Saturday, January 3, 2015

Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional

budidayakrotos.blogspot.com - Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional - Teknik budidaya kroto bermacam-macam dan setiap orang berbeda-beda. Mereka memiliki trik dan tips sendiri-sendiri, kebanyakan tipsnya adalah hasil temuan sendiri.

Awalnya kroto diambil langsung dari alam. Semut rangrang berkembang biak sendiri tanpa adanya campur tangan manusia. Manusia hanya berperan sebagai pemanen saja, jika sarang pohon tersebut masih produksi, maka akan diambil krotonya, jika sudah tidak produksi alias sudah ditinggal penghuninya, maka manusia akan mencari sarang lainnya.

Seiring berjalannya waktu, manusia semakin menyadari pentingnya keberadaan semut rangrang di alam sebagai penjaga tanaman buah dari serangan hama. Mulai saat itu, sarang semut rangrang dipindahkan ke perkebunan mereka. Biasanya kebun jeruk, jambu, mangga, dan kakao. Sarang dari alam liar diambil kemudian ditempatkan pada perkebunan mereka.

Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional

Mereka berharap, keberadaan semut rangrang pada tanaman buah mereka memiliki fungsi ganda, yaitu:
  1. Fungsi utama sebagai penjaga tanaman buah dari serangan hama ulat, kutu, kepik, dan lalat buah.
  2. Fungsi tambahan adalah bisa dipanen krotonya untuk pakan burung maupun untuk dijual sebagai pakan burung ocehan di pasar.
Alih Fungsi

Semakin maraknya burung ocehan sebagai hobi, semakin banyak pula para hobiis baru yang bermunculan, sehingga memicu meningkatnya permintaan kroto sebagai pakan burung, sehingga fungsi semut rangrang di alam berubah, dari penjaga tanaman buah menjadi pakan burung.

Dari beralih fungsinya tersebut, maka beralih pula cara pemeliharaan semut rangrang. Para petani mulai berpikir bagaimana caranya agar pemanenan kroto bisa dilakukan dengan mudah dan tidak tergantung alam.
 
Namun akibat dari alih fungsi semut rangrang menjadi penghasil kroto sebagai pakan burung, keseimbangan alam mulai rusak. Fungsi semut rangrang sebagai predator alami mulai hilang. Akibatnya banyak tanaman buah terserang hama.

Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional
 
Disadari bahwa pemeliharaan semut rangrang di alam banyak kendalanya, yaitu:
  1. Kroto yang dipanen tidak bisa diperkirakan.
  2. Panen kroto sangat tergantung pada kondisi alam.
  3. Faktor musim juga sangat menentukan panen kroto.
  4. Cara panen dengan menggunakan alat tradisional berupa galah dapat merusak sarang.
  5. Semut rangrang yang merasa tidak nyaman pada pohon tersebut karena diambil krotonya, maka akan pindah dan membuat sarang pada pohon lainnya yang lebih tinggi.
Ya memang ada juga sih keuntungannya dengan memelihara semut rangrang di alam, yaitu:
  1. Tanpa memberi pakan dan merawat, kita bisa panen kroto.
  2. Tanpa menyediakan tempat, semut rangrang sudah bisa bersarang sendiri.
  3. Bisa mencari sarang sebanyak-banyaknya di alam.
Karena banyak kelemahannya dari pada keuntungannya, maka cara pemeliharaan kroto di alam sudah tidak efektif lagi. Banyak para pencari kroto yang mulai melakukan uji coba memelihara kroto menggunakan berbagai cara. Salah satunya adalah budidaya kroto menggunakan sarang buatan yang dilakukan di rumah.

Demikian Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional, semoga bermanfaat. Selanjutnya jangan lupa baca juga Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian?

Selamat mencoba, semoga sukses.

Readmore → Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional

Friday, January 2, 2015

Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian?

budidayakrotos.blogspot.com - Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian? - Seperti halnya ternak lainnya, budidaya kroto juga tidak lepas dari sentuhan para pakar serangga, baik di Indonesia maupun di beberapa negara lainnya.

Ternyata yang meneliti tentang teknik budidaya kroto bukan para pakar atau ahli saja, para petani juga telah banyak mengamati dan meneliti tentang perilaku semut rangrang untuk dibudidayakan secara modern, namun mereka tidak menyadarinya, bahwa yang mereka lakukan selama ini bisa dikatakan sebagai penelitian, meskipun tidak dilaporkan secara tertulis.

