Syarat Sukses Budidaya Kroto

Jika ingin sukses dalam budidaya kroto atau budidaya semut rangrang Anda bisa juga membaca Cara Memperbanyak Sarang Kroto. Jumlah koloni atau sarang toples sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya kroto, karena semakin banyak sarang toples yang kita miliki, maka semakin banyak pula kroto yang kita hasilkan, dan pada akhirnya, dengan banyaknya kroto yang dihasilkan, maka banyak pula uang yang akan kita dapatkan dari penjualan kroto tersebut.

Harga Kroto

Ini yang paling penting, yaitu harga kroto. Harga kroto di masing-masing wilayah berbeda-beda, di sebagian wilayah ada yang mencapai Rp. 150.000,- per kg, bahkan di Pekalongan kabarnya hingga Rp. 175.000,- per kg. Tertarikkah anda?

Keberhasilan budidaya kroto tak lepas dari cara mengatasi kendala yang timbul, untuk itu, untuk mengetahui dan mengatasi kendala yang timbul, Anda bisa membaca 10 Permasalahan dalam Budidaya Kroto.

Demikian semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Readmore → 2 Cara Memulai Budidaya Kroto