Thursday, January 15, 2015

Jangan Memasukkan Pakan Semut Rangrang Langsung ke dalam Sarang Toples

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Jangan Memasukkan Pakan Semut Rangrang Langsung ke dalam Sarang Toples - Berikut komentar dari Mba +ayu karmilah. Saya memberi makan semut rangrang dengan potongan-potongan ceker ayam mentah. Saya masukkan ke dalam toples secara langsung. Esoknya semua semut rangrang yang di toples tersebut mati. Ceker membusuk dan menimbulkan bau tak sedap. Yang cuma diletakkan di luar toples, ceker utuh dan semut selamat. Nyesellll pol.

Waduh kasihan, namun jangan berkecil hati, jadilah manusia sakti, cerdas, tabah, kreatif, dan pantang menyerah, jadikan semua itu sebagai pelajaran yang memang mahal harganya.
 
Tanggapan saya atas komentar tersebut adalah sebagai berikut:
 
Mba Ayu Karmila, waduh, saya turut prihatin, jangan menyerah, coba lagi mencari bibit baru. Pemberian pakan seharusnya jangan langsung ke dalam toples, karena akan mengganggu semut rangrang. Semut rangrang yang terganggu akan stress dan produksinya akan menurun.

Jangan Memasukkan Pakan Semut Rangrang Langsung ke dalam Sarang Toples

Sebaiknya pakan yang kita berikan adalah sebagai berikut:
  1. jangan memasukkan pakan secara langsung ke dalam sarang toples, semut rangrang sendiri yang akan membawa masuk pakannya ke dalam sarang untuk menyediakan santapan bagi para ratu dan semut perawat.
  2. dalam keadaan hidup agar semut rangrang tertarik, karena insting semut rangrang akan menyerang apa saja yang bergerak.
  3. bentuknya kecil, misalnya ulat daun, ulat hongkong, jangkrik, atau paling besar ya cicak.
  4. letakkan pada tempat yang tetap, agar semut rangrang mudah menemukannya. Sebenarnya di manapun letaknya, semut rangrang tetap akan bisa menemukannya, karena tingkat penjelajahan semut rangrang sangat luas dalam mencari makan.
  5. agar sisa pakan tidak menimbulkan bau tak sedap, sebaiknya pemberian pakan dilakukan dalam jumlah kecil, misal cukup untuk satu hari saja, kecuali waktu tertentu, mungkin jika akan kita tinggal beberapa hari, baru boleh berikan pakan lebih banyak.
Jangan Memasukkan Pakan Semut Rangrang Langsung ke dalam Sarang Toples

Tentang pakan semut rangrang lainnya silahkan baca yang berikut ini:
  1. 10 Cara Pemberian Kroto sebagai Pakan Burung Ocehan yang Harus Kita ketahui
  2. Syarat Pakan Semut Rangrang Baik
  3. Jenis Pakan Disukai Semut Rangrang
Demikian informasi tentang Jangan Memasukkan Pakan Semut Rangrang Langsung ke dalam Sarang Toples, semoga bermanfaat.
 
Selamat mencoba semoga sukses.
Readmore → Jangan Memasukkan Pakan Semut Rangrang Langsung ke dalam Sarang Toples

Friday, January 9, 2015

Semut Rangrang Membutuhkan Tempat yang Nyaman untuk Berkembang Biak

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Semut Rangrang Membutuhkan Tempat yang Nyaman untuk Berkembang Biak - Sama seperti makhluk lainnya, semut rangrang juga memerlukan tempat tinggal yang nyaman untuk dapat hidup dan berkembang biak dengan baik.

Kenyamanan hidup semut rangrang merupakan langkah awal keberhasilan budidaya kroto. Setelah merasa nyaman, maka semut rangrang akan dapat menikmati makanannya dengan baik, sehingga berguna untuk kesehatan tubuhnya untuk melakukan segala aktivitasnya dalam memproduksi kroto.

Di alam, sering kita temui sarang semut rangrang yang besar dan kecil. Biasanya sarang yang besar berada di pucuk pohon, namun sarang yang kecil tersebar di cabang dan ranting pohon.

Sarang daun semut rangrang jika kita perhatikan di dalamnya terdiri dari kamar-kamar kecil yang tersusun rapi menggunakan helaian daun yang dirajut menggunakan benang putih yang kuat yang diambil dari pupa.

Semut Rangrang Membutuhkan Tempat yang Nyaman untuk Berkembang Biak

Meski dari luar, sarang terlihat besar, namun ternyata di dalam tersusun dari ruang-ruangan sempit.

Hal ini juga telah dibuktikan oleh beberapa penelitian luar negeri oleh para ahli serangga. Misalnya di Australia ada seseorang yang memelihara semut rangrang menggunakan tabung kaca ukuran kecil, sebesar ibu jari orang dewasa. Meski di dalam ruangan yang sempit, semut rangrang tetap bisa berkembang biak.

Dari percobaan yang dilakukan orang Australia tersebut terbukti bahwa semut rangrang membutuhkan tempat tinggal yang nyaman untuk dapat berkembang biak dengan baik. Tempat yang disukai semut rangrang adalah tempat yang sempit. Semakin sempit sarang, maka akan semakin cepat semut rangrang berkebang biak.

Ada semacam insting yang memicu semangat semut rangrang untuk berkembang biak jika tinggal di tempat yang sempit, yaitu keinginan untuk membuat sarang baru ketika sarang telah terisi penuh oleh anggota koloni. Dengan demikian ada unsur perlombaan untuk berkembang biak dari satu koloni ke koloni lainnya.

Sarang sempit yang kami sarankan adalah menggunakan botol bekas air mineral, baik yang 1 liter maupun yang lebih kecil lagi.

Botol bekas bisa kita letakkan berdiri dengan bantuan penopang ataupun kita letakkan tertidur disusun rapi. Untuk mengetahui selengkapnya tentang sarang yang sempit bisa kita baca pada Inilah Sarang erbaik untuk Sukses Budidaya Kroto.

Selamat mecoba, semoga sukses.
Readmore → Semut Rangrang Membutuhkan Tempat yang Nyaman untuk Berkembang Biak

Inilah Sarang Terbaik untuk Sukses Budidaya Kroto

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Inilah Sarang Terbaik untuk Sukses Budidaya Kroto - Dalam budidaya kroto cara modern, kita harus menyediakan sarang buatan. Umumnya para pembudidaya kroto menggunakan toples sebagai sarang buatan karena memiliki banyak keuntungan yang salah satunya adalah mudah dalam mengontrolnya.

Selain toples, ternyata paralon juga merupakan sarang buatan yang sangat bagus sebagai media budidaya kroto karena semut rangrang akan merasa nyaman tinggal di dalamnya karena tidak begitu terang. Namun menggunakan paralon sebagai sarang memiliki kekurangan, yaitu kita tidak bisa mengontrol produktivitas semut rangrang dalam menghasilkan kroto.

Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa toples transparan masih lebih baik dibanding paralaon. Namun tidak semua toples dapat menjadi sarang buatan yang baik bagi semut rangrang. Lalu toples yang bagaiman yang paling tepat sebagai sarang semut rangrang?

Sarang buatan terbaik untuk sukses dalam budidaya kroto adalah wadah yang sempit. Semakin sempit sebuah wadah maka akan semakin bagus sebagai sarang kroto.

Berikut ini 2 wadah pilihan terbaik yang bisa kita gunakan sebagai sarang budidaya kroto:
  1. Toples bekas sosis
  2. Botol bekas air mineral
Kedua benda tersebut transparan, sehingga sangat baik sebagai sarang budidaya kroto dari segi pengontrolannya.

Toples bekas sosis ukurannya tidak terlalu besar, sehingga semut rangrang sangat menyukainya. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa pembudidaya kroto di beberapa wilayah di Indonesia, misalnya di Kota Bogor (alamatnya silahkan cari di internet).
 
Inilah Sarang Terbaik untuk Sukses Budidaya Kroto
 
Gambar di atas menunjukkan bahwa dari beberapa toples yang saya tempatkan di rak, semut rangrang lebih memilih toples sosiz yang kecil sebagai tempatnya bernaung.
 
Untuk cara membuat sarang dari toples bisa kita baca pada Cara Membuat Sarang Budidaya Kroto.

Botol bekas air mineral, baik yang besar (ukuran 1 liter) maupun yang kecil sama baiknya karena tergolong sempit ruangan dalamnya. Hal ini telah dibuktikan oleh peternak kroto di Kabupaten Kebumen yang alamat pastinya saya kurang tahu meskipun saya juga tinggal di Kebumen. Saya memperoleh informasinya dari video di internet tentang panen kroto. Peternak kroto tersebut mengunggah cara panen kroto dengan media botol bekas air mineral.
 