Apa buktinya bahwa telah dilakukan penelitian tentang budidaya kroto? Sudah banyak buktinya. Bisa kita perhatikan perkembangan budidaya kroto hingga saat ini.

Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian?

Sebelumnya, kroto dihasilkan dari berburu di alam tanpa ada sentuhan atau campur tangan manusia dalam produksinya. Semut rangrang secara alami dan liar memproduksi kroto, sedang manusia hanya menuai hasilnya saja dari sarang daun mereka di alam.

Sekarang ini semut rangrang telah banyak dibudidayakan oleh mereka yang sudah mengetahui caranya terlebih dahulu, sedangkan bagi kita termasuk juga saya, karena baru mengetahui sedikit caranya tentang ternak kroto, maka hingga saat ini masih meraba-raba, masih mencoba-coba, teknik mana yang paling bagus dalam budidaya kroto agar bisa sukses.

Perkembangan teknik budidaya kroto semakin pesat. Jika kita mencari artikel tentang teknik budidaya kroto di internet, maka kita menemukan banyak sekali cara budidaya kroto yang rata-rata ditulis dengan menarik dan menjanjikan.

Cara budidaya kroto tersebut antara lain:
  1. Cara Tradisional
  2. Cara Alami
  3. Cara Modern
  4. Cara Semi Alami
Mengapa saya tulis cara modern dulu baru cara semi alami? Karena terlebih dahulu saya melakukan budidaya kroto secara modern, dan sampai saat ini masih dibilang belum berhasil, oleh karena itu sekarang ini saya sedang mempersiapkan budidaya kroto cara semi alam.
 
Cara-cara budidaya kroto di atas dilakukan atau ditemukan karena beberapa sebab, antara lain adalah:
  1. Dengan mengambil kroto langsung dari alam, pasokan kroto di pasaran sangat terbatas, sehingga harganya sangat mahal.
  2. Mahalnya harga kroto membuat orang berpikir untuk membudidayakannya.
  3. Pengambilan kroto secara liar dari alam akan merusak habitat aslinya, bahkan bisa punah, oleh karena itu para pemburu kroto mulai memikirkan bagaimana supaya bisa ternak semut rangrang.
  4.  Berburu kroto di alam sangat tergantung dengan musim, sehingga harus dipikirkan bagaimana caranya agar semut rangrang bisa diternakkan, sehingga bisa dipanen kapan saja tanpa terpengaruh oleh pergantian musim.
Semakin majunya ilmu pengetahuan, sekarang ini telah banyak ditemukan beberapa cara yang dapat digunakan dalam budidaya kroto seperti di atas. Meskipun telah banyak cara ternak semut rangrang, namun tetap saja pasokan kroto yang ada di pasaran sebagian besar berasal langsung dari alam oleh para pemburu kroto. Mengapa demikian? Karena cara budiday kroto yang benar belum banyak yang tahu, meskipun sudah banyak cara yang disebarluaskan melalui internet, namun kesemua cara tersebut belum tentu merupakan cara yang paling tepat, nyatanya masih banyak pembudidaya kroto yang kebingungan karena menemui banyak kendala ketika melakukannya.

Setiap orang memiliki cara ternak kroto sendiri-sendiri. Setiap cara tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk itu perlu dilakukan uji coba untuk mempraktekkan beberapa cara di atas, lalu kemudian pilih salah satu cara yang dianggap paling menguntungkan.

Kita pilih cara yang paling sesuai dengan kondisi kita masing-masing, sambil terus belajar dengan mengamati dan meneliti semua perilaku semut rangrang. Semakin kita mengenalnya, maka semakin mudah kita untuk merawatnya, semakin baik dan tepat cara perawatannya, maka semakin dekat kita dengan kesuksesan.

Demikian Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian? Semoga bermanfaat. Jangn lupa untuk membaca Peluang Sukses Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar.

Selamat mencoba, semoga sukses, dan tetap semangat.
Readmore → Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian?

Bibit Semut Rangrang Satu Pohon Diambil dengan Waktu Berbeda Bisa Perang?

budidayakrotos.blogspot.com - Bibit Semut Rangrang Satu Pohon Diambil dengan Waktu Berbeda Bisa Perang? - Selamat tahun baru saya ucapkan kepada semua pembaca blog ini. Semoga di tahun 2015 ini budidaya kroto yang kita lakukan semakin sukses.