Demikian Sarang Terbaik untuk Sukses Budidaya Kroto, semoga bisa membantu, jangan lupa baca juga Mengapa Semut Rangrang Membuat Sarang pada Daun yang Muda.

Selamat mencoba tips-tips saya berdasarkan pengalaman sendiri dan beberapa pengalaman peternak lain, semoga sukses selalu menyertai kita semua, Amiin.
Readmore → Inilah Sarang Terbaik untuk Sukses Budidaya Kroto

Wednesday, January 7, 2015

Mengapa Semut Rangrang Membuat Sarang pada Daun yang Muda

 BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Mengapa Semut Rangrang Membuat Sarang pada Daun yang Muda - Untuk sukses dalam budidaya kroto kita harus mengetahui semua seluk beluk semut rangrang, misalnya cara hidup, makanan, minuman, kebiasaan, sifat-sifatnya, dan semua yang dilakukan oleh semut rangrang dalam hidupnya, termasuk juga kebiasaan semut rangrang membuat sarang dipucuk pohon pada daun yang muda.

Jika kita perhatikan di alam, sarang semut rangrang selalu berada pada pucuk, baik pucuk pohon maupun pucuk cabang dan ranting pohon. Mengapa demikian? Ada beberapa alasan yang dapat kita temukan, di antaranya adalah sebagai berikut:

Mengapa Semut Rangrang Membuat Sarang pada Daun yang Muda
  1. Daun muda teksturnya masih lembut sehingga akan mudah ditarik untuk dibentuk menjadi sarang.
  2. Daun muda pada suatu pohon biasanya menjadi sasaran hama tanaman yang merupakan makanan alami semut rangrang. Sehingga makanan semut rangrang di alam akan datang sendiri menghampiri sarang di pucuk pohon.
  3. Dengan menggunakan daun muda sebagai sarang, maka semut rangrang memiliki waktu yang lama dalam menguhi sarang tersebut sebelum daun menjadi tua dan mengering.
  4. Satu lagi alasan mengapa semut rangrang suka membuat sarang pada daun yang masih muda di pucuk pohon, adalah agar tidak mudah dijangkau musuhnya (salah satunya para pemburu kroto).
Dari 4 alasan tersebut, kita berharap dapat membuat kondisi rak dan sarang budidaya kroto mendekati habitat aslinya, sehingga kenyemanan semut rangrang dalam menghuni darang buatan akan terpenuhi, dan pada akhirnya akan mampu berproduksi secara maksimal dalam menghasilkan kroto super.

Terkadang kita melupakan atau tidak memperhatikan hal-hal kecil semacam itu, padahal terkadang hal-hal kecil bisa sangat menentukan keberhasilan sebuah usaha.

Demikian alasan mengapa semut rangrang biasanya membuat sarang di alam pada pucuk daun yang masih muda di pucuk pohon ataupun dicabang, semoga bermanfaat, jangan lupa baca juga Berapa Lama Adaptasi Semut Rangrang dari Alam ke Sarang Toples?

Selamat mencoba budidaya semut rangrang, semoga sukses.
Readmore → Mengapa Semut Rangrang Membuat Sarang pada Daun yang Muda

Berapa Lama Adaptasi Semut Rangrang dari Alam ke Sarang Toples?

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Berapa Lama Adaptasi Semut Rangrang dari Alam ke Sarang Toples? - Adaptasi semut rangrang pada media budidaya sangat menentukan keberhasilan budidaya kroto. Ketika semut rangrang telah beradaptasi dengan lingkungan barunya, maka segala aktivitas semut rangrang baik untuk mencari makan atau berproduksi akan berjalan normal.

Oleh sebab itu sangatlah penting membuat semut rangrang agar cepat beradaptasi pada lingkungan barunya, yaitu pada rak budidaya dan sarang toples.

Ada beberapa pertanyaan yang menanyakan berapa lama semut rangrang dapat beradaptasi dari alam ke lingkungan barunya di rak budidaya dan sarang toples? Adaptasi akan cepat terjadi jika semut rangrang cepat merasa nyaman. Bagaimana semut rangrang bisa merasa nyaman, kalau dipaksa untuk tinggal di lingkungan barunya yang sangat asing?

Berapa Lama Adaptasi Semut Rangrang dari Alam ke Sarang Toples?

Memang sulit jika kita pikirkan, sangat sulit bagi semut rangrang untuk beradaptasi, oleh karena itu harus ditempuh dengan cara sedikit pemaksaan atau keterpaksaan, karena tidak ada pilihan lain.

Maksudnya, kita harus membuat kondisi yang terpaksa, sehingga semut rangrang akan berusaha untuk segera beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Caranya adalah dengan membuang semua daun dari sarang alam.

Ketika kita memindahkan bibit dari alam ke rak, maka langkah awalnya adalah mengambil sarang daun dari alam dan kita bawa pulang untuk ditempatkan pada rak budidaya pada sarang baru berupa toples.

Agar semut rangrang segera menempati sarang barunya, yaitu sarang toples, maka kita harus membuang semua daun sarang alam, sehingga semut rangrang tidak punya pilihan lain selain menempati toples sebagai sarang barunya. Karena semut rangrang harus segera menempatkan kroto yang berupa telur, larva, dan pupa dari sarang alam agar tidak mati atau rusak.

Berapa Lama Adaptasi Semut Rangrang dari Alam ke Sarang Toples?

Biasanya, semut rangrang yang baru dipindahkan dari sarang alam ke sarang toples akan sibuk mengangkut kroto ke dalam sarang yang baru, yaitu sarang toples, sehingga tidak terpikirkan olehnya untuk makan atau minum, meskipun pada saat itu kita sediakan makanan dan minuman yang lezat. Hal itu menandakan bahwa semut rangrang belum beradaptasi atau masih dalam proses adaptasi.

Setelah semua kroto (telur, larva, dan pupa) terangkut dan diletakkan dalam sarang toples, semut rangrang akan berusaha mencari jalan keluar dari rak budidaya terlebih dahulu. Jika segala daya dan upaya menemukan jalan keluar tidak berhasil, maka semut rangrang akan mulai putus asa, dan akhirnya menerima sarang toples menjadi sarang barunya, meski dengan terpaksa.

Nah pada saat itu, semut rangrang akan mulai melupakan usahanya untuk mencari jalan keluar, dengan mulai melirik makanan dan minuman yang kita sediakan.

Jika semut rangrang sudah mulai mau mencicipi apa yang kita sediakan, itu tandanya semut rangrang sudah mulai dapat beradaptasi pada lingkungan barunya.

Jawaban dari pertanyaan di atas yang berbunyi sudah Berapa Lama Adaptasi Semut Rangrang dari Alam ke Sarang Toples? adalah 3 sampai 5 jam. Semakin nyaman kondisi rak yang kita sediakan, akan semakin cepat pula adaptasi semut rangrang.

Biasanya, minggu-minggu pertama, semut rangrang akan mengitari rak budidaya untuk mencari lokasi paling nyaman, jika dirasa ada toples yang lebih nyaman dari yang mereka tempati sekarang ini, maka semut rangrang akan mengajak temannya untuk memindahkan semua anggota koloni ke sarang toples tersebut. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada, jangan sampai ada media atau benda apapun yang menjembatani semut rangrang untuk kabur keluar dari rak budidaya.

Demikian Berapa Lama Adaptasi Semut Rangrang dari Alam ke Sarang Toples? semoga bermanfaat, dan jangan lupa baca juga Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi.

Selamat mencoba, semoga sukses.
Readmore → Berapa Lama Adaptasi Semut Rangrang dari Alam ke Sarang Toples?

Sunday, January 4, 2015

Budidaya Kroto Usaha Sampingan Menjadi Penghasilan Utama

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Budidaya Kroto Usaha Sampingan Menjadi Penghasilan Utama - Awalnya budidaya kroto adalah sebuah usaha sampingan untuk menambah penghasilan bagi para pencari kroto di alam, para penjual burung ocehan, maupun bagi para hobiis burung kicauan. Dengan ditemukannya cara budidaya kroto baru menggunakan toples, bambu, atau paralon, maka usaha sampingan ini bisa berubah menjadi usaha utama.

Apalagi didukung dengan harga kroto yang kian hari kian melonjak karena ketersediaanya yang sangat kurang, lebih lagi permintaan pasar terus meningkat. Seperti ilmu ekonomi saja, jika permintaan pasar naik maka harga naik pula.

Bagaimana permintaan bisa turun, kalau pasokannya sangat kurang. Pasokan kurang karena memang keberadaan kroto di alam sudah sangat menipis. Kondisi ini dijadikan peluang usaha yang sangat menjanjikan, yaitu budidaya kroto.