Pagi ini tanggal 2 Januari 2015, ketika membuka blog saya, ada sebuah komentar yang ditulis oleh Kang +Maman Sukarman pada postingan saya terdahulu yang berjudul Cara Memperbanyak Sarang Kroto yang komentarnya sebagai berikut:

Gan saya pernah ambil langsung semut rangrang dari alam.
1 bulan kemudian saya ambil lagi masih pada 1 pohon yang sama.
Kalau saya tempatkan dalam 1 rak basa perang gak?

Pendapat saya menanggapi pertanyaan Kang Maman adalah sebagai berikut:

Bibit Semut Rangrang Satu Pohon Diambil dengan Waktu Berbeda Bisa Perang?

Mas +Maman Sukarman terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Terima kasih juga atas komentarnya. komentar dari pembaca baik saran, nasehat, kritik, ataupun pertanyaan akan sangat bermanfaat buat saya dan para pembaca lain.

Menurut saya, sebaiknya bibit semut rangrang yang diambil dalam waktu yang berbeda, apalagi terpaut cukup lama, walaupun dari pohon yang sama, lebih baik dipisah penempatannya. Meskipun diambil dari pohon yang sama, semut rangrang yang terdahulu telah beradaptasi dengan sarang buatan yang baru, sehingga kemungkinan sudah tidak dikenali lagi oleh semut rangrang lama sebagai saudaranya.

Semut rangrang yang baru diambil dari alam, menurut analisa saya masih kental dengan bau lingkungan pohonnya, aroma dedaunan sebagai sarangnya di alam akan terbawa, sehingga akan tidak dikenali oleh semut rangrang yang telah lama menempati sarang buatan di rak budidaya kroto.

Sebaliknya, semut rangrang yang telah lama menempati sarang buatan, maka aroma alaminya telah berubah, karena lingkungan dan makanannya sudah berbeda dengan habitat aslinya di alam. Dikhawatirkan, karena mereka tidak saling mengenal, maka semut rangrang lama akan mempertahankan daerahnya di rak budidaya, sementara semut rangrang yang baru akan berusaha merebutnya sebagai tempat bersarangnya yang baru.

Jika terpaksa harus ditempatkan dalam satu rak, sebaiknya diberi pembatas dulu. Suya juga terkadang harus menempatkan semut rangrang yang berbeda asalnya dalam satu rak, ya karena keterbatasan modal untuk membuat rak baru.

Misalnya semut rangrang yang lama ada di rak bagian bawah, kemudian semut rangrang yang baru kita letakkan di rak bagian atasnya yang masih kosong, nah pada kaki antar rak tersebut, bisa kita oleskan paslin, supaya mereka tidak langsung bisa menyeberang, baik yang dari bawah ke atas, atau sebaliknya.

Nanti lama-lama mereka akan bisa menyesuaikan diri dan dimungkinkan akan saling mengenali sebagai tetangganya.

Belum lama ini say juga melakukan hal seperti itu, dan Alhamdulillah, dalam 3 hari mereka (semut rangrang) sudah saling memahami dan akhirnya bersatu tanpa adanya perebutan kekuasaan sarang.

Demikian pendapat saya tentang masalah yang dialami Kang Maman. Semoga bisa membantu.

Jika ada pembaca lain yang memiliki pengalaman dan tips yang lebih baik, silahkan corat-coret. Saya akan sangat berterima kasih.

Demikian BIbit Semut Rangrang Satu Pohon Diambil dengan Waktu Berbeda Bisa Perang? Semoga bermanfaat. Jangan lupa baca juga Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi.

Selamat mencoba, semoga sukses.
Readmore → Bibit Semut Rangrang Satu Pohon Diambil dengan Waktu Berbeda Bisa Perang?

Sunday, December 28, 2014

Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi

Budidaya Korot - Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi - Pada tanggal 25 Desember 2014 ada komentar dari Mba' +ayu karmilah , yaitu: Semutku mati semua dalam semalam.saat saya buka ternyata kroto n semut yg saya ambil Dari alam n saya masukan ke toples,mereka lembab n bawah n mati
Pada postingan:

Katanya lembab, lembabnya kenapa? Mba +AYU KARMILAH tidak menjelaskan.

Selama saya mencoba budidaya kroto, semut rangrang dapat beradaptasi dengan cepat ketika saya mesukkan ke dalam sarang toples.

Cara sederhana saya memasukkan atau memindahkan semut rangrang ke dalam sarang toples agar cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya adalah sebagai berikut:

Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi
  1. Sarang dari alam saya ambil kemudian dimasukkan ke dalam karung.
  2. Ikat karung rapat-rapat dan segera bawa pulang.
  3. Sebelumnya saya sudah menyiapkan rak dan sarang toples baru yang belum ada semut rangrangnya.
  4. Sampai di rumah, lumuri tangan dengan tepung tapoika (bahasa Jawanya KANJI) agar semut rangrang tidak dapat merambat ke tangan ketika kita memindahkan sarang ke rak karena licin oleh tepung kanji.
  5. Keluarkan sarang daun dari karung, tempatkan pada rak budidaya yang sudah ada sarang toplesnya.
  6. Buang semua daun sarang alam agar semut rangrang cepat menempatkan diri ke dalam sarang toples.
  7. Biarkan semut rangrang dan kroto berserakan di rak dan di atas toples, setelah semut rangrang menemukan toples yang dianggap aman, maka segera kroto diangkut ke dalam toples sebagai sarang baru.
  8. Beri makan dan minum.
  9. Selesai (dalam 1 x 24 jam mudah-mudahan semut rangrang dan krotonya sudah bersarang pada toples.
Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi
SarangSemut rangrang dan kroto biasanya menempel pada salah satu atau dua helai daun dari sarang daun tersebut.

Lakukan pemindahan dengan hati-hati dan lembut agar kroto (larva dan pupa) tidak pecah. Biasanya semut rangrang akan melindungi kroto dengan mati-matian dan menyerang kita, namun itu bisa diatasi dengan tepung kanji.

Lepaskan semut rangrang dan kroto yang menempel pada daun dengan ujung jari kita secara pelan-pelan.

Agar lebih cepat beradaptasi, maka langsung masukkan saja kroto dan semut rangrang langsung ke dalam toples hati-hati.

Setelah sebagian besar semut rangrang dan kroto berada di dalam toples, segera balik toples dan tempatkan di rak budidaya.

Tentu saja semut rangrang dan kroto akan berada di dasar rak, biarkan saja, masih ada beberapa kroto yang menempel di toples, dan itu akan memancing semut rangrang untuk menempatkan kroto lainnya di dalam toples tersebut.

Mohon maaf jika penjelasannya muter-muter dan kurang jelas. Jika masih bingung, silahkan tulis di kotak komentar di bawah.

Demikian Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi, semoga bermanfaat. Selanjutnya baca juga Cara Memperbanyak Sarang Kroto.

Selamat mencoba, semoga sukses.
Readmore → Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi

Tuesday, December 23, 2014

Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam - Setelah daun sarang dari alam dibuang semua, mulai terlihat penghuninya, yaitu semut rangrang dan kroto (larva dan pupa). Selain itu ada juga semut rangrang jantan muda (menurut saya) yang jumlahnya lumayan banyak, mungkin Desember 2014 ini sedang musim lahir semut rangrang jantan.

Penampakannya berbeda dengan semut rangrang pada umunya. Kalau dari ukuran sama dengan ukuran semut prajurit, namun warnanya yang berbeda.

Ciri-cirinya sebagai berikut:
  1. Bersayap
  2. warna tubuh hitam
  3. ukuran sama dengan semut prajurit
  4. tidak ganas (tidak menggigit)
  5. gerakannya lambat (mungkin karena masih muda)
Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam

Sarang yang saya ambil ini letaknya sekitar 10 meter dari tanah, berada pada pohon popoan (Jawa) yang daunnya mirip daun mangga. Sementara itu masih ada sarang pusat yang kelihatannya sangat padat penghuninya. Sarangnya besar dan memerah yang menandakan banyak penghuninya, tapi sayangnya letaknya terlalu tinggi (20 meter) , berada pada pucuk pohon dan batangnya kecil sehingga saya tidak berani memanjatnya.

Sarang tersebut dipenuhi semut jantan. Mana ratunya? Sepertinya ratu berada pada sarang yang dipucuk pohon. Saya berencana mau menebang pohonnya agar bisa mengambil sarang pusatnya, dan mudah-mudahan ada ratunya.

Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam

Uji coba budidaya kali ini saya lakukan dengan metode baru, yaitu semi alam. Kalau sebelumnya, rak budidaya saya letakkan di dalam rumah dekat meja kerja saya, sehingga setiap hari terganggu oleh aktivitas saya. Untuk itu saya mencoba metode baru, mudah-mudahan berhasil.

Postingan selanjutnya masih tentang berburu bibit baru dari alam.

Demikian Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam, semoga bermanfaat.
Readmore → Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam

Monday, December 22, 2014

Berburu Sarang Baru untuk Budidaya Kroto Semi Alam

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Berburu Sarang Baru untuk Budidaya Kroto Semi Alam - Hari ini saya mendapatkan telpon dari teman. Katanya ada temannya yang ingin belajar ternak semut rangrang dan saya diminta untuk melatihnya. Woow, memangnya saya pelatih? Malu jadinya, saya aja masih belajar, dikiranya sudah sukses.

Tapi tidak apa, nanti kita belajar bersama, itu jawaban saya. Kagetnya lagi, katanya yang mau berlatih budidaya kroto itu sebuah kelompok tani, banyak orang bukan cuma satu orang. Waduh, gimana ya? Gak apa-apalah, itung-itung nambah teman dan belajar bersama.

Setelah mendapat telepon itu, kemudian saya tergerak akan rencana yang belum saya lakukan, yaitu budidaya kroto semi alam.

Selama ini saya belajar budidaya kroto dengan media sarang toples. Hingga hari ini belum bisa dikatakan berhasil. Suatu ketika saya membaca di internet ada yang jual buku budidaya kroto cara semi alam. Saya penasaran dan membeli buku itu.

Setelah saya baca dan pahami, masuk akal juga buku itu. Semut rangrang belum bisa sepenuhnya ditaklukkan untuk dibudidaya dengan media buatan seperti misalnya toples. Cara semi alam akan lebih baik dari pada cara modern menggunakan sarang toples.

Berburu Sarang Baru untuk Budidaya Kroto Semi Alam

Memang agak sedikit ribet sih, kita mesti memiliki sedikit lahan pekarangan yang akan kita tanami tanaman untuk areal mencari makan semut rangrang. Sedangkan tempat budidayanya masih mengadopsi cara budidaya kroto modern.

Tentang tips dan trikternak semut rangrang semi alam akan saya tulis selengkapnya nanti setelah semua data dan foto terkumpul.

Sekarang saya mau cerita tentang berburu bibit dari alam.

Tadi sekitar pukul 15.00 WIB (22-12-2014) saya teringat ada satu pohon di pekarangan orang tua saya yang ada sarang semut rangrangnya. Harap-harap cemas, masih ada apa sudah dipanen para pemburu kroto.

Tida di pekarangan, alhamdulillah sarang masih utuh, tandanya belum terjaman oleh para pemburu kroto di alam.

Segera saya naik ke pohon itu dan saya potong cabang yang ada sarangnya. Setelah sampai di atas, ternyata di pucuk pohon itu ada sarang utama yang besar dan berisi banyak semut rangrang, itu terlihat dari warnanya, sarang merah membara, tandanya semut rangrang anggota koloni itu cukup banyak.

Namun sementara saya baru bisa mengambil sarang yang ada di cabang dan sarang pusat akan saya ambil besok lagi. Tidak lupa saya berpesan pada saudara saya yang tinggal dekat dengan pekarangan itu untuk menjaga dan melarang siapa saja yang mau mengambil krotonya.

Bibit semut rangrang dari alam itu kemudian saya pindahkan ke rak budidaya. Seperti biasa, saya meletakkan ranting dan daun yang berisi penuh dengan semut rangrang di atas rak budidaya. Kemudian sedikit demi sedikit daun saya potong dan buang.

Karena waktu sudah terlalu sore dan sudah agak gelap, maka saya putuskan untuk melanjutkannya besok pagi saja.

Foto di atas saya ambil pada malam hari, iseng-iseng melihat tingkah laku semut rangrang pada malam hari.