Budidaya Kroto Usaha Sampingan Menjadi Penghasilan Utama

Budidaya kroto telah banyak dilakukan secara profesional, yaitu dengan memanfaatkan barang bekas, seperti toples. Semut rangrang ditempatkan pada sebuah rak yang di dalamnya sudah disediakan beberapa toples yang telah dilobangi sebagai sarang buatan.

Kaki rak juga diberi pelindung air dalam wadah, sehingga semut rangrang tidak bisa keluar. Dalam usaha budidaya seperti ini sepenuhnya ditangani oleh kita sebagai pembudidayanya. Semut rangrang seperti dimanja, mulai dari naungan, sarang, pakan, hingga minuman, semuanya kita yang menyediakannya.

Semut rangrang hidup selamanya di lingkungan rak, sehingga tidak mengenal pohon sebagai habitat aslinya. Awalnya banyak yang ragu, benarkah semut rangrang bisa berkembang biak dengan kondisi seperti itu?

Budidaya Kroto Usaha Sampingan Menjadi Penghasilan Utama

Sebelum menggunakan toples yang transparan, pernah dilakukan budidaya menggunakan media bambu dan paralon yang tidak tembus pandang, dengan tujuan agar semut rangrang tidak merasa terganggu oleh sekelilingnya. Karena dirasakan memiliki kelemahan, karena tidak bisa terkontrol perkembangannya, sehingga sarang buatan dirubah menggunakan toples.

Jika ingin menjadikan budidaya kroto sebagai penghasilan utama, maka syaratnya adalah, kita harus memiliki koloni yang banyak. Kita harus membuat sarang toples sebanyak-banyaknya. Dengan demikian bibitnyapun harus banyak pula.

Bibit semut rangrang bisa kita beli dari peternak lain, namun jika dalam jumlah yang banyak, modal yang harus kita keluarkan juga sangat banyak. Oleh karena itu disarankan untuk mencari bibit langsung dari alam sebanyak-banyaknya.

Pepohonan yang biasanya dihuni semut rangrang di daerah saya seperti pohon:
  1. mangga
  2. jambu
  3. laban
  4. pace/mengkudu
  5. kelapa
  6. dan pohon pagar
Budidaya Kroto Usaha Sampingan Menjadi Penghasilan Utama

Biasanya bibit yang kita ambil dari alam sudah terdapat ratu semut. Dalam satu pohon besar, biasanya terdapat beberapa sarang semut rangrang. Ratu semut biasanya berada pada sarang pusat yang paling besar yang berada di pucuk pohon, sedang sarang-sarang lainnya yang tersebar di beberapa cabang merupakan sarang satelit yang dihuni oleh para pekerja dan prajurit yang bertugas menjaga keamanan dan mengumpulkan persediaan pakan. Sarang satelut juga digunakan untuk membesarkan telur-telur dari ratu semut.

Jika kita telah memperoleh bibit dari alam atau membeli, segera dilakukan pemindahan bibit semut rangrang ke dalam toples agar cepat beradaptasi pada rak budidaya. Selanjutnya tinggal dilakukan perawatan, berupa pemberian makanan dan minuman, menjaga kebersihan rak, menghalau hama dan pengganggu, dan pemanenan kroto.

Dengan melakukan budidaya kroto yang demikian, hasilnya sudah bisa dikalkulasi. Panen kroto bisa kita rencakan, biasanya satu bulan setelah penempatan bibit semut rangrang di rak, sudah terlihat banyak kroto yang menempel pada bagian atas rak, itu tandanya waktu panen sudah tiba.

Teknik pemanenan juga sangat mempengaruhi kelangsungan hidup semut rangrang. Cara pemanenan yang tepat dapat menjaga kelangsungan hidup dan produksi kroto, sehingga kita bisa panen kroto dalam jumlah yang banyak dan terus menerus. Dengan demikian uangpun akan mengalir ke kantong kita secara kontinyu.

Ulasan di atas memberikan gambaran bahwa budidaya kroto sudah bukan usaha sampingan lagi, melainkan sudah menjadi usaha utama dengan penghasilan yang besar.

Demikian Budidaya Kroto Usaha Sampingan Menjadi Penghasilan Utama, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk mambaca juga Mencoba Cara Budidaya Kroto Baru Krotoponik.

Selamat mencoba, semoga sukses.
Readmore → Budidaya Kroto Usaha Sampingan Menjadi Penghasilan Utama

Saturday, January 3, 2015

Mencoba Cara Budidaya Kroto Baru Krotoponik

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Mencoba Cara Budidaya Kroto Baru Krotoponik - Setelah 2 kali mencoba budidaya kroto cara modern belum juga menemui tanda-tanda kesuksesan, kali ini saya ingin mencoba hal baru dalam budidaya kroto. Kami menamainya dengan cara budidaya kroto sistem KROTOPONIK. Aneh kedengarannya, namun perlu kita coba, siapa tahu berhasil.

Apa itu krotoponik,  itu hanya istilah saya aja dalam memberi nama budidaya kroto yang akan dan muali saya lakukan, yaitu budidaya kroto cara modern dengan menggabungkan antara budidaya kroto dengan budidaya sayuran secara hidroponik.

Ide ini saya temukan setelah saya membaca review buku tentang budidaya kroto semi alam, kemudian saya membeli buku itu. Setelah saya baca dan pelajari, semua tips yang ada dalam buku tersebut cukup masuk akal. Saking kepinginnya sukses budidaya kroto, karena Prospek Budidaya Kroto sangat Menguntungkan, maka semua trik akan saya coba.

Mencoba Cara Budidaya Kroto Baru Krotoponik

Semut rangrang belum sepenuhnya bisa dijinakkan. Sifat alaminya tetap melekat, meskipun sudah lama kita pelihara dalam sarang toples. Ketika menemukan jalan keluar, maka semua anggota koloni akan hijran ke tempat baru yang mereka temukan dan anggap aman untuk berkembang biak.

Pada buku itu dijelaskan cara budidaya semi alam, yaitu budidaya kroto cara modern dalam toples yang ditempatkan pada rak budidaya digabungkan dengan budidaya warung hidup di pekarangan rumah.

Mencoba Cara Budidaya Kroto Baru Krotoponik

Semut rangrang tetap bersarang pada toples di dalam rak, namun untuk mencari makan, semut rangrang diberi jembatan penyeberangan menuju tanaman sayuran di pekarangan rumah kita. Tentu saja tanaman tersebut sekelilingnya telah diberi pelindung berupa parit kecil mengelilingi tanaman agar semut rangrang tidak bisa kabur.

Pada siang hari, semut rangrang akan beraktivitas bolak balik dari sarang toples ke tanaman dan sebaliknya untuk mencari makan. Pada malam hari semut rangrang akan kembali ke sarang toples untuk beristirahat. Bukan cuma malam hari, pada saat hari hujan semut rangrang juga akan berlindung pada sarang toples di rak budidaya.

Mencoba Cara Budidaya Kroto Baru Krotoponik

Nampak rumit memang, namun kondisi seperti itu dilakukan agar semut rangrang tetap merasa nyaman dan tidak stress, karena setiap hari terkungkung di dalam toples dan rak budidaya yang terlalu sempit.

Berdasarkan alasan di atas, maka kemudian saya berinisiatif, supaya tidak terlalu ribet menanam sayuran di pekarangan, maka saya mencoba dengan tanaman hidroponik saja, yang tidak terlalu ribet dan memakan tempat.

Mencoba Cara Budidaya Kroto Baru Krotoponik

Sementara ini saya menanam kangkung hidroponik menggunakan toples sosis, sehingga bisa ditempatkan di rak budidaya bersama dengan sarang toples.

Itulah sedikit tentang cara budidaya kroto baru yang sedang saya lakukan, yaitu sistem KROTOPONIK budidaya kroto hidroponik.

Mencoba Cara Budidaya Kroto Baru Krotoponik

Demikian Mencoba Cara Budidaya Kroto Baru Krotoponik, semoga bermanfaat. Selanjutnya jangan lupa baca juga Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional.

Selamat mencoba, semoga sukses.
Readmore → Mencoba Cara Budidaya Kroto Baru Krotoponik

Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional

budidayakrotos.blogspot.com - Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional - Teknik budidaya kroto bermacam-macam dan setiap orang berbeda-beda. Mereka memiliki trik dan tips sendiri-sendiri, kebanyakan tipsnya adalah hasil temuan sendiri.

Awalnya kroto diambil langsung dari alam. Semut rangrang berkembang biak sendiri tanpa adanya campur tangan manusia. Manusia hanya berperan sebagai pemanen saja, jika sarang pohon tersebut masih produksi, maka akan diambil krotonya, jika sudah tidak produksi alias sudah ditinggal penghuninya, maka manusia akan mencari sarang lainnya.

Seiring berjalannya waktu, manusia semakin menyadari pentingnya keberadaan semut rangrang di alam sebagai penjaga tanaman buah dari serangan hama. Mulai saat itu, sarang semut rangrang dipindahkan ke perkebunan mereka. Biasanya kebun jeruk, jambu, mangga, dan kakao. Sarang dari alam liar diambil kemudian ditempatkan pada perkebunan mereka.

Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional

Mereka berharap, keberadaan semut rangrang pada tanaman buah mereka memiliki fungsi ganda, yaitu:
  1. Fungsi utama sebagai penjaga tanaman buah dari serangan hama ulat, kutu, kepik, dan lalat buah.
  2. Fungsi tambahan adalah bisa dipanen krotonya untuk pakan burung maupun untuk dijual sebagai pakan burung ocehan di pasar.
Alih Fungsi

Semakin maraknya burung ocehan sebagai hobi, semakin banyak pula para hobiis baru yang bermunculan, sehingga memicu meningkatnya permintaan kroto sebagai pakan burung, sehingga fungsi semut rangrang di alam berubah, dari penjaga tanaman buah menjadi pakan burung.

Dari beralih fungsinya tersebut, maka beralih pula cara pemeliharaan semut rangrang. Para petani mulai berpikir bagaimana caranya agar pemanenan kroto bisa dilakukan dengan mudah dan tidak tergantung alam.
 
Namun akibat dari alih fungsi semut rangrang menjadi penghasil kroto sebagai pakan burung, keseimbangan alam mulai rusak. Fungsi semut rangrang sebagai predator alami mulai hilang. Akibatnya banyak tanaman buah terserang hama.

Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional
 
Disadari bahwa pemeliharaan semut rangrang di alam banyak kendalanya, yaitu:
  1. Kroto yang dipanen tidak bisa diperkirakan.
  2. Panen kroto sangat tergantung pada kondisi alam.
  3. Faktor musim juga sangat menentukan panen kroto.
  4. Cara panen dengan menggunakan alat tradisional berupa galah dapat merusak sarang.
  5. Semut rangrang yang merasa tidak nyaman pada pohon tersebut karena diambil krotonya, maka akan pindah dan membuat sarang pada pohon lainnya yang lebih tinggi.
Ya memang ada juga sih keuntungannya dengan memelihara semut rangrang di alam, yaitu:
  1. Tanpa memberi pakan dan merawat, kita bisa panen kroto.
  2. Tanpa menyediakan tempat, semut rangrang sudah bisa bersarang sendiri.
  3. Bisa mencari sarang sebanyak-banyaknya di alam.
Karena banyak kelemahannya dari pada keuntungannya, maka cara pemeliharaan kroto di alam sudah tidak efektif lagi. Banyak para pencari kroto yang mulai melakukan uji coba memelihara kroto menggunakan berbagai cara. Salah satunya adalah budidaya kroto menggunakan sarang buatan yang dilakukan di rumah.

Demikian Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional, semoga bermanfaat. Selanjutnya jangan lupa baca juga Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian?

Selamat mencoba, semoga sukses.

Readmore → Menengok Kembali Budidaya Kroto Secara Tradisional

Friday, January 2, 2015

Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian?

budidayakrotos.blogspot.com - Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian? - Seperti halnya ternak lainnya, budidaya kroto juga tidak lepas dari sentuhan para pakar serangga, baik di Indonesia maupun di beberapa negara lainnya.

Ternyata yang meneliti tentang teknik budidaya kroto bukan para pakar atau ahli saja, para petani juga telah banyak mengamati dan meneliti tentang perilaku semut rangrang untuk dibudidayakan secara modern, namun mereka tidak menyadarinya, bahwa yang mereka lakukan selama ini bisa dikatakan sebagai penelitian, meskipun tidak dilaporkan secara tertulis.

Apa buktinya bahwa telah dilakukan penelitian tentang budidaya kroto? Sudah banyak buktinya. Bisa kita perhatikan perkembangan budidaya kroto hingga saat ini.

Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian?

Sebelumnya, kroto dihasilkan dari berburu di alam tanpa ada sentuhan atau campur tangan manusia dalam produksinya. Semut rangrang secara alami dan liar memproduksi kroto, sedang manusia hanya menuai hasilnya saja dari sarang daun mereka di alam.

Sekarang ini semut rangrang telah banyak dibudidayakan oleh mereka yang sudah mengetahui caranya terlebih dahulu, sedangkan bagi kita termasuk juga saya, karena baru mengetahui sedikit caranya tentang ternak kroto, maka hingga saat ini masih meraba-raba, masih mencoba-coba, teknik mana yang paling bagus dalam budidaya kroto agar bisa sukses.

Perkembangan teknik budidaya kroto semakin pesat. Jika kita mencari artikel tentang teknik budidaya kroto di internet, maka kita menemukan banyak sekali cara budidaya kroto yang rata-rata ditulis dengan menarik dan menjanjikan.

Cara budidaya kroto tersebut antara lain:
  1. Cara Tradisional
  2. Cara Alami
  3. Cara Modern
  4. Cara Semi Alami
Mengapa saya tulis cara modern dulu baru cara semi alami? Karena terlebih dahulu saya melakukan budidaya kroto secara modern, dan sampai saat ini masih dibilang belum berhasil, oleh karena itu sekarang ini saya sedang mempersiapkan budidaya kroto cara semi alam.
 
Cara-cara budidaya kroto di atas dilakukan atau ditemukan karena beberapa sebab, antara lain adalah:
  1. Dengan mengambil kroto langsung dari alam, pasokan kroto di pasaran sangat terbatas, sehingga harganya sangat mahal.
  2. Mahalnya harga kroto membuat orang berpikir untuk membudidayakannya.
  3. Pengambilan kroto secara liar dari alam akan merusak habitat aslinya, bahkan bisa punah, oleh karena itu para pemburu kroto mulai memikirkan bagaimana supaya bisa ternak semut rangrang.
  4.  Berburu kroto di alam sangat tergantung dengan musim, sehingga harus dipikirkan bagaimana caranya agar semut rangrang bisa diternakkan, sehingga bisa dipanen kapan saja tanpa terpengaruh oleh pergantian musim.
Semakin majunya ilmu pengetahuan, sekarang ini telah banyak ditemukan beberapa cara yang dapat digunakan dalam budidaya kroto seperti di atas. Meskipun telah banyak cara ternak semut rangrang, namun tetap saja pasokan kroto yang ada di pasaran sebagian besar berasal langsung dari alam oleh para pemburu kroto. Mengapa demikian? Karena cara budiday kroto yang benar belum banyak yang tahu, meskipun sudah banyak cara yang disebarluaskan melalui internet, namun kesemua cara tersebut belum tentu merupakan cara yang paling tepat, nyatanya masih banyak pembudidaya kroto yang kebingungan karena menemui banyak kendala ketika melakukannya.

Setiap orang memiliki cara ternak kroto sendiri-sendiri. Setiap cara tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk itu perlu dilakukan uji coba untuk mempraktekkan beberapa cara di atas, lalu kemudian pilih salah satu cara yang dianggap paling menguntungkan.

Kita pilih cara yang paling sesuai dengan kondisi kita masing-masing, sambil terus belajar dengan mengamati dan meneliti semua perilaku semut rangrang. Semakin kita mengenalnya, maka semakin mudah kita untuk merawatnya, semakin baik dan tepat cara perawatannya, maka semakin dekat kita dengan kesuksesan.

Demikian Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian? Semoga bermanfaat. Jangn lupa untuk membaca Peluang Sukses Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar.

Selamat mencoba, semoga sukses, dan tetap semangat.
Readmore → Benarkah Cara Budidaya Kroto Sudah Dilakukan Penelitian?

Bibit Semut Rangrang Satu Pohon Diambil dengan Waktu Berbeda Bisa Perang?

budidayakrotos.blogspot.com - Bibit Semut Rangrang Satu Pohon Diambil dengan Waktu Berbeda Bisa Perang? - Selamat tahun baru saya ucapkan kepada semua pembaca blog ini. Semoga di tahun 2015 ini budidaya kroto yang kita lakukan semakin sukses.

Pagi ini tanggal 2 Januari 2015, ketika membuka blog saya, ada sebuah komentar yang ditulis oleh Kang +Maman Sukarman pada postingan saya terdahulu yang berjudul Cara Memperbanyak Sarang Kroto yang komentarnya sebagai berikut:

Gan saya pernah ambil langsung semut rangrang dari alam.
1 bulan kemudian saya ambil lagi masih pada 1 pohon yang sama.
Kalau saya tempatkan dalam 1 rak basa perang gak?

Pendapat saya menanggapi pertanyaan Kang Maman adalah sebagai berikut:

Bibit Semut Rangrang Satu Pohon Diambil dengan Waktu Berbeda Bisa Perang?

Mas +Maman Sukarman terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Terima kasih juga atas komentarnya. komentar dari pembaca baik saran, nasehat, kritik, ataupun pertanyaan akan sangat bermanfaat buat saya dan para pembaca lain.

Menurut saya, sebaiknya bibit semut rangrang yang diambil dalam waktu yang berbeda, apalagi terpaut cukup lama, walaupun dari pohon yang sama, lebih baik dipisah penempatannya. Meskipun diambil dari pohon yang sama, semut rangrang yang terdahulu telah beradaptasi dengan sarang buatan yang baru, sehingga kemungkinan sudah tidak dikenali lagi oleh semut rangrang lama sebagai saudaranya.

Semut rangrang yang baru diambil dari alam, menurut analisa saya masih kental dengan bau lingkungan pohonnya, aroma dedaunan sebagai sarangnya di alam akan terbawa, sehingga akan tidak dikenali oleh semut rangrang yang telah lama menempati sarang buatan di rak budidaya kroto.

Sebaliknya, semut rangrang yang telah lama menempati sarang buatan, maka aroma alaminya telah berubah, karena lingkungan dan makanannya sudah berbeda dengan habitat aslinya di alam. Dikhawatirkan, karena mereka tidak saling mengenal, maka semut rangrang lama akan mempertahankan daerahnya di rak budidaya, sementara semut rangrang yang baru akan berusaha merebutnya sebagai tempat bersarangnya yang baru.

Jika terpaksa harus ditempatkan dalam satu rak, sebaiknya diberi pembatas dulu. Suya juga terkadang harus menempatkan semut rangrang yang berbeda asalnya dalam satu rak, ya karena keterbatasan modal untuk membuat rak baru.

Misalnya semut rangrang yang lama ada di rak bagian bawah, kemudian semut rangrang yang baru kita letakkan di rak bagian atasnya yang masih kosong, nah pada kaki antar rak tersebut, bisa kita oleskan paslin, supaya mereka tidak langsung bisa menyeberang, baik yang dari bawah ke atas, atau sebaliknya.

Nanti lama-lama mereka akan bisa menyesuaikan diri dan dimungkinkan akan saling mengenali sebagai tetangganya.

Belum lama ini say juga melakukan hal seperti itu, dan Alhamdulillah, dalam 3 hari mereka (semut rangrang) sudah saling memahami dan akhirnya bersatu tanpa adanya perebutan kekuasaan sarang.

Demikian pendapat saya tentang masalah yang dialami Kang Maman. Semoga bisa membantu.

Jika ada pembaca lain yang memiliki pengalaman dan tips yang lebih baik, silahkan corat-coret. Saya akan sangat berterima kasih.

Demikian BIbit Semut Rangrang Satu Pohon Diambil dengan Waktu Berbeda Bisa Perang? Semoga bermanfaat. Jangan lupa baca juga Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi.

Selamat mencoba, semoga sukses.
Readmore → Bibit Semut Rangrang Satu Pohon Diambil dengan Waktu Berbeda Bisa Perang?

Sunday, December 28, 2014

Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi

Budidaya Korot - Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi - Pada tanggal 25 Desember 2014 ada komentar dari Mba' +ayu karmilah , yaitu: Semutku mati semua dalam semalam.saat saya buka ternyata kroto n semut yg saya ambil Dari alam n saya masukan ke toples,mereka lembab n bawah n mati
Pada postingan:

Katanya lembab, lembabnya kenapa? Mba +AYU KARMILAH tidak menjelaskan.

Selama saya mencoba budidaya kroto, semut rangrang dapat beradaptasi dengan cepat ketika saya mesukkan ke dalam sarang toples.

Cara sederhana saya memasukkan atau memindahkan semut rangrang ke dalam sarang toples agar cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya adalah sebagai berikut:

Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi
  1. Sarang dari alam saya ambil kemudian dimasukkan ke dalam karung.
  2. Ikat karung rapat-rapat dan segera bawa pulang.
  3. Sebelumnya saya sudah menyiapkan rak dan sarang toples baru yang belum ada semut rangrangnya.
  4. Sampai di rumah, lumuri tangan dengan tepung tapoika (bahasa Jawanya KANJI) agar semut rangrang tidak dapat merambat ke tangan ketika kita memindahkan sarang ke rak karena licin oleh tepung kanji.
  5. Keluarkan sarang daun dari karung, tempatkan pada rak budidaya yang sudah ada sarang toplesnya.
  6. Buang semua daun sarang alam agar semut rangrang cepat menempatkan diri ke dalam sarang toples.
  7. Biarkan semut rangrang dan kroto berserakan di rak dan di atas toples, setelah semut rangrang menemukan toples yang dianggap aman, maka segera kroto diangkut ke dalam toples sebagai sarang baru.
  8. Beri makan dan minum.
  9. Selesai (dalam 1 x 24 jam mudah-mudahan semut rangrang dan krotonya sudah bersarang pada toples.
Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi
SarangSemut rangrang dan kroto biasanya menempel pada salah satu atau dua helai daun dari sarang daun tersebut.

Lakukan pemindahan dengan hati-hati dan lembut agar kroto (larva dan pupa) tidak pecah. Biasanya semut rangrang akan melindungi kroto dengan mati-matian dan menyerang kita, namun itu bisa diatasi dengan tepung kanji.

Lepaskan semut rangrang dan kroto yang menempel pada daun dengan ujung jari kita secara pelan-pelan.

Agar lebih cepat beradaptasi, maka langsung masukkan saja kroto dan semut rangrang langsung ke dalam toples hati-hati.

Setelah sebagian besar semut rangrang dan kroto berada di dalam toples, segera balik toples dan tempatkan di rak budidaya.

Tentu saja semut rangrang dan kroto akan berada di dasar rak, biarkan saja, masih ada beberapa kroto yang menempel di toples, dan itu akan memancing semut rangrang untuk menempatkan kroto lainnya di dalam toples tersebut.

Mohon maaf jika penjelasannya muter-muter dan kurang jelas. Jika masih bingung, silahkan tulis di kotak komentar di bawah.

Demikian Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi, semoga bermanfaat. Selanjutnya baca juga Cara Memperbanyak Sarang Kroto.

Selamat mencoba, semoga sukses.
Readmore → Memindahkan Semut Rangrang ke Dalam Toples Agar Cepat Beradaptasi

Tuesday, December 23, 2014

Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam - Setelah daun sarang dari alam dibuang semua, mulai terlihat penghuninya, yaitu semut rangrang dan kroto (larva dan pupa). Selain itu ada juga semut rangrang jantan muda (menurut saya) yang jumlahnya lumayan banyak, mungkin Desember 2014 ini sedang musim lahir semut rangrang jantan.

Penampakannya berbeda dengan semut rangrang pada umunya. Kalau dari ukuran sama dengan ukuran semut prajurit, namun warnanya yang berbeda.

Ciri-cirinya sebagai berikut:
  1. Bersayap
  2. warna tubuh hitam
  3. ukuran sama dengan semut prajurit
  4. tidak ganas (tidak menggigit)
  5. gerakannya lambat (mungkin karena masih muda)
Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam

Sarang yang saya ambil ini letaknya sekitar 10 meter dari tanah, berada pada pohon popoan (Jawa) yang daunnya mirip daun mangga. Sementara itu masih ada sarang pusat yang kelihatannya sangat padat penghuninya. Sarangnya besar dan memerah yang menandakan banyak penghuninya, tapi sayangnya letaknya terlalu tinggi (20 meter) , berada pada pucuk pohon dan batangnya kecil sehingga saya tidak berani memanjatnya.

Sarang tersebut dipenuhi semut jantan. Mana ratunya? Sepertinya ratu berada pada sarang yang dipucuk pohon. Saya berencana mau menebang pohonnya agar bisa mengambil sarang pusatnya, dan mudah-mudahan ada ratunya.

Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam

Uji coba budidaya kali ini saya lakukan dengan metode baru, yaitu semi alam. Kalau sebelumnya, rak budidaya saya letakkan di dalam rumah dekat meja kerja saya, sehingga setiap hari terganggu oleh aktivitas saya. Untuk itu saya mencoba metode baru, mudah-mudahan berhasil.

Postingan selanjutnya masih tentang berburu bibit baru dari alam.

Demikian Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam, semoga bermanfaat.
Readmore → Semut Rangrang Jantan Muda dari Sarang Alam

Monday, December 22, 2014

Berburu Sarang Baru untuk Budidaya Kroto Semi Alam

BudidayaKrotos.Blogspot.Com - Berburu Sarang Baru untuk Budidaya Kroto Semi Alam - Hari ini saya mendapatkan telpon dari teman. Katanya ada temannya yang ingin belajar ternak semut rangrang dan saya diminta untuk melatihnya. Woow, memangnya saya pelatih? Malu jadinya, saya aja masih belajar, dikiranya sudah sukses.

Tapi tidak apa, nanti kita belajar bersama, itu jawaban saya. Kagetnya lagi, katanya yang mau berlatih budidaya kroto itu sebuah kelompok tani, banyak orang bukan cuma satu orang. Waduh, gimana ya? Gak apa-apalah, itung-itung nambah teman dan belajar bersama.

Setelah mendapat telepon itu, kemudian saya tergerak akan rencana yang belum saya lakukan, yaitu budidaya kroto semi alam.

Selama ini saya belajar budidaya kroto dengan media sarang toples. Hingga hari ini belum bisa dikatakan berhasil. Suatu ketika saya membaca di internet ada yang jual buku budidaya kroto cara semi alam. Saya penasaran dan membeli buku itu.

Setelah saya baca dan pahami, masuk akal juga buku itu. Semut rangrang belum bisa sepenuhnya ditaklukkan untuk dibudidaya dengan media buatan seperti misalnya toples. Cara semi alam akan lebih baik dari pada cara modern menggunakan sarang toples.

Berburu Sarang Baru untuk Budidaya Kroto Semi Alam

Memang agak sedikit ribet sih, kita mesti memiliki sedikit lahan pekarangan yang akan kita tanami tanaman untuk areal mencari makan semut rangrang. Sedangkan tempat budidayanya masih mengadopsi cara budidaya kroto modern.

Tentang tips dan trikternak semut rangrang semi alam akan saya tulis selengkapnya nanti setelah semua data dan foto terkumpul.

Sekarang saya mau cerita tentang berburu bibit dari alam.

Tadi sekitar pukul 15.00 WIB (22-12-2014) saya teringat ada satu pohon di pekarangan orang tua saya yang ada sarang semut rangrangnya. Harap-harap cemas, masih ada apa sudah dipanen para pemburu kroto.

Tida di pekarangan, alhamdulillah sarang masih utuh, tandanya belum terjaman oleh para pemburu kroto di alam.

Segera saya naik ke pohon itu dan saya potong cabang yang ada sarangnya. Setelah sampai di atas, ternyata di pucuk pohon itu ada sarang utama yang besar dan berisi banyak semut rangrang, itu terlihat dari warnanya, sarang merah membara, tandanya semut rangrang anggota koloni itu cukup banyak.

Namun sementara saya baru bisa mengambil sarang yang ada di cabang dan sarang pusat akan saya ambil besok lagi. Tidak lupa saya berpesan pada saudara saya yang tinggal dekat dengan pekarangan itu untuk menjaga dan melarang siapa saja yang mau mengambil krotonya.

Bibit semut rangrang dari alam itu kemudian saya pindahkan ke rak budidaya. Seperti biasa, saya meletakkan ranting dan daun yang berisi penuh dengan semut rangrang di atas rak budidaya. Kemudian sedikit demi sedikit daun saya potong dan buang.

Karena waktu sudah terlalu sore dan sudah agak gelap, maka saya putuskan untuk melanjutkannya besok pagi saja.

Foto di atas saya ambil pada malam hari, iseng-iseng melihat tingkah laku semut rangrang pada malam hari.

Sedikit tentang budidaya semi alam:
  1. Budidaya tetap dilakukan pada rak dengan toples sebagai sarangnya.
  2. Tanaman sayuran (kangkung, cabe, terong, dll) sebagai media untuk semut rangrang mencari makan.
  3. Sekeliling tanaman sayur harus diberi parit kecil berisi air agar semut rangrang tidak kabur.
  4. Rak budidaya tetap diletakkan di ruang tertutup, kemudian diberi jembatan ke tanaman sayuran agar semut rangrang bisa keluar mencari makan dan pada malam hari diharapkan semut rangrang akan kembali menempati sarang toples.
Ok, sekian dulu, besok akan saya tulis semuanya tentang budidaya semut rangrang metode semi alam. Selamat mencoba, semoga sukses.
Readmore → Berburu Sarang Baru untuk Budidaya Kroto Semi Alam

Sunday, December 21, 2014

Peluang Sukses Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar

budidayakrotos.blogspot.com - Peluang Sukses Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar - Meski banyak orang tahu bahwa kroto adalah pakan ternak berkualitas yang mahal harganya, namun masih belum banyak yang mau mencobanya, alasanya belum yakin kalau semut rangrang bisa diternak. Dari sekian orang yang telah mencobanyapun, ternyata hasilnya gagal. Termasuk saya sendiri hingga saat ini masih terus melakukan ujicoba agar bisa sukses budidaya kroto. Entah apa penyebab kegagalan itu? Mungkin minimnya ilmu dan cara budidaya kroto yang kita ketahui.

Hal tersebut sebenarnya memberikan peluang yang sangat bagus, karena belum banyak orang yang berhasil dalam ternak semut rangrang.

Berikut ini beberapa alasan bahwa, Peluang Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar:

Peluang Sukses Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar
  1. Sarang semut rangrang semakin sedikit di alam, sehingga pasokan kroto di pasar sangat kurang.
  2. Para pecinta burung kicauan semakin banyak hingga ke pelosok pedesaan, sehingga permintaan kroto semakin meningkat.
  3. Belum banyak yang berhasil melakukan budidaya kroto, sehingga persaingan bisa dikatakan tidak ada.
  4. Yang saya tahu, bahwa tidak hama dan penyakit pada ternak semut rangrang, sehingga jika kita mengetahui teknik budidayanya yang tepat, kemungkinan sukses akan sangat besar.
  5. Tidak seperti ternak hewan lainnya yang membutuhkan banyak tempat, waktu, dan tenaga dalam perawatannya, budidaya semut rangrang tergolong mudah dilakukan.
  6. Jika sudah berjalan, ternak kroto tidak membutuhkan banyak biaya, terutama untuk pakan seperti ternak lainnya. Hal ini karena pakan ternak semut rangrang mudah kita dapatkan dengan gratis di sekitar kita.
  7. Masyarakat mulai menyadari pentingnya kehadiran semut rangrang di pohon, sehingga mereka melarang pengambilan kroto dari alam.
  8. Kendala sebuah usaha budidaya atau ternak biasanya terletak pada pemasaran, namun tidak demikian dengan ternak semut rangrang. Pasar terbuka sangat lebar, karena pasokan lebih sedikit dan permintaan jauh lebih banyak. Hal itu juga yang menyebabkan harga kroto semakin membumbung tinggi.
  9. Faktor alam juga sangat berpengaruh terhadap usaha budidaya kroto, yaitu ketika alam tidak bersahabat, misalnya pada musim hujan, pasokan kroto dari alam akan sangat kurang, sehingga memberikan peluang bagus bagi para peternak kroto.
  10. Satu hal yang baru terpikirkan adalah bahwa budidaya kroto bisa kita gabungkan dengan budidaya sayuran organik. Semacam simbiosis mutualisma, yaitu hubungan saling menguntungkan. Semut rangrang mendapatkan makanan dan tanaman sayuran terbebas dari hama. Toh akhirnya kita juga yang double untung. Apa itu? Budidaya semut rangrang semi alam dengan media toples dan tanaman sayuran.
Alasan yang ke-10 akan saya tulis lebih lengkap pada postingan mendatang, setelah saya terapkan cara budidaya kroto tersebut.
Jangan lupa baca juga:

NB:
Bagi para pembudidaya kroto pemula, mari saling berbagi ilmu untuk kesuksesan bersama dengan berkomentar pada kolom komentar di blog ini.
Readmore → Peluang Sukses Budidaya Kroto Masih Terbuka Lebar

Tuesday, December 16, 2014

Pasokan Kroto Berkurang Jangkrik Mulai Naik

Pasokan Kroto Berkurang Jangkrik Mulai Naik - Awal musim hujan sejak bulan November 2014 kemarin tanda-tanda berkurangnya pasokan kroto dari alam semakin jelas. Hal ini memberikan peluang kepada para peternak jangkrik. Ya, jangkrik adalah alternatif pakan burung ocehan setelah kroto. Kualitas jangkrik sebagai pakan burung kicauan memang sedikit di bawah kroto, namun demikian permintaan jangkrik oleh para hobiis burung pendendang tetap tinggi, mengingat harga kedua pakan tersebut terpaut cukup jauh.

Berkurangnya pasokan kroto dari alam sebenarnya menguntungkan bagi para peternak semut rangrang. Namun belum banyak peternak kroto yang berhasil, kebanyakan mereka masih uji coba, masih belajar budidayanya, dan tidak sedikit pula yang masih bingung karena selalu gagal dan gagal budidaya kroto.

Kondisi kurangnya pasokan kroto ini sebenarnya memberikan kesempatan dan peluang bagi yang belum berhasil ternak kroto. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mulai melirik usaha ternak jangkrik. Cukup mudah kalau menurut saya budidaya jangkrik itu. Dan telah banyak yang membuktikannya, bahwa ternak jangkrik juga sangat menguntungkan.


Secara hitung-hitungan modal, ternak jangkrik jauh lebih murah ketimbang ternak kroto. Dari bibitnya misalkan, kita dapat memulai budidaya jangkrik dengan modal awal membeli jangkrik Rp. 5.000,- saja, kemudian kita pelihara hingga berbulu. nah ketika jangkrik sudah berbulu, maka siap untuk berkembang biak.

Daur hidup jangkrik lebih cepat dari pada kroto. Kalau kehidupan jangkrik sangat mudah diamati, namun kroto sulit diamati, karena hidupnya bergerombol sangat banyak jumlah anggota koloninya. Semut rangrang hidup bersama antara semut rangrang yang baru menetas hingga semut rangrang yang paling tua dan tidak produktif, sehingga sangat sulit untuk mengamatinya.

Perkembangbiakan jangkrik terlihat jelas dari mulai menetas hingga menjadi jangkrik dewasa. Hal ini karena budidaya jangkrik itu dilakukan terpisah antara indukan dengan anakan. Penetasan jangkrik dilakukan manual oleh peternak, sehingga mudah pengontrolannya.

Jangkrik, mulai menetas hingga siap jual sebagai pakan burung membutuhkan waktu 20-25 hari saja, sedangkan kroto kita tidak tahu. Tahunya hanya jika sudah banyak terlihat kroto di dinding toples maka bisa dipanen.

Jika jangkrik dibudidayakan secara baik, maka kita bisa mengatur kapan kita akan panen? Dan seberapa banyak kita menginginkan panennya?

Asumsi keuntungan jangkrik bisa kita hitung, jika kita menghabiskan pakan ternak jangkrik 1,5 kg, maka kita akan mendapatkan jangkrik siap panen seberat 1 kg. Jika pakan jangkrik (vur ayam aduan 521) harganya Rp. 10.000,- per kg, maka biaya pakan yang dibutuhkan untuk 1 kg jangkrik adalah Rp. 15.000,- Harga jangkrik berkisar antara Rp. 30.000,- hingga Rp. 50.000,- per kg tergantung daerah masing-masing.

Keuntungannya lumayan dari pada ternak kroto gagal melulu bukan?

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Readmore → Pasokan Kroto Berkurang Jangkrik Mulai Naik

Monday, November 10, 2014

Budidaya Semut Rangrang untuk Pengendali Hama Alami pada Tanaman Kakao

Budidaya Semut Rangrang untuk Pengendali Hama Alami pada Tanaman Kakao - Semut rangrang sebagai pengendali hama tanaman alami telah banyak diteliti dan diketahui di seluruh dunia. Indonesia juga sudah merakan manfaatnya. Hal ini seperti yang ditulis oleh Tri Wulan Widya Lestari, SP (POPT Ahli Pertama Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo). Pada artikel yang berjudul Potensi Pemanfaatan Semut Rangrang (Oecophylla smaradigna) sebagai Musuh Alami pada Pertanaman Kakao.
Artikel ini saya kutip dari http://www.bkpgorontalo.org/?option=detail&id=779

Berikut ini artikel tentang Potensi Pemanfaatan Semut Rangrang (Oecophylla smaradigna) sebagai Musuh Alami pada Pertanaman Kakao.

Tanaman Kakao (Theobrema cacao L.) merupakan tumbuhan yang berasal dari Amerika Selatan. Merupakan tumbuhan tahunan berbentuk pohon. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat. Kakao merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomis cukup baik dan peluang pasar yang besar. Hal ini dapat dilihat dari permintaan pasar dunia yang cenderung semakin meningkat.

Budidaya Semut Rangrang untuk Pengendali Hama Alami pada Tanaman Kakao

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki areal perkebunan kakao paling luas di dunia dan juga negara penghasil kakao terbesar ketiga setelah pantai gading dan ghana. Tetapi sebagian besar kakao yang dihasilkan adalah kakao curah sekitar 13 %. Perkembangan tanaman kakao semakin luas setiap tahunnya mencapai 8% yang 90% di anataranya adalah perkebunan milik rakyat. Awal masuknya tanaman kakao di Indonesia dimulai pada tahun 1560 di Sulawesi.

Dalam melakukan pembudidayaan tanaman kakao terdapat masalah yang sering dihadapi petani indonesia adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), penurunan tingkat produktivitas, rendahnya kualitas biji kakao yang dihasilkan karena praktek pengelolaan usahatani yang kurang baik maupun sinyal pasar dari rantai tataniaga yang kurang menghargai biji bermutu, tanaman sudah tua, dan pengelolaan sumber daya tanah yang kurang tepat.

Masalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) mengakibatkan kehilangan hasil mencapai 30 % setiap tahunnya bahkan ada penyakit penting yang dapat mengakibatkan kematian tanaman sehingga dalam budidaya kakao pada umumnya sekitar 40 % dari biaya produksi dialokasikan untuk biaya pengendalian OPT.

Petani di Indonesia pada umumnya mengendalikan hama pada tanaman kako dengan menggunakan insektisida kimiawi. Penggunaan insektisida kimiawi yang tidak tepat akan membawa dampak yang buruk, lebih merugikan dibanding manfaat yang dihasilkan antara lain dapat menyebabkan timbulnya resistensi hama, munculnya hama sekunder, pencemaran lingkungan dan ditolaknya produk karena masalah residu melebihi ambang batas toleransi. Untuk mengtasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan pembenahan cara budidaya tanaman yang berwawasan lingkungan.

Penanganan OPT yang berwawasan lingkungan dilaksanakan dengan menerapkan sistem pengendalian hama terpadu (PHT). PHT merupakan suatu konsep atau paradigma yang dinamis, tidak statis, yang selalu menyesuaikan dengan dinamika ekosistem pertanian dan sistem sosial ekonomi dan budidaya masyarakat setempat. Penggunaan insektisida kimiawi diganti dengan pengendalian yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan antara lain dengan penggunaan pestisida nabati dengan memanfaatkan tumbuhan, penggunaan musuh alami seperti parasitoid, predator, dan patogen serangga, serta penggunaan senyawa/bahan penolak serangga.

Pemanfaatan agens hayati atau musuh alami untuk pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) adalah paling efektif digunakan. Salah satu contoh musuh alami untuk pengendalian PBK dan Helopelthis spp. berupa predator adalah semut rangrang (Oecophylla smaradigna).

Semut Rangrang (Oecophylla Smaragdina) termasuk serangga dalam ordo Hymenoptera, family Formicidae. Semut Rangrang ini terkenal karena kemampuanya membuat sarang yang unik di pucuk pohon. Meskipun tidak memiliki sengat, semut rangrang juga terkenal gigitannya yang terasa pedas, karena racun yang dikeluarkanya mampu menyerang saraf. Ukuran tubuh besar memanjang, berwarna coklat kemerahan atau hijau. Semut ini merupakan serangga sosial, hidup dalam suatu masyarakat yang disebut koloni.Terdapat dua spesies semut rangrang yaitu Oecophylla smaragdina yang tersebar di India, Asia Tenggara sampai Australia dan Oecophylla longinoda yang tersebar di benua Afrika.

Sebagai serangga sosial, semut rangrang melakukan semua aktivitasnya secara bersama-sama, antara lain penjelajahan wilayah, pengamanan koloni dari predator dan musuh, pencarian makan, dan pembuatan sarang. Semut rangrang yang bersifat predator dan agresif ini sering digunakan sebagai biokontrol agen pengendali hama pada perkebunan tropis untuk meningkatkan produksi tanaman, seperti yang dilakukan petani mete di Australia dan petani kakao di Vietnam. Selain digunakan sebagai agen pengendali hama, semut rangrang dapat dimanfaatkan langsung sebagai sumber protein dan asam lemak, terutama larva semut yang dapat dimakan langsung. Di beberapa negara, kelezatan semut rangrang mempunyai harga sangat tinggi, dan dipanen dalam jumlah besar, dengan cara ini semut rangrang berkontribusi terhadap sosial ekonomi lokal. Di Thailand Utara harga larva semut rangrang dua kali harga daging sapi berkualitas baik. Selain beberapa manfaat tersebut, semut rangrang juga digunakan sebagai salah satu alat pengobatan medis seperti yang dilakukan di China dan India. Di negara kita, telur dan larva semut rangrang biasa dimanfaatkan sebagai pakan burung kicau.

Hal ini telah menunjukkan bahwa keberadaan semut rangrang dapat memberikan manfaat ganda terhadap lingkungan kita, baik langsung maupun tidak langsung.

Secara alami semut rangrang akan melakukan aktivitas sejak menetas dan mulai mampu berjalan. Tetapi setelah dewasa semut rangrang akan melakukan tugas masing-masing individu dalam koloni berdasarkan fungsi reproduksinya, yang dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu semut reproduktif dan semut nonreproduktif.

Dalam kondisi normal, baik lingkungan tempat tinggal sarang, suhu, intensitas cahaya, maupun ketersediaan makanan yang cukup, ratu semut rangrang mampu bertelur 240 s/d 700 butir per hari dalam bentuk gundukan sebesar setengah tetes air, terus-menerus selama 12 bulan sebelum akhirnya mati.

Telur-telur ini akan didistribusikan keseluruh sarang dalam koloni oleh semut pekerja dengan menempelkan setiap telur ke dinding sarang. Dengan mengabsorsi oksigen di udara sekitarnya, kandungan protein dalam telur akan tumbuh menjadi embrio yang dibantu suntikan nutrisi berupa fruktosa oleh semut pekerja sampai menjadi larva dan akan menetas pada hari ke-16.

Kulit bagian luar telur spesies oecophylla tidak berupa cangkang atau kepompong seperti spesies lain, ini dikarenakan semut dewasa memanfaatkanya untuk membuat jaring-jaring sutera pada sarang koloni.

Semut reproduktif terdiri dari ratu dan jantan. Ratu dan jantan memegang peran yang sangat menentukan dalam perkembangbiakan sebuah koloni. Dari ratu akan dihasilkan semua elemen koloni, seperti calon ratu, semut jantan, semut penjaga, maupun semut pekerja. Dibutuhkan kurang lebih 6 bulan terhitung setelah menetas bagi calon ratu untuk dapat mencapai kematangan dalam proses reproduksi.

Selengkapnya bisa dibaca pada http://www.bkpgorontalo.org/?option=detail&id=779

Jangan lupa baca juga:
Readmore → Budidaya Semut Rangrang untuk Pengendali Hama Alami pada Tanaman Kakao

Sunday, November 9, 2014

Pentingnya Membentuk Kelompok Pembudidaya Kroto

Pentingnya Membentuk Kelompok Pembudidaya Kroto - Selama ini banyak sekali kesulitan melakukan budidaya kroto. Saya saja sudah dua kali mencoba melakukan budidaya kroto modern dan hasilnya juga masih kurang memuaskan. Mungkin salah satu solusinya adalah dengan membentuk Kelompok Pembudidaya Kroto atau KPK.

Ini merupakan harapan saya, baik di dunia nyata maupun di dunia maya (internet). Jika kita bisa membentuk KPK, maka segala kesulitan tentang teknik budidaya kroto akan segera teratasi. Namun sayangnya, lagi-lagi, mereka yang telah sukses masih enggan membagikan ilmu tentang budidaya kroto secara gratis.

Pada kenyataannya, banyak sekali dari mereka yang telah sukses hanya mau berbagi dalam bentuk buku atau CD panduan budidaya kroto yang mahal harganya. Meskipun kita telah membeli buku atau CD panduan budidaya kroto, namun pada prakteknya kita tetap mengalami kendala, karena kita hanya dipandu secara tidak langsung yang mengalami kesulitan jika ingin bertanya.

Pentingnya Membentuk Kelompok Pembudidaya Kroto

Hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi kita yang ingin sukses dalam budidaya kroto. Dengan membentuk KPK, diharapkan kita akan dapat:
  1. Belajar bersama teknik dan ilmu budidaya kroto yang benar.
  2. Membahas segala macam permasalahan budidaya kroto.
  3. Mendapat bantuan penyuluhan dari pemerintah tentang bagaimana budidaya kroto yang baik dan benar agar menghasilkan.
  4. Yang lebih penting lagi untuk mendapat bantuan permodalan dari pemerintah, karena modal budidaya kroto sangat besar mengingat harga bibit kroto yang dijual di pasaran, baik offline maupun online sangat mahal yang hingga mencapai Rp. 50.000,- per toples bekas jajanan sosis.
Jika kita bisa membentuk KPK dan bisa melakukan budidaya kroto secara baik dan benar, maka paling tidak sudah bisa mengurangi beban pemerintah tentang pengangguran.

Selama ini saya sering mengajak tetangga, teman, saudara, dan para petani untuk melakukan budidaya kroto, namun jawaban mereka tidak mau, karena dirasa masih sangat sulit melakukannya meskipun sebenarnya mereka sangat ingin menjalankan budidaya kroto ini karena harganya yang sangat mahal.

Oleh karena itu, melalui blog http://budidayakrotos.blogspot.com ini, saya mengajak para pembaca dan pengunjung sekalian, mari kita bentuk KPK baik di dunia maya maupun di dunia nyata untuk meraih kesuksesan bersama dalam budidaya kroto.

Jangan lupa baca juga:

Readmore → Pentingnya Membentuk Kelompok Pembudidaya Kroto

Saturday, November 8, 2014

Beberapa Penelitian Tentang Semut Rangrang sebagai Pengendali Hama Alami

Beberapa Penelitian Tentang Semut Rangrang sebagai Pengendali Hama Alami - Penelitian tentang potensi semut rangrang sebagai pengendali hama tanaman atau musuh alami hama sudah dilakukan cukup lama. Huang dan Yang (1987) menuliskan bahwa semut rangrang sudah dikenal oleh bangsa China pada tahun 304 Masehi untuk mengendalikan hama kutu-kutuan pada tanaman jeruk. Perilaku agresif semut rangrang dalam mempertahankan daerah kekuasaannya barangkali menjadi salah satu pertimbangan bagi para petani untuk menggunakannya sebagai “penjaga” tanaman terhadap gangguan hama. Kajian Van Mele di Vietnam (Van Mele & Truyen, 2002) membuktikan bahwa penerapan teknologi pengelolaan O. Smaragdina yang tepat di lapangan, mampu meningkatkan potensi mereka sebagai musuh alami.

Way dan Khoo (1992) menyebutkan bahwa semut rangrang menjadi musuh alami pada sekitar 16 spesies hama yang menyerang spesies tanaman, yaitu kakao, kelapa, kelapa sawit, mangga, eukaliptus, dan jeruk. Bersama dengan kerabatnya, yaitu O. Longinoda, O. Smaragdina melindungi tanaman-tanaman tersebut dari serangan hama.Penelitian lain juga membuktikan bahwa semut rangrang menjadi musuh alami hama pada tanaman lada hitam dan mahoni. Misalnya, Offenberg et al (2006) memperlihatkan bahwa semut rangrang mampu melindungi tanaman mangrove dari serangan kepiting Episesarma versicolor.

Beberapa Penelitian Tentang Semut Rangrang sebagai Pengendali Hama Alami

Manfaat semut rangrang untuk tanaman telah dikenal di banyak negara.Demikian pula, petani-petani di Delta Mekong (Vietnam) dan di Kalimantan Timur (Indonesia) mempunyai pengalaman mengenai bagaimana semut rangrang dapat meningkatkan kualitas buah. Buah yang dihasilkan menjadi lebih menarik dan lebih segar. Jika diamati dengan seksama, semut rangrang dapat mengganggu, menghalangi atau memangsa berbagai jenis hama seperti kepik hijau, ulat pemakan daun, dan serangga-serangga pemakan buah. Populasi semut rangrang yang tinggi dapat mengurangi permasalahan hama tungau, pengorok daun dan penyakit greening pada kebun jeruk. Semut rangrang diketahui juga dapat melindungi eucalyptus dan pohon-pohon kayu lainnya. Semut ini dapat mengendalikan sebagian besar hama pada tanaman jeruk dan mete, melindungi tanaman kelapa dan kakao dari serangan kepik, sehingga meningkatkan mutu dan jumlah hasil panen. Semut rangrang juga dapat menghalangi serangan tikus.

Tentu saja hal ini sangat menarik. Di tengah kondisi pertanian kita yang kurang mendapat dukungan ekosistem yang sehat, usaha pemanfaatan semut rangrang bisa menjadi alternatif pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dengan semut rangrang kita bisa menghindari penggunaan pestisida yang berarti ada penghematan biaya usaha tani sekaligus juga menjaga kesehatan lingkungan.

Jangan lupa baca juga:
Readmore → Beberapa Penelitian Tentang Semut Rangrang sebagai Pengendali Hama Alami