Sedikit tentang budidaya semi alam:
  1. Budidaya tetap dilakukan pada rak dengan toples sebagai sarangnya.
  2. Tanaman sayuran (kangkung, cabe, terong, dll) sebagai media untuk semut rangrang mencari makan.
  3. Sekeliling tanaman sayur harus diberi parit kecil berisi air agar semut rangrang tidak kabur.
  4. Rak budidaya tetap diletakkan di ruang tertutup, kemudian diberi jembatan ke tanaman sayuran agar semut rangrang bisa keluar mencari makan dan pada malam hari diharapkan semut rangrang akan kembali menempati sarang toples.
Ok, sekian dulu, besok akan saya tulis semuanya tentang budidaya semut rangrang metode semi alam. Selamat mencoba, semoga sukses.
Readmore → Berburu Sarang Baru untuk Budidaya Kroto Semi Alam

Sunday, December 21, 2014

Peluang Sukses Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar

budidayakrotos.blogspot.com - Peluang Sukses Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar - Meski banyak orang tahu bahwa kroto adalah pakan ternak berkualitas yang mahal harganya, namun masih belum banyak yang mau mencobanya, alasanya belum yakin kalau semut rangrang bisa diternak. Dari sekian orang yang telah mencobanyapun, ternyata hasilnya gagal. Termasuk saya sendiri hingga saat ini masih terus melakukan ujicoba agar bisa sukses budidaya kroto. Entah apa penyebab kegagalan itu? Mungkin minimnya ilmu dan cara budidaya kroto yang kita ketahui.

Hal tersebut sebenarnya memberikan peluang yang sangat bagus, karena belum banyak orang yang berhasil dalam ternak semut rangrang.

Berikut ini beberapa alasan bahwa, Peluang Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar:

Peluang Sukses Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar
  1. Sarang semut rangrang semakin sedikit di alam, sehingga pasokan kroto di pasar sangat kurang.
  2. Para pecinta burung kicauan semakin banyak hingga ke pelosok pedesaan, sehingga permintaan kroto semakin meningkat.
  3. Belum banyak yang berhasil melakukan budidaya kroto, sehingga persaingan bisa dikatakan tidak ada.
  4. Yang saya tahu, bahwa tidak hama dan penyakit pada ternak semut rangrang, sehingga jika kita mengetahui teknik budidayanya yang tepat, kemungkinan sukses akan sangat besar.
  5. Tidak seperti ternak hewan lainnya yang membutuhkan banyak tempat, waktu, dan tenaga dalam perawatannya, budidaya semut rangrang tergolong mudah dilakukan.
  6. Jika sudah berjalan, ternak kroto tidak membutuhkan banyak biaya, terutama untuk pakan seperti ternak lainnya. Hal ini karena pakan ternak semut rangrang mudah kita dapatkan dengan gratis di sekitar kita.
  7. Masyarakat mulai menyadari pentingnya kehadiran semut rangrang di pohon, sehingga mereka melarang pengambilan kroto dari alam.
  8. Kendala sebuah usaha budidaya atau ternak biasanya terletak pada pemasaran, namun tidak demikian dengan ternak semut rangrang. Pasar terbuka sangat lebar, karena pasokan lebih sedikit dan permintaan jauh lebih banyak. Hal itu juga yang menyebabkan harga kroto semakin membumbung tinggi.
  9. Faktor alam juga sangat berpengaruh terhadap usaha budidaya kroto, yaitu ketika alam tidak bersahabat, misalnya pada musim hujan, pasokan kroto dari alam akan sangat kurang, sehingga memberikan peluang bagus bagi para peternak kroto.
  10. Satu hal yang baru terpikirkan adalah bahwa budidaya kroto bisa kita gabungkan dengan budidaya sayuran organik. Semacam simbiosis mutualisma, yaitu hubungan saling menguntungkan. Semut rangrang mendapatkan makanan dan tanaman sayuran terbebas dari hama. Toh akhirnya kita juga yang double untung. Apa itu? Budidaya semut rangrang semi alam dengan media toples dan tanaman sayuran.
Alasan yang ke-10 akan saya tulis lebih lengkap pada postingan mendatang, setelah saya terapkan cara budidaya kroto tersebut.
Jangan lupa baca juga:

NB:
Bagi para pembudidaya kroto pemula, mari saling berbagi ilmu untuk kesuksesan bersama dengan berkomentar pada kolom komentar di blog ini.
Readmore → Peluang Sukses Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar